BERITAKU, Surabaya — Provinsi Jawa Timur mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang mengesankan sebesar 5,84 persen, melampaui laju pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,45 persen. Capaian ini semakin memperkokoh posisi Jawa Timur sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kawasan sekaligus penopang utama ketahanan pangan nasional.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjelaskan bahwa lompatan ekonomi daerah ditopang oleh pengembangan 13 kawasan industri, dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), serta kawasan industri halal. Selain itu, Jawa Timur menjadi hub logistik vital yang menyuplai hingga 80 persen kebutuhan logistik di 17 provinsi di Indonesia.
“Peran ini bertumpu pada kemampuan Jawa Timur menghubungkan produksi dengan pasar, mempertemukan investasi dengan potensi daerah, serta memperkuat hubungan ekonomi antara wilayah Indonesia bagian barat dan timur,” papar Khofifah.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi masif Jawa Timur terhadap ketersediaan pangan nasional pada momentum Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.
Jawa Timur berhasil menduduki peringkat pertama secara nasional untuk produksi berbagai komoditas pangan utama, meliputi padi, jagung, daging ayam, telur, gula, hingga susu.
“Selamat Hari Jadi Jawa Timur yang ke-81. Luar biasa, Jawa Timur berkembang dengan pesat, khususnya sektor pertanian. Produksi padi nomor satu, jagung nomor satu, ayam dan telur nomor satu, gula juga nomor satu, susu juga nomor satu,” puji Mentan Amran Sulaiman.
Mentan menilai, kunci utama kesuksesan tersebut terletak pada solidnya sinergi dan kekompakan antara jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Gubernur dan Wakil Gubernur) bersama seluruh pimpinan serta anggota DPRD Jawa Timur.
“Luar biasa Ibu Gubernur, Pak Wagub, Ketua DPRD, Wakil Ketua DPRD, dan anggota DPRD kompak semua. Inilah hasilnya kalau kompak, produksinya naik,” pungkas Mentan.













Komentar