
Kisah Rudi Asal Desa Kolor: Mengais Rezeki Halal dari Ban Bekas demi Sambung Hidup di Sumenep BERITAKU, Sumenep — Di tengah maraknya tren gengsi dan tingginya persaingan kerja di kalangan anak muda, sosok Rudi (38) memberikan teladan nyata tentang ketekunan dan kerja keras. Pria asal Desa Kolor, Kabupaten Sumenep ini memilih jalan mandiri dengan menekuni usaha pencarian dan penjualan ban bekas kendaraan sejak tahun 2017 hingga 2026 saat ini.

Langkah ini diambil Rudi berawal dari keterbatasan lapangan pekerjaan formal di Sumenep serta besaran upah buruh harian yang dirasanya belum mencukupi kebutuhan hidup bulanan. Daripada berpangku tangan, ia memilih mendatangi bengkel ke bengkel untuk membeli ban-ban bekas hasil pergantian kendaraan warga.
“Saya bekerja menjual ban bekas dari tahun 2017 sampai sekarang 2026 karena lapangan pekerjaan yang minim dan upah buruh juga di Sumenep tidak cukup untuk kebutuhan saya dalam sebulan,” ungkap Rudi tulus saat menceritakan awal perjalanannya.
Berkat konsistensi selama hampir satu dekade, usaha yang dirintis dari jalanan ini menjadi penopang utama ekonomi keluarganya. Ban bekas yang dikumpulkan dipilah dengan cermat; sebagian yang masih layak pakai dijual kembali sebagai opsi ekonomis bagi warga lokal, sementara sisanya disalurkan ke penampung daur ulang.

Kisah Rudi dari Desa Kolor menjadi inspirasi penting bagi generasi muda bahwa tidak ada pekerjaan yang rendah selama dilakukan secara halal, jujur, dan tekun.

Tidak ada komentar