Istri Sah Dwi Bagus Buka Suara, Tepis Tudingan Tahu soal Pernikahan Siri sang Suami dengan Korban

Gelar Konferensi Pers di Kota Madiun, Martha Amalia Beberkan Pengakuan Suami hingga Permintaan Merahasiakan Laporan dari Pihak Kepolisian dan Kuasa Hukum.

- Penulis

Selasa, 3 November 2026 - 11:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kolase tersangka kasus pembunuhan keji Dwi Bagus Martono (kiri) saat menjalani tahapan penyidikan kepolisian bersanding dengan istri sahnya, Martha Amalia Iflahah (kanan), yang memberikan klarifikasi terbuka kepada media di Kota Madiun.

Foto: Kolase tersangka kasus pembunuhan keji Dwi Bagus Martono (kiri) saat menjalani tahapan penyidikan kepolisian bersanding dengan istri sahnya, Martha Amalia Iflahah (kanan), yang memberikan klarifikasi terbuka kepada media di Kota Madiun.

BERITAKU, Madiun – Martha Amalia Iflahah (34) yang merupakan istri sah dari pelaku pembunuhan keji di Madiun, Dwi Bagus Martono (40) akhirnya buka suara kepada publik untuk pertama kalinya.

Martha membeberkan fakta bahwa dirinya baru mengetahui Dqi Bagus telah menikah siri dengan korban Dini Hardiyanti (30) selama 2 tahun.

“Saya baru mengetahui itu langsung dengan pernyataan suami saya itu di tanggal 10 Oktober 2026. Itu harinya saya ingat di hari Sabtu, malam Minggu waktu sekitar bakda Maghrib,” ujar Martha dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Mercure, Kota Madiun pada Senin, 2 Oktober 2026.

“Dia minta maaf sambil sujud-sujud dan menangis kepada saya karena dia punya perempuan lain dan sudah 2 tahun dia nikahi,” imbuhnya.

Sempat mendapat tudingan bahwa ada keterlibatan dirinya dalam kasus pembunuhan DH dan anaknya, AG (4), Martha mengungkap fakta lainnya.

“Asumsi yang beredar di masyarakat dan di luaran sana, bahwasanya saya dinilai sudah mengetahui hubungan suami saya dengan istri sirinya,” kata Martha.

Dwi Bagus Meminta Polisi Merahasiakan Kasus Hilangnya Korban

Baca Juga  Didukung Said Abdullah Institute, Lomba Mancing HUT ke-81 RI di Desa Kolor Bertabur Hadiah

Dalam konferensi pers itu, Martha menyebut bahwa Dwi Bagus diam-diam sudah membuat laporan orang hilang dan menyewa pengacara, serta meminta kepada pihak terkait untuk tidak memberi tahu persoalan tersebut kepada dirinya.

“Saat suami saya melaporkan orang hilang ke Polres, suami saya menyampaikan kepada pihak Polres untuk tidak di-blow up secara langsung karena memang istri sah belum mengetahui,” jelas Martha.

Permintaan serupa juga dilakukan oleh Dwi Bagus kepada pengacara yang telah disewanya.

“Termasuk pada saat itu suami saya juga sudah menyewa pengacara untuk kasus orang hilang itu. Dia juga menyampaikan ke kuasa hukumnya bahwasanya mohon untuk tidak disampaikan kepada istri saya terlebih dahulu dan itu bisa diverifikasi kebenarannya kepada yang bersangkutan,” terangnya.

“Memang saya benar-benar tidak mengetahui dia sudah punya hubungan dengan orang lain, bahkan sampai menikah siri,” lanjutnya.

Sebelumnya, usai pra-rekonstruksi yang dijalani oleh Dwi Bagus beberapa waktu lalu, sempat ramai tudingan diduga dari pihak keluarga korban bahwa ada pelaku lain yang terlibat.

Baca Juga  Pembunuh Ibu dan Anak Asal Bogor Ditangkap, Dwi Bagus Martono Digelandang ke Polda Jatim

Nama Martha pun sempat ramai di media sosial dan dituding ikut dalam tindakan brutal yang dilakukan oleh Dwi Bagus kepada kedua korban.

Baca Juga  Angin Segar! Insentif Rp1,5 Juta Bagi 5.050 Guru Nonsertifikasi di Sumenep Segera Cair

Adapun kasus pembunuhan keji yang menuai perhatian nasional ini bermula dari laporan keluarga DH (30) dan AGF (4) pada 5 Oktober 2026 di Polres Madiun.

Keluarga melaporkan keduanya dengan karena dianggap hilang tanpa kabar.

Polisi kemudian mengarahkan penyelidikan ke dugaan pembunuhan dan menangkap DBM di Jombang pada 25 Oktober 2026, serta telah menetapkannya sebagai tersangka.

Proses pra-rekonstruksi juga telah dilakukan di 3 lokasi, yakni di hotel, rumah orang tua tersangka, dan rumah tersangka dengan total mempergakan 48 adegan terkait dugaan pembunuhan tersebut.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel beritaku.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pasukan Tiga Matra TNI Mendadak Geser ke Jakarta! Kapuspen Tegaskan Respons Kesiapsiagaan Negara
Heboh Pembalut Kena Pajak 11 Persen, Menteri PPPA Arifah Fauzi Buka Suara: “Tunggu Kabar Baik!”
Longsor Terjang Pelaga Eco Park Badung, Dua Wisatawan Tertimbun Kini Dalam Pencarian Tim SAR
Polri Tetapkan Mantan Kapolri dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden
Abaikan Instruksi Bupati Fauzi! Kadinkes Sumenep drg. Ellya Fardasah Mendadak Bungkam Soal RS BHC
Sidak Malam di Pagerungan Besar: Polsek Sapeken Gulung Dua Pemuda Pemilik Poket Sabu
Keluarga Korban Bongkar Fakta Baru: Klaim Damai RS BHC Sumenep Ternyata Mentah di Mata Orang Tua Dani!
Pastikan Arus Pagi Kondusif, Kapolresta Sumenep Cek Langsung Pengaturan Lalu Lintas di Simpang Tiga Arya Wiraraja

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 01:49 WIB

Pasukan Tiga Matra TNI Mendadak Geser ke Jakarta! Kapuspen Tegaskan Respons Kesiapsiagaan Negara

Rabu, 4 November 2026 - 01:28 WIB

Heboh Pembalut Kena Pajak 11 Persen, Menteri PPPA Arifah Fauzi Buka Suara: “Tunggu Kabar Baik!”

Rabu, 4 November 2026 - 01:19 WIB

Longsor Terjang Pelaga Eco Park Badung, Dua Wisatawan Tertimbun Kini Dalam Pencarian Tim SAR

Rabu, 4 November 2026 - 01:00 WIB

Polri Tetapkan Mantan Kapolri dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden

Selasa, 3 November 2026 - 13:38 WIB

Abaikan Instruksi Bupati Fauzi! Kadinkes Sumenep drg. Ellya Fardasah Mendadak Bungkam Soal RS BHC

Berita Terbaru