Komisi IV DPRD Sumenep Gigit Jari, Janji Laporan Medis RS BHC Tak Kunjung Tiba

Komisi IV DPRD Sumenep Belum Terima Hasil Audit Medis, Ayah Almarhum Dani Tegaskan Belum Pernah Ada Kesepakatan Damai dengan Manajemen.

- Penulis

Minggu, 8 November 2026 - 14:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kondisi kediaman keluarga almarhum Moh. Firman Ramadhani di Dusun Samondung, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, di mana pihak keluarga menegaskan masih menuntut kejelasan medis dan membantah klaim perdamaian dengan RS BHC (8/11/2026).

Foto: Kondisi kediaman keluarga almarhum Moh. Firman Ramadhani di Dusun Samondung, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, di mana pihak keluarga menegaskan masih menuntut kejelasan medis dan membantah klaim perdamaian dengan RS BHC (8/11/2026).

BERITAKU, Sumenep – Penanganan kasus kematian Moh. Firman Ramadhani alias Dani (22), seorang pasien peserta BPJS Kesehatan yang meninggal dunia di Rumah Sakit Baghraf Health Care (RS BHC) Sumenep, Madura, Jawa Timur, hingga kini masih belum menemukan titik terang.

Hingga memasuki awal November 2026, janji dari pihak manajemen rumah sakit untuk membuka hasil investigasi internal terkait penanganan medis korban tak kunjung terealisasi.

Kondisi tersebut sontak memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat mengenai keseriusan pihak manajemen rumah sakit serta ketegasan lembaga legislatif dalam mengawal persoalan yang telah menjadi sorotan publik luas ini.

Sebelumnya, dalam agenda inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan oleh Komisi IV DPRD Sumenep pada Kamis (22/10/2026) lalu, manajemen RS BHC sempat menyampaikan komitmen untuk menyerahkan laporan resmi hasil investigasi internal selambat-lambatnya pada Senin (26/10/2026).

Namun, hingga batas waktu tersebut terlewati, dokumen rekam medis maupun penjelasan rinci mengenai kronologi perawatan almarhum Dani sama sekali tidak diterima oleh pihak lembaga legislatif.

Ketua Komisi IV DPRD Sumenep, Mulyadi, sebelumnya membenarkan bahwa pihak rumah sakit mangkir dari janji penyampaian informasi lanjutan tersebut.

 “Karena BHC janji ke kami bahwa terkait dengan persoalan pasien yang meninggal hari Senin, hari ini dia akan memberikan informasi lebih lanjut. Makanya saya tunggu, kami tunggu,” ungkap Mulyadi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Senin sore (26/10/2026).

Mulyadi mengaku pihaknya masih terus menunggu itikad baik komunikasi dari manajemen rumah sakit, kendati hingga Jumat pagi (30/10/2026) belum ada satu pun perkembangan berarti yang dilaporkan kepada dirinya.

“Hingga saat ini tidak ada kabar, sampai saya pulang dari luar kota pun belum menghubungi saya lagi pihak rumah sakit itu,” imbuhnya.

Sikap tertutup dari manajemen RS BHC ini turut memantik reaksi keras dari anggota Komisi IV DPRD Sumenep lainnya, K. Sami’oeddin.

Baca Juga  "Percuma Gedung Seperti Hotel!" Zamrud Khan Semprot Manajemen RS BHC Soal Pelayanan

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut mendesak agar Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep segera turun tangan mempertemukan pihak rumah sakit secara langsung dengan keluarga korban.

“Kalau saya sebenarnya begini, sebaiknya dan secepatnya Dinkes P2KB Sumenep mempertemukan RS BHC dengan keluarga korban,” tegas Sami’oeddin di Gedung DPRD Sumenep, Sabtu (31/10/2026).

Menurut Sami’oeddin, penyelesaian kasus hilangnya nyawa seseorang tidak cukup hanya diselesaikan lewat komunikasi informal, melainkan membutuhkan kejelasan dokumen tertulis secara administratif.

Baca Juga  Polantas Jangan Cari-Cari Kesalahan Pengendara, Kapolresta Sumenep Kombes Ariek Siapkan Sanksi Tegas

Di sisi lain, tokoh hukum sekaligus aktivis senior Sumenep, Zamrud Khan, melayangkan kritik tajam terhadap keberanian dan keseriusan lembaga DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan legislatifnya.

Zamrud menilai para wakil rakyat seharusnya tidak boleh berhenti sebatas melakukan sidak seremonial tanpa ada langkah kelembagaan yang konkret ketika pihak rumah sakit terbukti melanggar komitmen.

Ia bahkan secara terbuka mendorong DPRD Sumenep untuk mengambil langkah tegas dengan melayangkan surat kepada pemilik RS BHC guna mendesak evaluasi total hingga pencopotan posisi direktur rumah sakit.

“Kan harusnya DPRD itu justru membuat surat dan menyampaikan kepada Pak Said agar Direktur Rumah Sakit BHC segera diganti karena tidak memiliki kepedulian kepada masyarakat,” ujar Zamrud.

Zamrud mengingatkan bahwa institusi DPRD merupakan representasi suara rakyat banyak, sehingga para anggota dewan dituntut memprioritaskan kepentingan publik di atas segalanya.

Sementara itu, di tengah kemelut mandeknya penanganan ini, mencuat pula klaim sepihak yang menyebutkan bahwa persoalan antara keluarga almarhum Dani dan manajemen RS BHC telah diselesaikan secara damai.

Baca Juga  Wujudkan Transparansi Anggaran, Desa Ketawang Karay Ganding Sabet Predikat Desa Informatif pada KI Award 2026

Kabar tersebut langsung dibantah mentah-mentah oleh ayah kandung almarhum, H. Hayatullah, yang menegaskan bahwa keluarganya tidak pernah memberikan mandat atau menyatakan sepakat berdamai dengan pihak rumah sakit.

Saat ditemui di kediamannya di Dusun Samondung pada Senin (2/11/2026), H. Hayatullah meluruskan bahwa pertemuan tatap muka terakhir dengan pihak manajemen rumah sakit murni sebatas kunjungan berbela sungkawa yang terjadi pada 16 Oktober 2026 lalu.

“Tidak ada pertemuan lagi, hanya di tanggal 16 Oktober 2026,” tegas H. Hayatullah.

Ia menegaskan bahwa pihak keluarga hingga detik ini masih bersabar menanti keputusan serta penjelasan resmi secara transparan terkait sebab-akibat kematian putranya, sehingga narasi yang menyebut kasus ini telah selesai adalah tidak benar.

Hingga berita ini diturunkan, Direktur RS BHC Sumenep dr. Tedjo Wahyu Putranto maupun Manager Humas dan Marketing Sandra Rahestri belum memberikan keterangan resmi maupun penjelasan substantif guna menjawab tuntutan keluarga serta publik.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel beritaku.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Skandal Penyadapan Presiden Prabowo: Irjen Slamet Uliandi Jadi Tersangka Baru!
Sikat 8 Jaringan Curanmor Lintas Provinsi, Polresta Banyuwangi Ringkus 28 Tersangka dan Sita Puluhan Motor
Kasus Korupsi Dana Bencana BNPB: KPK Kembali Periksa Adik Mantan Kepala BNPB
Kasus Penyadapan Presiden Prabowo: Irjen Ahrie Sonta Buka Suara Usai Jadi Tersangka
Kisruh Kas Paguyuban Grand Symphony Sumenep Memanas: Warga Ungkap Misteri Saldo Peralihan Puluhan Juta
Sapu Bersih Buronan Internasional di Pintu Perbatasan, Kapolri Luncurkan Aplikasi I-GHAS 24/7 Bersama Ditjen Imigrasi
Tragedi Penembakan di Tiro Pidie Renggut Korban Jiwa, Yusril Ihza Mahendra Desak Penyelidikan Tuntas!
Kemenperin Beberkan Skema Capaian TKDN Kendaraan, Gaikindo Sebut Mobil Lokal Tembus 92 Persen

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 14:39 WIB

Komisi IV DPRD Sumenep Gigit Jari, Janji Laporan Medis RS BHC Tak Kunjung Tiba

Sabtu, 7 November 2026 - 22:48 WIB

Skandal Penyadapan Presiden Prabowo: Irjen Slamet Uliandi Jadi Tersangka Baru!

Sabtu, 7 November 2026 - 22:14 WIB

Sikat 8 Jaringan Curanmor Lintas Provinsi, Polresta Banyuwangi Ringkus 28 Tersangka dan Sita Puluhan Motor

Sabtu, 7 November 2026 - 21:56 WIB

Kasus Korupsi Dana Bencana BNPB: KPK Kembali Periksa Adik Mantan Kepala BNPB

Sabtu, 7 November 2026 - 21:44 WIB

Kasus Penyadapan Presiden Prabowo: Irjen Ahrie Sonta Buka Suara Usai Jadi Tersangka

Berita Terbaru