Longsor Terjang Pelaga Eco Park Badung, Dua Wisatawan Tertimbun Kini Dalam Pencarian Tim SAR

Sebanyak 127 Personel Gabungan Dikerahkan Menyisir Tukad Yeh Kilap hingga Bendungan Batulantang Guna Menemukan Korban yang Tertimbun Material Tebing.

- Penulis

Rabu, 4 November 2026 - 01:19 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kondisi penginapan berbasis tenda glamping di kawasan Pelaga Eco Park, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali pascamusibah tanah longsor yang menerjang area tersebut, Selasa (3/11/2026).

Foto: Kondisi penginapan berbasis tenda glamping di kawasan Pelaga Eco Park, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali pascamusibah tanah longsor yang menerjang area tersebut, Selasa (3/11/2026).

BERITAKU, Bali – Upaya pencarian maraton terhadap dua orang wisatawan penginapan glamping Pelaga Eco Park, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali, masih terus diupayakan secara intensif oleh tim SAR gabungan hingga Selasa (3/11/2026) pagi.

Kedua wisatawan yang diketahui menghuni unit Room 6 tersebut diduga kuat tertimbun material tanah longsor dan hanyut setelah tebing di sekitar area penginapan mendadak ambrol.

Bencana tanah longsor tersebut menerjang area wisata alam setempat pada Minggu (1/11/2026) malam sekitar pukul 23.00 WITA, menyusul guyuran hujan deras dengan intensitas tinggi yang melanda kawasan Badung utara sejak sore hari.

Gumpalan material tanah tebing yang gugur menerjang sejumlah unit fasilitas penginapan, bahkan dilaporkan ada satu unit glamping yang hancur dan hanyut terbawa derasnya arus sungai di bawah kawasan tersebut.

Baca Juga  Borong 3 Juara 1 Syariah Award Jatim, Pemkab Sumenep Ukir Prestasi Ekonomi Syariah

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali, I Gede Agung Teja Bhusana, menjelaskan bahwa saat petaka tersebut terjadi, terdapat puluhan wisatawan yang tengah menghabiskan masa liburan di lokasi penginapan.

“Saat kejadian terdapat 23 tamu menginap, 21 berhasil selamat, sementara dua masih dalam pencarian, yaitu satu orang lokal atas nama Bangkit Mubarok dan satu orang asing yang identitasnya belum diketahui,” ungkap I Gede Agung Teja Bhusana pada Senin (2/11/2026).

Ia menambahkan, bencana hidrometeorologi ini dipicu oleh cuaca ekstrem dengan curah hujan yang sangat tinggi mencapai 121 milimeter per hari di sekitar kawasan Desa Pelaga.

Baca Juga  Diduga Jadi Korban Rekayasa Kredit Oknum BRI, Pensiunan di Sumenep Berjuang 7 Tahun Menuntut Keadilan

Musibah alam ini turut merusakkan setidaknya empat dari total 25 unit tenda glamping yang berdiri di atas kawasan penginapan seluas empat hektare tersebut.

Merespons laporan darurat tersebut, jajaran Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas) bersama instansi terkait langsung menerjunkan tim penyelamat menuju lokasi musibah.

“Kami sudah memberangkatkan sembilan personel tim rescue dari pos Jimbaran menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan resmi pada pukul 06.10 Wita,” terang Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya.

Operasi pencarian besar-besaran ini melibatkan sedikitnya 127 personel gabungan yang terdiri dari unsur Basarnas, BPBD, kepolisian, TNI, serta potensi relawan penanggulangan bencana lainnya.

Baca Juga  Strategi Ranjau Narkoba Terbongkar! Kasat Resnarkoba Kompol Sjaiful Pastikan Proses Hukum Berjalan Tegas

Guna mempercepat proses pencarian korban di tengah tumpukan tanah, petugas turut mengerahkan anjing pelacak K9 milik kepolisian serta melakukan penyisiran menyusuri aliran Sungai Tukad Yeh Kilap hingga bermuara ke kawasan Bendungan Batulantang.

Namun hingga Senin sore, keberadaan kedua korban belum berhasil ditemukan. Tim SAR gabungan di lapangan dihadapkan pada kendala medan yang ekstrem, kecuraman tebing, ketebalan material tanah dan pohon, serta potensi hujan susulan.

BPBD Bali mencatat bahwa gelombang cuaca ekstrem belakangan ini telah memicu rentetan bencana alam sedikitnya di 64 titik lokasi yang tersebar di wilayah Bali, mulai dari peristiwa tanah longsor, pohon tumbang, hingga musibah jalan amblas.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel beritaku.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gunung Bromo Erupsi Mendadak Pukul 17.11 WIB, Asap Kelabu Terus Keluar Hingga Malam Hari
Sidang Ijazah Jokowi: Foto Dumatno Budi Utomo Kembali Disorot, Ini Fakta Persidangannya
“Semua Saya Bawa!” Aksi Terbuka Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli di Depan Majelis Hakim
Susi Pudjiastuti Angkat Bicara Soal Heli TNI AD Jatuh di Kalteng: Tuntut Korporasi Ganti Rugi!
Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Karhutla di Kalteng, Tiga Prajurit Gugur
Sembunyikan Sabu di Lipatan Sarung, Pria Asal Lenteng Diringkus Satresnarkoba Polresta Sumenep
Ubah Ruang Meeting Jadi Ajang Kemanusiaan, MYZE Hotel Sumenep Sukses Gelar Donor Darah Gratis!
Pasukan Tiga Matra TNI Mendadak Geser ke Jakarta! Kapuspen Tegaskan Respons Kesiapsiagaan Negara

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 23:18 WIB

Gunung Bromo Erupsi Mendadak Pukul 17.11 WIB, Asap Kelabu Terus Keluar Hingga Malam Hari

Kamis, 5 November 2026 - 21:58 WIB

Sidang Ijazah Jokowi: Foto Dumatno Budi Utomo Kembali Disorot, Ini Fakta Persidangannya

Kamis, 5 November 2026 - 21:49 WIB

“Semua Saya Bawa!” Aksi Terbuka Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli di Depan Majelis Hakim

Kamis, 5 November 2026 - 21:32 WIB

Susi Pudjiastuti Angkat Bicara Soal Heli TNI AD Jatuh di Kalteng: Tuntut Korporasi Ganti Rugi!

Kamis, 5 November 2026 - 21:24 WIB

Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Karhutla di Kalteng, Tiga Prajurit Gugur

Berita Terbaru