Sepekan Misteri Kematian Firman: Manajemen RS BHC dan Kadinkes Sumenep Sama-Sama Ke Luar Kota!

Sepekan Pascameninggalnya Pasien BPJS Asal Lenteng Timur, Manajemen RS BHC dan Kepala Dinkes P2KB Sumenep Kompak Sedang Berada di Luar Kota.

- Penulis

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:21 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Sejumlah awak media saat berusaha meminta konfirmasi langsung kepada petugas keamanan RS Baghraf Health Care (BHC) Sumenep terkait keberadaan pihak manajemen rumah sakit.

Foto: Sejumlah awak media saat berusaha meminta konfirmasi langsung kepada petugas keamanan RS Baghraf Health Care (BHC) Sumenep terkait keberadaan pihak manajemen rumah sakit.

BERITAKU, Sumenep – Tepat sepekan setelah Moh. Firman Ramadhani alias Dani meninggal dunia di RS Baghraf Health Care (BHC) Sumenep, misteri penanganan medis pasien BPJS tersebut belum menemui titik terang. Upaya jurnalis meminta penjelasan langsung dari manajemen rumah sakit kembali menemui jalan buntu pada Senin (19/10/2026) pagi.

Kedatangan awak media di RS BHC Sumenep disambut oleh petugas keamanan setempat, Moh. Fauroq. Petugas sempat berkoordinasi ke dalam area lobi untuk mengecek keberadaan Humas RS BHC, Sandra Rahestri.

“Apakah sudah ada janjian, kami akan mencoba menghubungi Ibu Sandra,” kata Fauroq sebelum masuk ke ruang lobi rumah sakit, Senin (19/10/2026).

Namun, tak lama kemudian Fauroq mengabarkan bahwa jajaran manajemen RS BHC Sumenep telah bertolak ke Surabaya. Keberangkatan mendadak tersebut diklaim untuk memenuhi panggilan dari tokoh nasional asal Sumenep, MH Said Abdullah.

“Pihak manajemen dipanggil Buya Said, sudah berangkat, berikut jajarannya baru saja berangkat,” ujar Fauroq saat menemui kembali awak media.

Saat ditanya mengenai jadwal kepulangan jajaran pimpinan rumah sakit, petugas keamanan tersebut mengaku tidak memiliki kepastian waktu.

“Tidak tahu kalau itu, soalnya tidak menentu waktunya,” tambahnya.

Sikap tertutup ini memperpanjang penantian keluarga almarhum Firman di Desa Lenteng Timur. Sebelumnya, perwakilan keluarga berinisial Y membeberkan bahwa pihak rumah sakit telah berkunjung ke rumah duka, namun belum mau memberikan hasil audit medis.

“Mereka belum bisa menjawab. Kata mereka investigasinya belum selesai,” kata Y membeberkan hasil pertemuan tersebut.

Kondisi ini sejalan dengan kritik menohok dari tokoh hukum Sumenep, Zamrud Khan. Ia menilai RS BHC tidak boleh membiarkan persoalan keselamatan jiwa menggantung tanpa transparansi publik.

“Pihak rumah sakit BHC Sumenep ini bersifat tertutup, baik kepada publik maupun media. Padahal, dia menjalankan fungsi pelayanan kesehatan. Harusnya lebih terbuka, welcome kepada teman-teman media pers, sehingga tidak perlu muncul prasangka atau kecurigaan yang tidak baik,” kata Zamrud.

Zamrud juga mempertanyakan profesionalitas dan kualifikasi dokter yang menangani almarhum saat kritis.

“Ini ada pasien yang meninggal, apakah proses penanganannya itu secara maksimal? Itu yang pertama. Yang kedua, pada saat penanganan itu apakah ditangani oleh dokter-dokter yang kompetensinya berkaitan langsung dengan penyakit pasien,” tegasnya.

Upaya konfirmasi terpisah ke kantor Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep juga nihil hasil. Kepala Dinkes P2KB Sumenep, dr. Elliya Fardasah, dilaporkan sedang berada di luar kota sejak beberapa hari lalu.

“Di luar kota, sama keluarganya, sudah sejak beberapa hari yang lalu, dari Yogyakarta lanjut ke agenda lain,” tutur petugas resepsionis Kantor Dinkes P2KB Sumenep.

Hingga berita ini ditayangkan, baik manajemen RS BHC, MH Said Abdullah, maupun Dinkes P2KB Sumenep belum memberikan keterangan resmi mengenai hasil investigasi medis kematian Firman. Redaksi terus membuka ruang klarifikasi dan hak jawab demi menjaga keberimbangan informasi.

Baca Juga  Polresta Sumenep Gelar Korp Raport Kenaikan Pangkat Pengabdian dan Pelepasan Purna Tugas
Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel beritaku.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ditinggal di Atas Kursi Rusak Pinggir Jalan, Bayi Laki-Laki Ditemukan Warga Prenduan Sumenep
Sentuh Warga Kepulauan Sumenep, Said Abdullah Kucurkan Bantuan Rp23 Juta Bedah Rumah di Raas!
Soroti Kematian Pasien Firman, Zamrud Khan: Status BPJS Tidak Boleh Kurangi Kualitas Layanan Medis RS BHC
Paris Mencekam! Demo Kenaikan Biaya Hidup Meletus Jadi Kerusuhan Hebat, 1.200 Orang Diangkut Polisi
Tak Kapok Masuk Penjara! Residivis Narkoba di Nonggunong Kembali Diciduk Polisi di Jalan Desa
Ribuan Warga Sumenep Memadati JJS Hari Parlemen, Kehadiran Anggota Dewan Justru Dipertanyakan
“Orang Datang Berobat Bukan Untuk Mati!” Zamrud Khan Desak RS BHC Buka Rekam Medis Firman
Terlibat Kasus Sabu 1,75 Gram, Dua Oknum Kades di Sumenep Ditangkap Satresnarkoba Polresta Sumenep

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Ditinggal di Atas Kursi Rusak Pinggir Jalan, Bayi Laki-Laki Ditemukan Warga Prenduan Sumenep

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:21 WIB

Sepekan Misteri Kematian Firman: Manajemen RS BHC dan Kadinkes Sumenep Sama-Sama Ke Luar Kota!

Minggu, 18 Oktober 2026 - 23:40 WIB

Sentuh Warga Kepulauan Sumenep, Said Abdullah Kucurkan Bantuan Rp23 Juta Bedah Rumah di Raas!

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Soroti Kematian Pasien Firman, Zamrud Khan: Status BPJS Tidak Boleh Kurangi Kualitas Layanan Medis RS BHC

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Paris Mencekam! Demo Kenaikan Biaya Hidup Meletus Jadi Kerusuhan Hebat, 1.200 Orang Diangkut Polisi

Berita Terbaru