Sepekan Pasien BPJS Meninggal, Publik Pertanyakan Lambatnya Dinkes Sumenep Turun ke RS BHC

Dinkes P2KB Sumenep Sebut Rencana Kunjungan Masih Dibahas Internal, Kadinkes dr. Elliya Fardasah Akui Belum Bertemu Manajemen RS BHC.

- Penulis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 09:49 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Sejumlah jurnalis saat memantau perkembangan penanganan kasus kematian pasien BPJS Moh. Firman Ramadhani di area depan gedung RS Baghraf Health Care (BHC) Sumenep.

Foto: Sejumlah jurnalis saat memantau perkembangan penanganan kasus kematian pasien BPJS Moh. Firman Ramadhani di area depan gedung RS Baghraf Health Care (BHC) Sumenep.

BERITAKU, Sumenep – Duka dan pertanyaan besar keluarga almarhum Moh. Firman Ramadhani alias Dani (22) hingga kini belum mendapat titik terang. Lebih dari sepekan berlalu sejak kepulangan pasien BPJS tersebut, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep ternyata belum juga menurunkan tim evaluasi ke RS Baghraf Health Care (BHC) Sumenep.

Kepala Dinkes P2KB Sumenep, dr. Elliya Fardasah, secara terbuka mengakui bahwa dirinya belum pernah bertemu langsung dengan jajaran manajemen RS BHC guna membahas peristiwa tragis tersebut.

Keterangan mengejutkan itu disampaikan Elliya saat dihubungi melalui sambungan telepon WhatsApp pada Selasa (20/10/2026) sore.

“Sebentar, saya belum bisa berkomentar soal itu ya, mohon maaf. Saya harus memastikan dulu sama teman-teman,” ujarnya saat memberikan konfirmasi awal dari Sumenep.

Elliya membeberkan bahwa interaksi secara resmi antara pihak dinas kesehatan dengan manajemen BHC pascameninggalnya pasien pada Selasa (13/10/2026) lalu memang belum terlaksana.

“Hingga sekarang saya belum bertemu dengan pihak RS BHC Sumenep,” kataya mengakui kondisi di lapangan.

Ia mengklaim bahwa Dinkes P2KB Sumenep sebenarnya memiliki tim evaluasi khusus yang direncanakan untuk melakukan inspeksi ke rumah sakit bersangkutan. Namun, wacana kunjungan tersebut hingga kini belum direalisasikan.

“Jadi di Dinkes P2KB Sumenep itu ada tim evaluasi, nah ini masih direncanakan berkunjung ke RS BHC,” tutur Elliya.

Dengan nada terburu-buru, Elliya kembali menegaskan bahwa rencana mendatangi RS BHC Sumenep masih berada pada tahap wacana tim.

“Ini teman-teman masih mau berkunjung ke RS BHC Sumenep, gitu ya,” ucapnya.

Ketika didesak mengenai tanggal pasti kedatangan tim evaluasi ke rumah sakit, Elliya enggan membeberkan waktu detailnya. Ia beralasan agenda tersebut masih menjadi pembahasan internal dinas.

“Saya belum tahu ya kapan teman-teman akan berkunjung ke RS BHC Sumenep, itu tidak bisa saya sampaikan dulu, itu masih di internal kami mau dianukan, masih mau dibahas ya,” katanya.

Sikap lambat ini makin memicu sorotan publik atas kecepatan respons pemerintah daerah dalam menelusuri dugaan kejanggalan medis. Apalagi, keluarga almarhum di Desa Lenteng Timur masih meragukan rangkaian tindakan yang diberikan perawat sebelum korban kejang dan keluar busa.

Baca Juga  Tak Kapok Masuk Penjara! Residivis Narkoba di Nonggunong Kembali Diciduk Polisi di Jalan Desa

Di sisi lain, Komisi IV DPRD Sumenep sebelumnya telah memasang badan dan berencana memanggil Kadinkes P2KB serta Direktur BHC Sumenep, dr. Tedjo Wahyu Putranto. Namun, Elliya mengaku belum menerima undangan resmi legislatif.

“Sampai sekarang saya masih belum tahu kalau DPRD mau manggil pihak Dinkes P2KB Sumenep, belum ada undangan, gitu,” ujar Elliya menanggapi rencana pemanggilan dewan.

Lambannya gerak dinas kesehatan ini kian berbanding terbalik dengan desakan tokoh hukum Sumenep, Zamrud Khan, yang memintanya transparan. Hingga berita ini diterbitkan, publik masih menunggu keberanian Dinkes dan RS BHC untuk mengumumkan hasil audit medis secara terbuka.

Baca Juga  Saluran Pembuang Air di Gedungan Dipenuhi Sampah Berbau Busuk, Bidang SDA Dinas PUTR Sumenep Memilih Bungkam
Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel beritaku.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Kamtibmas di Kecamatan Guluk-Guluk, Kapolresta Sumenep Gelar Silaturahmi ‘Sambung Roso’ Bersama Tokoh Masyarakat
Sambut Hari Santri Nasional 2026, Bupati Sumenep Wajibkan ASN Berbusana Santri Selama Empat Hari
Pemkab Sumenep Buka Seleksi Calon Komisaris Utama PT Sumekar, Pendaftaran Dibuka Hingga 26 Oktober
Mencuat Narasi ‘Pengalihan Isu’ RS BHC di WhatsApp, Keluarga Dani Tetap Menanti Kejujuran Audit Medis
“Percuma Gedung Seperti Hotel!” Zamrud Khan Semprot Manajemen RS BHC Soal Pelayanan
Dorong Ekosistem Usaha Lokal, Pemkab Sumenep Dampingi UMKM dan Minta Rekomendasi Tertulis dari Sarasehan PWI
Strategi Ranjau Narkoba Terbongkar! Kasat Resnarkoba Kompol Sjaiful Pastikan Proses Hukum Berjalan Tegas
Ikhtiar Batin Pemkab Sumenep: Targetkan Pembacaan Surat Al-Waqi’ah 111.111 Kali!

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:34 WIB

Perkuat Kamtibmas di Kecamatan Guluk-Guluk, Kapolresta Sumenep Gelar Silaturahmi ‘Sambung Roso’ Bersama Tokoh Masyarakat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:18 WIB

Sambut Hari Santri Nasional 2026, Bupati Sumenep Wajibkan ASN Berbusana Santri Selama Empat Hari

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Pemkab Sumenep Buka Seleksi Calon Komisaris Utama PT Sumekar, Pendaftaran Dibuka Hingga 26 Oktober

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Mencuat Narasi ‘Pengalihan Isu’ RS BHC di WhatsApp, Keluarga Dani Tetap Menanti Kejujuran Audit Medis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:05 WIB

“Percuma Gedung Seperti Hotel!” Zamrud Khan Semprot Manajemen RS BHC Soal Pelayanan

Berita Terbaru