x

Dua Periode Tak Tersentuh Perbaikan, Pemdes Padike Dinilai Diskriminatif Alokasikan Dana Desa

waktu baca 2 menit
Jumat, 21 Agu 2026 14:03 6 Beritaku

BERITAKU, Sumenep — Gelombang kekecewaan melanda warga Dusun Jati Laok, Desa Padike, Kecamatan Talango. Akses jalan utama yang menjadi sarana vital perekonomian dan pendidikan warga dibiarkan rusak parah selama dua periode kepemimpinan Kepala Desa Padike, Hj. Safa Atun Nuriyah (H. Nunung).

Kondisi infrastruktur yang terbengkalai tersebut memicu dugaan diskriminasi dalam pengalokasikan anggaran pembangunan desa. Warga menyoroti ruas jalan di dusun lain yang dilaporkan telah mendapatkan pengaspalan hingga dua kali, sementara akses di Dusun Jati Laok tak kunjung tersentuh perbaikan meskipun desa mengelola kucuran Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) bernilai miliaran rupiah setiap tahunnya.

“Kami merasa dianaktirikan. Sudah dua periode kepemimpinan Kades Padike, jalan di tempat kami dibiarkan rusak. Padahal ini akses vital sehari-hari untuk angkut hasil tani dan anak-anak sekolah,” ungkap seorang warga setempat berinisial IF, Kamis (20/8/2026).

Kecurigaan warga kian menguat lantaran petugas desa kerap turun ke lapangan untuk mengukur jalan tanpa ada realisasi pembangunan fisik secara nyata.
Merasa diabaikan, warga Dusun Jati Laok melayangkan ultimatum keras kepada Pemdes Padike untuk memprioritaskan perbaikan jalan pada tahun anggaran berjalan. Jika desakan tersebut kembali diacuhkan, warga menegaskan siap menggelar aksi protes dengan menanam pohon dan mempersempit bahu jalan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Padike maupun Kades H. Nunung belum memberikan konfirmasi atau keterangan resmi terkait tuduhan diskriminasi anggaran dan tuntutan warga tersebut.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x