BERITAKU, Sumenep — Tumpukan sampah yang memadati saluran pembuang Air di Desa Gedungan, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, mengundang keluhan keras dari warga setempat. Kondisi aliran air yang tersumbat limbah tersebut memicu aroma tidak sedap yang dinilai sangat mengganggu kenyamanan pemukiman sekitar.
Salah seorang warga setempat, Yanto, menuturkan bahwa tumpukan sampah yang dibiarkan membusuk di saluran air tersebut kini makin meresahkan warga sekitar lokasi kejadian.
“Sampah di saluran pembuang air ini sangat mengganggu warga karena menimbulkan bau yang tidak sedap,” ujar Yanto dengan nada kecewa.
Sayangnya, kondisi yang berpotensi memicu penyakit dan banjir saat musim hujan ini terkesan dibiarkan tanpa adanya tindakan tegas maupun langkah pembersihan dari instansi terkait.
Sikap pasif ditunjukkan oleh pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Sumenep. Kasi Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUTR Sumenep, Eva Resmani, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan resmi terkait langkah konkret yang akan diambil untuk mengatasi keluhan tumpukan sampah tersebut.
Warga berharap Pemkab Sumenep dan Dinas PUTR segera turun ke lokasi untuk melakukan penanganan fisik serta memberikan edukasi agar fungsi saluran pembuang air kembali normal.
Tidak ada komentar