Jangkau Wilayah Kepulauan, Pemkab Sumenep Integrasikan SIMPUS ke Ekosistem SATUSEHAT

- Penulis

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:34 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ilustrasi

Foto : Ilustrasi

BERITAKU, Sumenep — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mempercepat transformasi digital di sektor kesehatan melalui pengintegrasian Sistem Informasi Puskesmas (SIMPUS) dengan ekosistem Rekam Medis Elektronik (RME) platform SATUSEHAT Kemenkes RI.

Langkah strategis ini diambil guna menghadirkan pelayanan kesehatan masyarakat yang lebih modern, cepat, transparan, dan terhubung hingga ke wilayah kepulauan.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-P2KB) Kabupaten Sumenep, drg. Ellya Fardasah, M.Kes., menyampaikan bahwa integrasi sistem ini memungkinkan data medis pasien dikelola secara elektronik dan dapat diakses antar fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).

“Melalui SIMPUS ini, data rekam medis pasien dikelola secara elektronik dan terhubung langsung dengan platform SATUSEHAT. Data kesehatan tidak lagi terisolasi di masing-masing Puskesmas, melainkan menjadi bagian dari ekosistem informasi kesehatan yang terintegrasi secara nasional,” ujar Ellya Fardasah, Sabtu (10/10/2026).

Fitur Utama dan Manfaat SIMPUS Terintegrasi

Integrasi SIMPUS dengan ekosistem digital SATUSEHAT mencakup pengelolaan data klinis pasien secara real-time, meliputi:

Rekam Medis Elektronik (RME): Riwayat medis pasien yang terstruktur dan aman.

Diagnosis & Tindakan Medis: Pencatatan penanganan medis yang akurat.

Riwayat Obat & Alergi: Mencegah risiko salah obat atau reaksi alergi pasien.

Hasil Lab & Radiologi: Pertukaran data hasil pemeriksaan penunjang secara digital.

Penerapan RME ini sangat vital bagi karakteristik geografis Kabupaten Sumenep yang terdiri dari wilayah daratan dan kepulauan, sehingga pasien yang dirujuk antar fasyankes tidak perlu lagi membawa berkas rekam medis fisik.

“Transformasi digital kesehatan bukan sekadar penggunaan teknologi, melainkan bagaimana teknologi hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan tenaga kesehatan melalui layanan yang lebih cepat, efisien, serta berbasis data yang valid,” tegasnya.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel beritaku.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Cekik, Tendang, dan Ancam Bunuh Istri, Pria di Pandian Sumenep Ditangkap Polresta
Peringati Hari Parlemen 2026, DPRD Sumenep Gelar ‘Jalan Sehat Politik’ Bertabur Hadiah Rp100 Juta
Gandeng Komisi Informasi, DPC PKDI Sumenep Susun Standar Layanan Informasi Publik Desa
GMNI dan BEM Sumenep Gelar Mimbar Rakyat di DPRD: Tolak Perubahan Nomenklatur dan Tuntut KeberpihakaYn Pengelolaan Migas
Mobilitas Tinggi dan Pernikahan Dini Jadi Tantangan Berat Penanganan Stunting di Sumenep
Pastikan Akurasi Program Kesehatan Kerja, DKP2KB Sumenep Validasi Data PJ Kesjaor dan UKK Puskesmas
Partisipasi Posyandu Tembus 95 Persen, Angka Stunting di Sumenep Turun Signifikan Menjadi 11,2 Persen
BNNK Sumenep Gandeng Diskominfo Bekali Relawan Antinarkoba Literasi Digital dan Public Speaking

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Diduga Cekik, Tendang, dan Ancam Bunuh Istri, Pria di Pandian Sumenep Ditangkap Polresta

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Peringati Hari Parlemen 2026, DPRD Sumenep Gelar ‘Jalan Sehat Politik’ Bertabur Hadiah Rp100 Juta

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Gandeng Komisi Informasi, DPC PKDI Sumenep Susun Standar Layanan Informasi Publik Desa

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:57 WIB

GMNI dan BEM Sumenep Gelar Mimbar Rakyat di DPRD: Tolak Perubahan Nomenklatur dan Tuntut KeberpihakaYn Pengelolaan Migas

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Jangkau Wilayah Kepulauan, Pemkab Sumenep Integrasikan SIMPUS ke Ekosistem SATUSEHAT

Berita Terbaru