BERITAKU, Sumenep — Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia terus menggalakkan digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos) melalui peluncuran Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos). Inovasi ini dirancang untuk mempermudah pengelolaan serta pemutakhiran data penerima bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Koordinator Pendamping PKH Kecamatan Pragaan, Misbah, membeberkan bahwa langkah digitalisasi ini merupakan bentuk transformasi manajemen perlindungan sosial ke platform digital terpusat berbasis teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
“Digitalisasi bansos ini melalui Portal Perlinsos agar proses penyaluran bantuan sosial lebih transparan, akuntabel, dan tepat sasaran,” terang Misbah saat memberikan pengarahan dalam Apel Pagi di halaman Kantor Kecamatan Pragaan, Senin (28/9/2026).
Misbah menegaskan, keberhasilan integrasi sistem digital ini memerlukan keterlibatan aktif masyarakat serta kolaborasi lintas sektor di tingkat daerah. Salah satu langkah krusial yang perlu didorong adalah koordinasi bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi warga penerima manfaat.
“Semua unsur bisa masuk menjadi agen Perlinsos. Kita bersama-sama bisa masuk membantu masyarakat agar tidak ada yang tertinggal,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para bidan desa di Kecamatan Pragaan yang secara konsisten mendampingi verifikasi komitmen penerima PKH pada komponen kesehatan ibu dan anak.
Melalui kemudahan Portal Perlinsos, penyaluran bansos di tingkat akar rumput diharapkan semakin berbasis data riil (real-time) serta meminimalisir potensi salah sasaran.
Tidak ada komentar