Sidak Kasus Pasien BPJS oleh DPRD Sumenep Memanas, Satpam RS BHC Halangi Wartawan Meliput

Diundang Komisi IV DPRD Sumenep untuk Peliputan Sidak, Awak Media Justru Tertahan dan Terlibat Adu Argumen di Luar Pintu Masuk RS Baghraf Health Care.

- Penulis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Jurnalis MaduraPost MH Efendi (tengah) bersama insan pers saat tertahan dan adu argumen dengan petugas keamanan RS Baghraf Health Care (BHC) Sumenep yang membatasi akses peliputan sidak Komisi IV DPRD Sumenep.

Foto: Jurnalis MaduraPost MH Efendi (tengah) bersama insan pers saat tertahan dan adu argumen dengan petugas keamanan RS Baghraf Health Care (BHC) Sumenep yang membatasi akses peliputan sidak Komisi IV DPRD Sumenep.

BERITAKU, Sumenep – Upaya Komisi IV DPRD Sumenep menindaklanjuti secara langsung kasus kematian pasien BPJS Moh. Firman Ramadhani (22) di RS Baghraf Health Care (BHC) Sumenep pada Kamis (22/10/2026) diwarnai insiden penghalangan kerja jurnalistik.

Sejumlah awak media yang hendak mengawal jalannya inspeksi mendadak (sidak) tersebut terpaksa tertahan di pintu luar akibat pembatasan ketat yang diberlakukan oleh petugas keamanan rumah sakit.

Padahal, kedatangan para wartawan ke lokasi bukan tanpa dasar. Insan pers secara resmi diundang oleh jajaran Komisi IV DPRD Sumenep untuk mengawal proses evaluasi pelayanan kesehatan yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV, Mulyadi.

Sebelum meluncur ke lokasi, Mulyadi bahkan secara terbuka mengajak para jurnalis untuk turut menyaksikan penelusuran lapangan guna menjawab kegelisahan publik.

“Ini saya mau turun langsung ke BHC. Ayo ke sana,” kata Mulyadi saat mengajak insan pers mendampingi sidak, Kamis (22/10/2026) siang.

Namun, pemandangan berbanding terbalik terjadi begitu rombongan tiba di lokasi. Saat wakil rakyat diperbolehkan melenggang masuk ke area dalam rumah sakit, para pemburu berita justru dihentikan dan diinterogasi oleh petugas keamanan setempat.

“Bapak kepentingannya apa?” tanya seorang petugas satpam kepada jurnalis MaduraPost, MH Efendi.

Efendi lantas menegaskan bahwa kehadiran awak media murni untuk menjalankan fungsi kontrol sosial dan meliput agenda resmi sidak atas undangan langsung anggota dewan.

Baca Juga  Perkuat Kamtibmas di Kecamatan Guluk-Guluk, Kapolresta Sumenep Gelar Silaturahmi 'Sambung Roso' Bersama Tokoh Masyarakat

Meski penjelasan telah disampaikan secara lengkap, petugas keamanan tetap kukuh melarang insan pers melangkahkan kaki masuk ke dalam area peliputan.

Baca Juga  KPK Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Dana Bencana BNPB, Termasuk Adik Kepala BNPB Bima Setyawan

Situasi di depan pintu kaca rumah sakit sempat memanas ketika sejumlah wartawan terlibat adu argumen sengit dengan petugas keamanan yang dinilai membatasi kemerdekaan pers.

Di tengah ketegangan tersebut, satpam mengklaim bahwa Direktur RS BHC Sumenep beserta pejabat berwenang lainnya sedang tidak berada di tempat. Keterangan tersebut makin memicu tanda tanya besar di kalangan wartawan terkait pihak mana yang sebenarnya sedang ditemui oleh para anggota dewan di dalam.

“Intinya, jika kami dilarang masuk, dasarnya apa? Kami diundang oleh teman-teman dewan,” tegas Efendi mempertanyakan legalitas larangan tersebut.

Pembatasan akses ini secara langsung menghalangi wartawan untuk menyaksikan secara transparan jalannya sidak dan dialog antara Komisi IV DPRD Sumenep dengan pihak rumah sakit.

Baca Juga  Sambut Hari Santri Nasional 2026, Bupati Sumenep Wajibkan ASN Berbusana Santri Selama Empat Hari

Guna menjaga kondusivitas suasana, para jurnalis akhirnya memilih menghormati standar operasional prosedur (SOP) internal rumah sakit dengan bersiaga menunggu hasil sidak di luar gedung.

Hingga berita ini ditayangkan, jajaran Komisi IV DPRD Sumenep masih berada di dalam area RS BHC, sementara pihak manajemen belum memberikan keterangan resmi terkait alasan pembatasan pers maupun temuan sidak tersebut.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel beritaku.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“Saya Pastikan Dinkes Bergerak!” Sentilan Menohok Bupati Fauzi Soal Kasus Kematian Santri di RS BHC
Perkuat Kamtibmas di Kecamatan Guluk-Guluk, Kapolresta Sumenep Gelar Silaturahmi ‘Sambung Roso’ Bersama Tokoh Masyarakat
Sambut Hari Santri Nasional 2026, Bupati Sumenep Wajibkan ASN Berbusana Santri Selama Empat Hari
Pemkab Sumenep Buka Seleksi Calon Komisaris Utama PT Sumekar, Pendaftaran Dibuka Hingga 26 Oktober
Mencuat Narasi ‘Pengalihan Isu’ RS BHC di WhatsApp, Keluarga Dani Tetap Menanti Kejujuran Audit Medis
“Percuma Gedung Seperti Hotel!” Zamrud Khan Semprot Manajemen RS BHC Soal Pelayanan
Dorong Ekosistem Usaha Lokal, Pemkab Sumenep Dampingi UMKM dan Minta Rekomendasi Tertulis dari Sarasehan PWI
Strategi Ranjau Narkoba Terbongkar! Kasat Resnarkoba Kompol Sjaiful Pastikan Proses Hukum Berjalan Tegas

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Sidak Kasus Pasien BPJS oleh DPRD Sumenep Memanas, Satpam RS BHC Halangi Wartawan Meliput

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:06 WIB

“Saya Pastikan Dinkes Bergerak!” Sentilan Menohok Bupati Fauzi Soal Kasus Kematian Santri di RS BHC

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:34 WIB

Perkuat Kamtibmas di Kecamatan Guluk-Guluk, Kapolresta Sumenep Gelar Silaturahmi ‘Sambung Roso’ Bersama Tokoh Masyarakat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:18 WIB

Sambut Hari Santri Nasional 2026, Bupati Sumenep Wajibkan ASN Berbusana Santri Selama Empat Hari

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Pemkab Sumenep Buka Seleksi Calon Komisaris Utama PT Sumekar, Pendaftaran Dibuka Hingga 26 Oktober

Berita Terbaru