x

Usung Tema Keraton Sumenep, MEC 2026 Jadi Wadah Silaturahmi Bangsawan dan Tokoh Adat Se-Indonesia

waktu baca 2 menit
Senin, 21 Sep 2026 11:58 7 Beritaku

BERITAKU, Sumenep — Gelaran Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 yang diinisiasi oleh Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS) bekerja sama dengan Pemkab Sumenep menjadi momentum bersejarah. Ajang tahunan ini menjadi titik temu puluhan raja, sultan, pangeran, serta kerabat kerajaan dari berbagai penjuru Nusantara pada Sabtu (19/9/2026) malam di depan Labang Mesem Keraton Sumenep.

Mengusung tema utama “Keraton Sumenep”, perhelatan kali ini menghadirkan tokoh-tokoh penting Kesultanan dan Kerajaan Adat Indonesia. Di antaranya:

Lampung: PYM SPDB Drs. Pangeran Edward Syah Pernong, S.H., M.H. (Sultan Sekala Brak ke-23 / Deklarator MAKN).

Maluku Utara: PYM Ahmad Sjah (Sultan Jailolo, Halmahera Barat).

Kalimantan Timur: PYM Adji Raden Mohammad Bakhrun (Sultan Gunung Tabur).

Cirebon: PYM Pangeran Handi, S.E., M.M. (Raja Kaprabon XI) yang hadir memboyong rombongan penari dan seniman.

Sulawesi Selatan: YM Andi Idris Manginruru A. Idjo Daeng Buang Karaengta Katangka (Kerajaan Gowa) dan YM Andi Mardiani We Padauleng Karaeng Suginna, S.Pd., M.Pd. (KaOpuan Benteng Selayar).

Banten, Gorontalo, & DIY: YM Roswati Lasimpala (Kerajaan Gorontalo), YM Tb Suroso (Kesultanan Banten), YM KRAy T. Roro Fitria (Kesultanan Yogyakarta), serta YM Dra. Hj. KRAy T. Yani WSS Kuswodijoyo (Puro Pakualaman / Sekjen MAKN).

Kesultanan Sumenep: YM R. Yumei Sulistyo, Psi., M.M., MNLP.

Ketua Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS), M. Hariri, mengungkapkan bahwa kehadiran para bangsawan Nusantara ini memberikan warna tersendiri sekaligus menegaskan fungsi MEC sebagai wadah diplomasi dan silaturahmi budaya.

“Kehadiran tokoh kerajaan dan kesultanan dari berbagai daerah bukan sekadar menambah kemeriahan, melainkan menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antarkerajaan serta mempertemukan kembali beragam warisan sejarah Nusantara di Kabupaten Sumenep,” ujar M. Hariri.

Rangkaian acara yang berlangsung di sepanjang Jalan Dr. Soetomo, Kelurahan Pajagalan, ini sukses menyedot perhatian ribuan pasang mata dan menempatkan Kabupaten Sumenep sebagai etalase utama pelestarian budaya bangsa.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x