BERITAKU, Jakarta – Persidangan lanjutan atas kasus dugaan pencemaran nama baik dan fitnah terkait tudingan ijazah palsu yang menyeret nama Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), kembali menyita perhatian luas publik.
Berlangsung di ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur pada Kamis (5/11/2026), agenda persidangan menghadirkan momen penting ketika Jokowi secara tegas menepis berbagai rumor miring mengenai keaslian dokumen akademisnya.
Di hadapan majelis hakim dan para pihak yang hadir, Jokowi memastikan tanpa ragu bahwa potret wajah yang tersemat pada lembar ijazah Strata 1 (S1) miliknya merupakan foto dirinya sendiri, alih-alih sosok orang lain seperti yang dituduhkan selama ini.
Dalam sesi tanya jawab di persidangan, jaksa penuntut umum sempat mengonfirmasi perihal isu yang menyebutkan bahwa foto tersebut identik dengan kerabat jauhnya yang bernama Dumatno Budi Utomo.
“Tadi di situ kan ada foto ya Saudara saksi, ya? Ada foto. Itu foto Saudara saksi atau foto Dumatno Budi Utomo?” tanya jaksa menggali keterangan di persidangan.
Tanpa jeda, Jokowi langsung memberikan bantahan tegas dan meluruskan asumsi keliru tersebut secara logis.
“Foto saya Yang Mulia. Untuk apa dipasang fotonya Dumatno Budi Utomo?” jawab Jokowi dengan nada mantap.
Lebih lanjut, mantan kepala negara itu mengenang kembali penampilan fisiknya pada masa lampau tatkala sesi pengambilan pas foto ijazah S1 tersebut dilakukan, di mana dirinya kala itu mengenakan kacamata serta memelihara kumis.
Menyinggung ihwal sosok Dumatno Budi Utomo yang sempat dilemparkan ke ruang publik, Jokowi membenarkan bahwa yang bersangkutan memang memiliki ikatan kekerabatan sebagai sepupu jauh dari garis keturunan kakeknya.
Namun, ia lantas membeberkan fakta hitungan tahun lahir yang sekaligus mematahkan narasi liar di luar sana.
“Dumatno Budi Utomo ini adalah sepupu saya, sepupu jauh dari kakek. Dia lahir 1977. Artinya, pada saat saya lulus, dia masih umur 8 tahun,” ungkap Jokowi memaparkan detail silsilah dan usia.
Jokowi juga menyampaikan keheranannya terhadap alur logika pihak-pihak yang gemar menyebar luaskan fitnah bahwa dokumen ijazah miliknya sengaja ditempeli foto orang lain.
“Pertanyaannya, untuk apa ijazah yang saya peroleh, saya ganti foto Dumatno. Mestinya kebalik, mestinya Dumatno lulus apa, saya pasangi foto saya. Kan seperti itu,” imbuhnya menegaskan ketidakmasukakalan tudingan tersebut.
“Sekali lagi, saat itu umurnya baru 8 tahun,” tegas Jokowi mengulangi argumen telaknya.
Polemik mengenai kemunculan nama Dumatno Budi Utomo sendiri sejatinya bermula pada 12 November 2025 silam, tatkala Roy Suryo melontarkan klaim di ruang publik bahwa foto pada ijazah tersebut bukanlah milik Jokowi.
Kala itu, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga tersebut membeberkan analisa fisik yang mengeklaim adanya perbedaan bentuk struktur wajah, garis bibir, hingga leher yang dinilai tidak identik dengan figur Jokowi, seraya mengarahkan dugaan kemiripan kepada sosok Dumatno.
Dalam momentum yang sama, Roy Suryo ketika itu juga sempat membuka identitas Dumatno ke hadapan publik sebagai sepupu dari sang mantan presiden.
Namun melalui kesaksian langsung di muka sidang pengadilan kali ini, seluruh spekulais dan diskursus nir-dasar tersebut berhasil dijawab tuntas langsung oleh pemilik sah ijazah bersangkutan.














Komentar