Instruksi Bupati Fauzi Diabaikan, Dinkes P2KB Sumenep Belum Juga Periksa Kasus Kematian Dani di RS BHC

Hampir Seminggu Usai Bupati Tegaskan Tim Akan Bergerak, Kadinkes drg Elliya Fardasah Bungkam dan Kunjungan Evaluasi Masih Sebatas Rencana.

- Penulis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:08 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep drg. Elliya Fardasah (depan) dengan latar belakang Kantor Dinas Kesehatan P2KB Sumenep (kiri) dan RS Baghraf Health Care (BHC) Sumenep (kanan).

Foto: Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Sumenep drg. Elliya Fardasah (depan) dengan latar belakang Kantor Dinas Kesehatan P2KB Sumenep (kiri) dan RS Baghraf Health Care (BHC) Sumenep (kanan).

BERITAKU, Sumenep – Instruksi tegas Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo yang meminta Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) segera mendatangi dan mengecek kasus kematian pasien BPJS di Rumah Sakit Baghraf Health Care (BHC) hingga kini belum membuahkan kejelasan hasil pemeriksaan bagi publik.

Pernyataan Bupati Fauzi yang dilontarkan pada Kamis, 22 Oktober 2026 lalu, sempat menerbitkan harapan besar bahwa misteri kematian Moh. Firman Ramadhani alias Dani (22) bakal diusut secara cepat dan transparan. Namun, realisasi investigasi di lapangan hingga saat ini masih memicu tanda tanya besar.

Saat memberikan keterangan kala itu, Bupati Fauzi secara meyakinkan menggaransi bahwa jajaran Dinkes P2KB Sumenep akan langsung bergerak mendatangi rumah sakit swasta tersebut guna membedah penyebab pasti insiden yang merenggut nyawa santri muda asal Lenteng Timur tersebut.

“Hari ini Dinkes P2KB Sumenep dipastikan akan bergerak, saya pastikan itu untuk mengecek ke RS BHC apa yang sebenarnya terjadi,” tegas Fauzi pada Kamis (22/10/2026).

Sayangnya, instruksi eksplisit dari orang nomor satu di Pemkab Sumenep tersebut belum diimbangi dengan informasi terbuka dari dinas teknis terkait mengenai perkembangan investigasi medis.

Baca Juga  DPR RI Sepakati Batas Akhir Pengesahan RUU Perampasan Aset pada 15 Desember 2026

Sebelumnya, Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg. Elliya Fardasah, sempat menyatakan bahwa agenda kunjungan tim evaluasi ke RS BHC masih sebatas tahap perencanaan awal dan belum memiliki jadwal pasti di papan kerja.

Pernyataan senada turut disampaikan Sekretaris Dinkes P2KB Sumenep, Moh. Nur Insan, pada Kamis (22/10/2026). Ia menyampaikan bahwa rencana sidak ke RS BHC kemungkinan baru dilaksanakan pada pekan berikutnya, meski dirinya belum bisa mengonfirmasi apakah struktur tim investigasi sudah resmi dibentuk atau belum.

“Tapi informasi selentingan, saya mendengar bahwa Dinkes Sumenep akan mengeksekusi Minggu depan,” kata Nur Insan saat dikonfirmasi via telepon.

“Rencana kunjungan ke RS BHC itu Minggu depan, kan ini rencana, bisa cepat bisa saja Minggu depan. Tapi setahu saya Insyaallah Minggu depan,” sambungnya menekankan sifat rencana tersebut.

Kini lambannya langkah Dinkes P2KB tidak hanya soal kapan tim benar-benar menginjajkan kaki di RS BHC. Masyarakat dan keluarga almarhum Dani membutuhkan kepastian mengenai cakupan audit medis, siapa saja pakar yang dilibatkan, serta transparansi hasil laporan.

Baca Juga  Pengendara Scoopy Diciduk di Pamolokan Sumenep, Polisi Sita Paket Sabu Siap Edar

Di tengah penantian publik yang kian meninggi, upaya jurnalis untuk meminta keterangan konfirmasi langsung kepada Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg. Elliya Fardasah, belum membuahkan hasil. Panggilan telepon wartawan hingga Rabu (28/10/2026) tidak direspons.

Baca Juga  Sepekan Misteri Kematian Firman: Manajemen RS BHC dan Kadinkes Sumenep Sama-Sama Ke Luar Kota!

Sikap pasif dan tanpa penjelasan terbaru dari pimpinan instansi kesehatan daerah tersebut membuat pengawasan terhadap kasus penanganan medis di RS BHC kian simpang siur.

Pernyataan resmi Bupati Fauzi seyogianya menempatkan Dinkes P2KB sebagai garda terdepan dalam membongkar fakta. Oleh karena itu, kejelasan eksekusi instruksi bupati sangat penting agar komitmen pemerintah daerah tidak dinilai berhenti sebatas retorika di hadapan publik.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel beritaku.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bongkar Pabrik Sabu 1,2 Ton di Aceh, Petinggi Narkotika China Temui Kapolri di Mabes Polri!
Koneksikan Destinasi Wisata Hingga Pelabuhan, Pemkab Sumenep Rancang Terobosan ‘Sumenep Connect’!
Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98, Kapolresta Sumenep Ajak Personel Teladani Semangat Patriotisme
Karpet Merah untuk Media Lain, Wartawan Pengawal Kasus Dani Malah Dihalangi Satpam RS BHC!
Dukung Operasi Patuh Semeru 2026, Polresta Sumenep Perketat Kedisiplinan Personel Lewat Gaktibplin
Hampir Dua Pekan Kasus Dani Bergulir, Janji Investigasi Dinkes P2KB Sumenep Masih Menggantung
Turun Langsung ke SPBU Gedungan! Kapolresta Sumenep Peringatkan Pelaku Penyelewengan BBM
Pembunuh Ibu dan Anak Asal Bogor Ditangkap, Dwi Bagus Martono Digelandang ke Polda Jatim

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Instruksi Bupati Fauzi Diabaikan, Dinkes P2KB Sumenep Belum Juga Periksa Kasus Kematian Dani di RS BHC

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:36 WIB

Bongkar Pabrik Sabu 1,2 Ton di Aceh, Petinggi Narkotika China Temui Kapolri di Mabes Polri!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Koneksikan Destinasi Wisata Hingga Pelabuhan, Pemkab Sumenep Rancang Terobosan ‘Sumenep Connect’!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:10 WIB

Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98, Kapolresta Sumenep Ajak Personel Teladani Semangat Patriotisme

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Karpet Merah untuk Media Lain, Wartawan Pengawal Kasus Dani Malah Dihalangi Satpam RS BHC!

Berita Terbaru