Dorong Ekosistem Usaha Lokal, Pemkab Sumenep Dampingi UMKM dan Minta Rekomendasi Tertulis dari Sarasehan PWI

Kepala DKUPP Moh. Ramli Minta Hasil Sarasehan PWI Sumenep Dirangkum Jadi Dokumen Rekomendasi Pertimbangan Kebijakan Pemkab.

- Penulis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:47 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Sumenep Moh. Ramli saat memberikan sambutan dan arahan dalam sarasehan UMKM gagasan PWI Sumenep di Aula Jaga Temba UNIBA Madura.

Foto: Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Sumenep Moh. Ramli saat memberikan sambutan dan arahan dalam sarasehan UMKM gagasan PWI Sumenep di Aula Jaga Temba UNIBA Madura.

BERITAKU, Sumenep – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi dan memperkuat keberadaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah konkret ini diwujudkan melalui skema pembinaan, fasilitasi legalitas, hingga alokasi bantuan permodalan.

Penegasan penting tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Sumenep, Moh. Ramli. Ia hadir mewakili pemerintah daerah dalam forum Sarasehan UMKM yang digelar di Aula Jaga Temba, Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura, Selasa (20/10/2026).

Dalam paparannya, Ramli tidak menampik adanya dua persoalan klasik yang hingga kini masih menjadi benteng penghambat kemajuan UMKM lokal, yakni keterbatasan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan permodalan.

“Pemkab Sumenep terus hadir melalui peningkatan SDM, sosialisasi, dan pembinaan,” kata Ramli memaparkan respons pemerintah daerah di hadapan peserta sarasehan.

Guna menunjang pendampingan bisnis secara terpadu, Pemkab Sumenep telah menghadirkan fasilitas UMKM Halal Hub di kawasan Tajamara. Sentra layanan tersebut dapat diakses secara gratis oleh para pelaku usaha untuk berkonsultasi, mengurus sertifikasi, hingga mempraktikkan inovasi produknya.

Baca Juga  "Percuma Gedung Seperti Hotel!" Zamrud Khan Semprot Manajemen RS BHC Soal Pelayanan

Sementara di sektor permodalan, pemerintah daerah menyiapkan skema bantuan berupa hibah dana maupun barang yang disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Karena itu, akurasi pemetaan kebutuhan sangat diperlukan agar bantuan tidak salah sasaran.

Baca Juga  Pemkab Sumenep Buka Seleksi Calon Komisaris Utama PT Sumekar, Pendaftaran Dibuka Hingga 26 Oktober

Selain masalah modal, Pemkab Sumenep juga gencar mendorong para pengrajin dan produsen makanan untuk melengkapi legalitas usaha. Kepemilikan izin resmi dinilai memberikan kepastian hukum sekaligus mempermudah akses pelaku usaha terhadap program fasilitasi pemerintah.

Ramli turut mengingatkan agar para pelaku UMKM seperti pembuat kerupuk, petis, hingga batik tidak melulu berfokus pada proses produksi semata. Merek strategis dituntut untuk merambah kemitraan, perluasan jaringan distribusi, serta optimalisasi pemasaran digital.

Di sisi lain, Ramli sangat mengapresiasi kepekaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumenep yang menginisiasi forum sarasehan tersebut. Ia berharap seluruh pemikiran yang tercetus tidak menguap begitu saja, melainkan dirangkum menjadi dokumen rekomendasi resmi.

“Kami minta ada dokumen tertulisnya dalam bentuk rekomendasi. Itu menjadi referensi bagi pemerintah daerah,” tegas Ramli.

Dokumen rekomendasi tertulis tersebut nantinya akan difungsikan sebagai landasan acuan Pemkab Sumenep dalam merumuskan kebijakan yang responsif terhadap kondisi riil di lapangan.

“Kami berharap kolaborasi pemerintah, pers, dunia usaha, akademisi, dan unsur masyarakat dapat memperkuat ekosistem UMKM di Sumenep,” tuturnya menutup sambutan.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel beritaku.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Kamtibmas di Kecamatan Guluk-Guluk, Kapolresta Sumenep Gelar Silaturahmi ‘Sambung Roso’ Bersama Tokoh Masyarakat
Sambut Hari Santri Nasional 2026, Bupati Sumenep Wajibkan ASN Berbusana Santri Selama Empat Hari
Pemkab Sumenep Buka Seleksi Calon Komisaris Utama PT Sumekar, Pendaftaran Dibuka Hingga 26 Oktober
Mencuat Narasi ‘Pengalihan Isu’ RS BHC di WhatsApp, Keluarga Dani Tetap Menanti Kejujuran Audit Medis
“Percuma Gedung Seperti Hotel!” Zamrud Khan Semprot Manajemen RS BHC Soal Pelayanan
Strategi Ranjau Narkoba Terbongkar! Kasat Resnarkoba Kompol Sjaiful Pastikan Proses Hukum Berjalan Tegas
Ikhtiar Batin Pemkab Sumenep: Targetkan Pembacaan Surat Al-Waqi’ah 111.111 Kali!
Sepekan Pasien BPJS Meninggal, Publik Pertanyakan Lambatnya Dinkes Sumenep Turun ke RS BHC

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:34 WIB

Perkuat Kamtibmas di Kecamatan Guluk-Guluk, Kapolresta Sumenep Gelar Silaturahmi ‘Sambung Roso’ Bersama Tokoh Masyarakat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:18 WIB

Sambut Hari Santri Nasional 2026, Bupati Sumenep Wajibkan ASN Berbusana Santri Selama Empat Hari

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Pemkab Sumenep Buka Seleksi Calon Komisaris Utama PT Sumekar, Pendaftaran Dibuka Hingga 26 Oktober

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Mencuat Narasi ‘Pengalihan Isu’ RS BHC di WhatsApp, Keluarga Dani Tetap Menanti Kejujuran Audit Medis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:05 WIB

“Percuma Gedung Seperti Hotel!” Zamrud Khan Semprot Manajemen RS BHC Soal Pelayanan

Berita Terbaru