Karpet Merah untuk Media Lain, Wartawan Pengawal Kasus Dani Malah Dihalangi Satpam RS BHC!

MH Efendi dan Mazdon Ungkap Hambatan Peliputan di RS BHC, Sebut Pimpinan Selalu Menghindar Berbeda Saat Ditemui Media Lain.

- Penulis

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Sejumlah awak media saat mendatangi area depan Rumah Sakit Baghraf Health Care (BHC) Sumenep guna meminta konfirmasi terkait polemik kasus kematian pasien Moh. Firman Ramadhani alias Dani.

Foto: Sejumlah awak media saat mendatangi area depan Rumah Sakit Baghraf Health Care (BHC) Sumenep guna meminta konfirmasi terkait polemik kasus kematian pasien Moh. Firman Ramadhani alias Dani.

BERITAKU, Sumenep – Upaya investigasi dan peliputan yang dilakukan sejumlah wartawan untuk menguak tabir di balik polemik kematian santri muda Moh. Firman Ramadhani alias Dani (22) di Rumah Sakit Baghraf Health Care (BHC) Sumenep, Jawa Timur, terus menemui jalan terjal.

Para jurnalis mengaku berulang kali mengalami kesulitan mendasar saat hendak meminta konfirmasi langsung kepada Direktur maupun manajemen rumah sakit terkait penanganan medis almarhum yang sempat disuntik perawat sebelum wafat.

Kondisi tersebut memunculkan kecurigaan kuat di kalangan insan pers mengenai adanya perlakuan tidak adil atau diskriminatif terhadap media yang secara khusus fokus mengawal kasus kematian Dani.

Wartawan Madurapost.com, MH Efendi, membeberkan bahwa setiap kali dirinya mendatangi gedung RS BHC guna meminta penjelasan resmi, langkahnya selalu dihentikan oleh petugas keamanan dengan dalih Standar Operasional Prosedur (SOP).

Baca Juga  Tragedi Pademawu Pamekasan: Diduga Kambuh Gangguan Kejiwaan, Ibu Tega Tusuk Anak Kandung Hingga Tewas

Menurut Efendi, satpam selalu kompak berujar bahwa Direktur maupun bagian Hubungan Masyarakat (Humas) sedang tidak berada di tempat karena ada tugas luar kota.

 “Setiap kali saya datang ke RS BHC untuk melakukan konfirmasi, pasti dihadang satpam. Alasannya, direktur dan humas selalu tidak ada karena sedang di luar kota,” ungkap MH Efenditerkait hambatan yang ia hadapi.

Kendati demikian, Efendi mencium adanya kejanggalan nyata lantaran perlakuan berbeda dirasakannya ketika ada media lain yang datang meliput topik di luar kasus kematian Dani.

“Yang aneh, ketika media lain datang untuk melakukan konfirmasi kasus selain kematian Dani, mereka justru seperti diberi karpet merah. Direkturnya berani berbicara kepada media tersebut,” imbuhnya bernada heran.

Senada dengan Efendi, jurnalis dimadura.id, Mazdon, turut melontarkan kekecewaan serupa atas tertutupnya akses informasi di rumah sakit swasta mewah tersebut. Ia menilai manajemen RS BHC memperlihatkan gelagat diskriminatif terhadap tim media yang konsisten mengawal kasus kematian tragis tersebut.

 “RS BHC bisa dikatakan diskriminatif kepada kita, media yang mengawal kematian Dani. Kalau bukan demikian, kenapa direktur dan manajemen tidak mau dikonfirmasi sama kita?” ujar Mazdon.

Mazdon bahkan menyayangkan sikap pimpinan rumah sakit yang terkesan menghindari para pencari fakta jurnalistik.

“Bahkan ketemu saja dengan kita sepertinya direktur dan manajemen RS BHC alergi kepada kita,” tegasnya.

Di sisi lain, publik Kabupaten Sumenep tentu masih menanti penjelasan yang transparan dan berbasis data medis yang akurat mengenai kronologi kematian Dani. Keterangan bahwa pasien meninggal usai menerima suntikan tentu tidak serta-merta menjadi vonis hukum, sehingga klarifikasi resmi dari Direktur RS BHC dr. Tedjo Wahyu Putranto sangat mendesak agar polemic ini tidak berujung pada spekulasi liar di tengah masyarakat.

Baca Juga  "Percuma Gedung Seperti Hotel!" Zamrud Khan Semprot Manajemen RS BHC Soal Pelayanan

Hingga berita ini diturunkan, redaksi masih membuka ruang lebar bagi manajemen RS BHC Sumenep untuk memberikan hak jawab, penjelasan prosedur konfirmasi, serta perkembangan penanganan perkara demi terciptanya informasi yang berimbang.

Baca Juga  KPK Tetapkan 5 Tersangka Korupsi Dana Bencana BNPB, Termasuk Adik Kepala BNPB Bima Setyawan
Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel beritaku.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dukung Operasi Patuh Semeru 2026, Polresta Sumenep Perketat Kedisiplinan Personel Lewat Gaktibplin
Hampir Dua Pekan Kasus Dani Bergulir, Janji Investigasi Dinkes P2KB Sumenep Masih Menggantung
Turun Langsung ke SPBU Gedungan! Kapolresta Sumenep Peringatkan Pelaku Penyelewengan BBM
Pembunuh Ibu dan Anak Asal Bogor Ditangkap, Dwi Bagus Martono Digelandang ke Polda Jatim
Sorotan Kasus Dani Belum Mereda, RS BHC Kembali Diterpa Keluhan Lambannya Respons Nakes!
Perkuat Toleransi Beragama, Kapolresta Sumenep Gelar Kegiatan ‘Minggu Kasih’ di GPdI Jalan Trunojoyo
Cegah Bullying dan Tawuran Pelajar, Polda Jatim Resmi Luncurkan Program ‘Polisi Jogo Sekolah’
Gebrakan Operasi Sikat Semeru 2026: Polresta Sumenep Bekuk 10 Tersangka dari 9 Kasus Kejahatan!

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Karpet Merah untuk Media Lain, Wartawan Pengawal Kasus Dani Malah Dihalangi Satpam RS BHC!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:21 WIB

Dukung Operasi Patuh Semeru 2026, Polresta Sumenep Perketat Kedisiplinan Personel Lewat Gaktibplin

Senin, 26 Oktober 2026 - 19:37 WIB

Hampir Dua Pekan Kasus Dani Bergulir, Janji Investigasi Dinkes P2KB Sumenep Masih Menggantung

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Turun Langsung ke SPBU Gedungan! Kapolresta Sumenep Peringatkan Pelaku Penyelewengan BBM

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:07 WIB

Pembunuh Ibu dan Anak Asal Bogor Ditangkap, Dwi Bagus Martono Digelandang ke Polda Jatim

Berita Terbaru