BERITAKU, Sumenep — Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menggelar kunjungan kerja (kunker) komprehensif ke kawasan wisata Pantai Slopeng, Kabupaten Sumenep, Madura, Rabu (14/10/2026).
Kunjungan ini tidak sekadar agenda pemerintahan rutin, melainkan membawa paket aksi terpadu mulai dari layanan kesehatan gratis, bantuan modal usaha, dukungan sarana pertanian dan perikanan, hingga jaminan perlindungan sosial bagi masyarakat pesisir.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan tersebut dirancang dengan mengacu pada pendekatan Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index Approach). Sektor kesehatan, pendidikan, dan ekonomi diposisikan sebagai pilar terintegrasi untuk mendongkrak kualitas SDM di Madura.
“Jadi ini sebetulnya kesehatan, pendidikan, kemudian ekonomi. Human Development Index Approach, pendekatan kita adalah pendekatan Indeks Pembangunan Manusia,” ujar Khofifah di Pantai Slopeng, Rabu (14/10/2026) pagi.
Layanan Kesehatan Kolaboratif Hingga Bantuan Sektor Produktif
Di sektor kesehatan, Pemprov Jatim berkolaborasi dengan Ikatan Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair) menerjunkan tim dokter spesialis dan medis dari Surabaya, Sidoarjo, dan Sumenep. Program melayani Cek Kesehatan Gratis (CKG), pemeriksaan gigi-mulut, serta khitanan massal yang diikuti lebih dari 200 anak.
“Terima kasih juga IKA Unair ini, karena kekuatan untuk dokter giginya kuat. Baik yang dari Surabaya, tadi saya lihat dari Sidoarjo dan dari Sumenep,” ungkap Khofifah menyampaikan apresiasinya.
Guna memperkuat ekonomi kerakyatan, Gubernur Khofifah menyerahkan serangkaian bantuan sektoral yang disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat (need-based program):
Pedagang Kecil & UMKM: Penyaluran zakat produktif bagi pelaku usaha di kawasan wisata Pantai Slopeng.
Petani & Nelayan: Penyerahan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) untuk Gapoktan Sumenep serta paket alat tangkap bagi nelayan lokal.
Perlindungan Sosial: Penyerahan bansos bagi penyandang disabilitas berat serta PKH Plus bagi warga lansia berusia di atas 70 tahun.
Edukasi Maritim Anak: Menghadirkan mobil perpustakaan keliling untuk menumbuhkan minat baca dan literasi maritim sejak dini bagi anak-anak pesisir.













Komentar