Susi Pudjiastuti Angkat Bicara Soal Heli TNI AD Jatuh di Kalteng: Tuntut Korporasi Ganti Rugi!

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Tegaskan Perusahaan Harus Bertanggung Jawab Penuh Atas Kerusakan Lingkungan, Kerugian Negara, hingga Biaya Operasional Helikopter.

- Penulis

Kamis, 5 November 2026 - 21:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus pemilik maskapai Susi Air, Susi Pudjiastuti, saat memberikan tanggapan tegas mendesak penuntutan hukum terhadap korporasi pembakar hutan menyusul insiden gugurnya prajurit TNI AD di Kalimantan Tengah.

Foto: Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus pemilik maskapai Susi Air, Susi Pudjiastuti, saat memberikan tanggapan tegas mendesak penuntutan hukum terhadap korporasi pembakar hutan menyusul insiden gugurnya prajurit TNI AD di Kalimantan Tengah.

BERITAKU, Kalimantan Tengah – Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, turut memberikan sorotan tajam dan keprihatinan mendalam atas insiden kecelakaan helikopter Mi-17V5 milik TNI Angkatan Darat (AD) yang terjatuh saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.

Helikopter yang membawa delapan orang kru tersebut mengalami musibah di wilayah Pematang Limau, Kabupaten Seruyan, pada Rabu (4/11/2026), ketika tengah melakukan manuver pengambilan air untuk operasi water bombing.

Menanggapi bencana lingkungan yang merenggut nyawa aparat negara tersebut, Susi Pudjiastuti melayangkan desakan keras agar pemerintah tidak tinggal diam dan berani menuntut korporasi yang terbukti melakukan pembakaran hutan secara sengaja.

Menurut pengusaha penerbangan kawakan ini, karhutla tidak hanya menimbulkan kerugian ekologis yang masif, tetapi juga membebankan kerugian negara serta berdampak buruk langsung pada keselamatan masyarakat.

“Tuntut korporasi pembakar lahan dengan pidana dan ganti rugi kerugian negara, masyarakat dan lingkungan,” tulis Susi Pudjiastuti melalui akun X pribadinya, @susipudjiastuti, pada Rabu (4/11/2026).

Tidak hanya sebatas menuntut pemulihan kawasan hutan dan denda kerugian negara, Susi secara tegas meminta agar seluruh biaya operasional maupun kerugian materiel matra militer yang dikerahkan turut dibebankan kepada pihak korporasi.

“Termasuk helikopter ini pun dan biaya operasinya harus mereka ganti,” lanjut Susi menegaskan.

Pernyataan terbuka yang telah disaksikan oleh lebih dari 54 ribu pengguna media sosial tersebut langsung memantik gelombang dukungan luas dari warganet. Sebagian besar publik sepakat bahwa penegakan hukum terhadap korporasi harus mencakup seluruh aspek kerugian, termasuk jaminan kompensasi bagi keluarga prajurit yang gugur.

“Setuju Bu Susi, mereka harus ganti kerugian dari kebakaran hutan, penggunaan aset negara, termasuk relawan yang gugur pun harus mendapat kompensasi bagi keluarganya,” tulis akun X @aba*******z merespons cu tersebut.

“Sangat setuju karena ini kalau udah musim hujan, udah teratasi, dilupakan semua. Enggak bakal ada efek jera,” sahut akun X @ris*******7.

Di sisi lain, insiden tragis yang menimpa armada penerbad TNI AD pada Rabu (4/11/2026) tersebut menyisakan duka mendalam. Berdasarkan pembaruan data resmi, tiga orang prajurit dikonfirmasi gugur dalam tugas mulia ini setelah sebelumnya satu prajurit dilaporkan meninggal dunia saat proses evakuasi darurat.

Baca Juga  Pasukan Tiga Matra TNI Mendadak Geser ke Jakarta! Kapuspen Tegaskan Respons Kesiapsiagaan Negara

Ketiga prajurit pahlawan lingkungan tersebut masing-masing adalah Letkol Cpn (Anm) Dudi Firmansyah, Kapten Cpn (Anm) Nurhafiz Akbar, serta Sertu (Anm) Heri Prasetyo.

Baca Juga  Peringati Maulid dan Manaqib Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, TQN Suryalaya Sumenep Perkuat Sanad Spiritual

Berdasarkan kronologi resmi TNI AD, helikopter tersebut mulanya lepas landas dari Kuala Pembuang sekitar pukul 09.55 WIB menuju kawasan Telaga Pulang guna melaksanakan misi pemadaman di area strategis Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).

Baca Juga  Mencuat Narasi 'Pengalihan Isu' RS BHC di WhatsApp, Keluarga Dani Tetap Menanti Kejujuran Audit Medis

Namun nahas, sekira pukul 11.18 WIB, armada udara tersebut mengalami kecelakaan saat tengah berupaya mengambil pasokan air di perairan Desa Sungai Perlu. Tim SAR gabungan yang menerima laporan langsung bergerak cepat melakukan operasi penyelamatan melalui jalur udara dan laut.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel beritaku.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gunung Bromo Erupsi Mendadak Pukul 17.11 WIB, Asap Kelabu Terus Keluar Hingga Malam Hari
Sidang Ijazah Jokowi: Foto Dumatno Budi Utomo Kembali Disorot, Ini Fakta Persidangannya
“Semua Saya Bawa!” Aksi Terbuka Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli di Depan Majelis Hakim
Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Karhutla di Kalteng, Tiga Prajurit Gugur
Sembunyikan Sabu di Lipatan Sarung, Pria Asal Lenteng Diringkus Satresnarkoba Polresta Sumenep
Ubah Ruang Meeting Jadi Ajang Kemanusiaan, MYZE Hotel Sumenep Sukses Gelar Donor Darah Gratis!
Pasukan Tiga Matra TNI Mendadak Geser ke Jakarta! Kapuspen Tegaskan Respons Kesiapsiagaan Negara
Heboh Pembalut Kena Pajak 11 Persen, Menteri PPPA Arifah Fauzi Buka Suara: “Tunggu Kabar Baik!”

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 23:18 WIB

Gunung Bromo Erupsi Mendadak Pukul 17.11 WIB, Asap Kelabu Terus Keluar Hingga Malam Hari

Kamis, 5 November 2026 - 21:58 WIB

Sidang Ijazah Jokowi: Foto Dumatno Budi Utomo Kembali Disorot, Ini Fakta Persidangannya

Kamis, 5 November 2026 - 21:49 WIB

“Semua Saya Bawa!” Aksi Terbuka Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli di Depan Majelis Hakim

Kamis, 5 November 2026 - 21:32 WIB

Susi Pudjiastuti Angkat Bicara Soal Heli TNI AD Jatuh di Kalteng: Tuntut Korporasi Ganti Rugi!

Kamis, 5 November 2026 - 21:24 WIB

Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Karhutla di Kalteng, Tiga Prajurit Gugur

Berita Terbaru