Gunung Bromo Erupsi Mendadak Pukul 17.11 WIB, Asap Kelabu Terus Keluar Hingga Malam Hari

Pos Pengamatan Gunung Api Bromo Rilis Imbauan Steril Radius 1 Kilometer dan Peringatkan Potensi Ancaman Letusan Freatik Tiba-tiba.

- Penulis

Kamis, 5 November 2026 - 23:18 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Detik-detik Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo mengeluarkan kolom abu vulkanik tebal berwarna kelabu membumbung tinggi setinggi 500 meter di atas kawah puncak pada Kamis (5/11/2026) sore.

Foto: Detik-detik Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo mengeluarkan kolom abu vulkanik tebal berwarna kelabu membumbung tinggi setinggi 500 meter di atas kawah puncak pada Kamis (5/11/2026) sore.

BERITAKU, Probolinggo – Gunung Bromo yang membentang di wilayah Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mendadak mengalami erupsi vulkanik pada Kamis (5/11/2026) sore sekitar pukul 17.11 WIB.

Guncangan dan lontaran material dari kawah aktif ikon wisata Jawa Timur tersebut memunculkan kolom letusan yang terpantau membumbung setinggi kurang lebih 500 meter di atas puncak kawah.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Bromo, Budi Marwanto, mengonfirmasi bahwa ketinggian akumulasi kolom abu tersebut tercatat mencapai 2.829 meter di atas permukaan laut (mdpl).

“Terjadi erupsi Gunung Bromo pada hari Kamis, 5 November 2026, pukul 17:11 WIB. Tinggi kolom letusan teramati 500 m di atas puncak atau 2829 m di atas permukaan laut,” terang Budi Marwanto dalam rilis resminya pada Kamis (5/11/2026).

Berdasarkan hasil pengamatan visual petugas di lapangan, gulungan kolom abu yang keluar dari kawah Bromo teramati berwarna kelabu dengan tingkat intensitas variatif mulai dari tipis hingga tebal.

Baca Juga  Imbauan BMKG untuk Nelayan Sumenep: Pantau Informasi Cuaca Sebelum Berlayar Ke Kepulauan

Arah sebaran material abu vulkanik terpantau bergerak condong tertiup angin ke arah barat.

Guncangan erupsi tersebut juga terekam jelas pada instrumen seismograf milik PGA Bromo dengan amplitudo maksimum mencapai 23 milimeter serta durasi letusan berlangsung selama 46 detik.

Aktivitas pembentukan asap abu vulkanik tersebut rupanya masih terus melangsungkan hembusannya pascaletusan awal.

Hembusan asap terdeteksi membubung cukup lama mengarah ke barat tanpa diiringi adanya kegempaan letusan susulan yang signifikan.

 “Teramati keluar asap abu hingga 18:00 WIB sampai pukul 18:43 WIB dengan tinggi asap 500 m ke arah barat tidak disertai gempa letusan dan Tremor dominan 1 mm,” jelas Budi memaparkan dinamika perkembangan.

Menyusul letusan ini, pihak Pos Pengamatan Gunung Api Bromo menerbitkan dua imbauan poin keselamatan guna mengantisipasi potensi ancaman bahaya bagi warga maupun para wisatawan.

Baca Juga  Pengendara Scoopy Diciduk di Pamolokan Sumenep, Polisi Sita Paket Sabu Siap Edar

Pihaknya meminta kawasan berbahaya di sekitar pusat kawah segera dikosongkan dari segala bentuk aktivitas manusia.

“Masyarakat di sekitar Gunung Bromo dan pengunjung/wisatawan/pendaki tidak memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif Gunung Bromo,” tegas Budi.

Selain batas radius aman, petugas memberikan peringatan khusus mengenai potensi munculnya bahaya sekunder berupa letusan freatik yang dapat meletup sewaktu-waktu tanpa didahului sinyal khusus.

“Masyarakat di sekitar Gunung Bromo, pedagang, wisatawan, pendaki, dan pengelola wisata Gunung Bromo agar mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas,” imbuhnya mengingatkan.

Peristiwa erupsi ini langsung menjadi perhatian luas mengingat Gunung Bromo merupakan salah satu gunung api aktif sekaligus destinasi wisata alam favorit nasional yang berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Baca Juga  Dorong IPM Pesisir Madura, Khofifah Salurkan Bantuan Kesehatan dan Ekonomi di Pantai Slopeng Sumenep

Seluruh elemen masyarakat, wisatawan, pedagang, serta para pelaku jasa wisata di kawasan Gunung Bromo diminta untuk terus memantau pembaruan informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Kedisiplinan dalam mematuhi batas radius rekomendasi keselamatan serta potensi bahaya letusan sangat penting diindahkan agar terhindar dari risiko musibah yang tidak diinginkan.

Hingga Kamis malam, perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Bromo masih terus berada dalam pantauan intensif petugas pengamatan gunung api.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel beritaku.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sidang Ijazah Jokowi: Foto Dumatno Budi Utomo Kembali Disorot, Ini Fakta Persidangannya
“Semua Saya Bawa!” Aksi Terbuka Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli di Depan Majelis Hakim
Susi Pudjiastuti Angkat Bicara Soal Heli TNI AD Jatuh di Kalteng: Tuntut Korporasi Ganti Rugi!
Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Karhutla di Kalteng, Tiga Prajurit Gugur
Sembunyikan Sabu di Lipatan Sarung, Pria Asal Lenteng Diringkus Satresnarkoba Polresta Sumenep
Ubah Ruang Meeting Jadi Ajang Kemanusiaan, MYZE Hotel Sumenep Sukses Gelar Donor Darah Gratis!
Pasukan Tiga Matra TNI Mendadak Geser ke Jakarta! Kapuspen Tegaskan Respons Kesiapsiagaan Negara
Heboh Pembalut Kena Pajak 11 Persen, Menteri PPPA Arifah Fauzi Buka Suara: “Tunggu Kabar Baik!”

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 23:18 WIB

Gunung Bromo Erupsi Mendadak Pukul 17.11 WIB, Asap Kelabu Terus Keluar Hingga Malam Hari

Kamis, 5 November 2026 - 21:58 WIB

Sidang Ijazah Jokowi: Foto Dumatno Budi Utomo Kembali Disorot, Ini Fakta Persidangannya

Kamis, 5 November 2026 - 21:49 WIB

“Semua Saya Bawa!” Aksi Terbuka Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli di Depan Majelis Hakim

Kamis, 5 November 2026 - 21:32 WIB

Susi Pudjiastuti Angkat Bicara Soal Heli TNI AD Jatuh di Kalteng: Tuntut Korporasi Ganti Rugi!

Kamis, 5 November 2026 - 21:24 WIB

Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Karhutla di Kalteng, Tiga Prajurit Gugur

Berita Terbaru