Reaksi Mengejutkan Ketua DPRD Sumenep Soal Kasus BHC: “Nanti Saya Dimarahi Pak Said!”

Klaim Adanya Pertemuan Damai Dibantah Tegas Pihak Keluarga Almarhum Dani yang Menegaskan Tetap Menagih Penjelasan Medis Secara Transparan.

- Penulis

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:12 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua DPRD Kabupaten Sumenep H. Zainal Arifin mengenakan busana adat daerah

Foto: Ketua DPRD Kabupaten Sumenep H. Zainal Arifin mengenakan busana adat daerah

BERITAKU, Sumenep – Pernyataan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, H. Zainal Arifin, saat diwawancarai awak media mengenai kasus kematian pasien di Rumah Sakit Baghraf Health Care (RS BHC) Sumenep justru memunculkan tanda tanya baru di tengah masyarakat.

Alih-alih memberikan penjelasan mendalam mengenai langkah pengawasan legislatif atas kasus tersebut, politisi PDI Perjuangan itu justru spontan menyinggung nama tokoh politik nasional Said Abdullah ketika awak media menggali sikap serta pengetahuannya terkait persoalan yang terus menyedot perhatian publik ini.

Awalnya, Zainal mempertanyakan alasan jurnalis kembali memuat persoalan kematian pasien RS BHC tersebut. Ia beralasan telah mendapat kabar bahwa keluarga almarhum telah memaafkan pihak rumah sakit serta telah menggelar pertemuan bersama manajemen BHC.

“Memangnya kenapa dengan RS BHC Sumenep dengan kematian itu? Keluarga besar yang meninggal kan memaafkan dan sudah ada pertemuan antara pihak BHC dengan pihak keluarga,” ujar Zainal pada Sabtu (31/10/2026) siang.

Ia mengaku memperoleh informasi soal klaim perdamaian tersebut dari internal Komisi IV DPRD Sumenep. Menurut catatan informasi yang diterimanya, keluarga pasien dan manajemen BHC telah duduk bersama guna menyelesaikan polemik kematian itu secara kekeluargaan.

Baca Juga  Imbauan BMKG untuk Nelayan Sumenep: Pantau Informasi Cuaca Sebelum Berlayar Ke Kepulauan

Namun, sewaktu awak media mencecar apakah kesepahaman itu telah dituangkan dalam surat kesepakatan tertulis yang sah atau sebatas pembicaraan lisan semata, Zainal memilih untuk tidak memberikan jawaban pasti.

Ia justru menyarankan agar pertanyaan mengenai detail kesepakatan itu dikonfirmasi langsung kepada manajemen rumah sakit swasta tersebut.

“Itu bisa ditanya ke RS BHC, bukan kepada saya,” tegasnya.

Suasana wawancara lantas berubah menyedot perhatian tatkala Zainal secara gamblang mengaitkan pertanyaan wartawan seputar RS BHC dengan sosok Said Abdullah.

“Kenapa nanyak ke saya soal BHC, nanti saya dimarahi Pak Said,” ucap Zainal secara terbuka.

Sebagaimana diketahui, pasien BPJS berusia 22 tahun bernama Moh. Firman Ramadhani alias Dani meninggal dunia di RS BHC Sumenep pada Selasa (13/10/2026) lalu.

Namun, polemik mengenai dugaan kekeliruan penanganan medis yang merenggut nyawa Dani hingga kini belum menemui titik terang. Di tengah bergulirnya klaim perdamaian yang disampaikan Ketua DPRD, pihak keluarga almarhum justru secara tegas membantah telah menyepakati penyelesaian damai dengan RS BHC.

Baca Juga  Cegah Permainan Lokal Punah, KKP Sumenep Ajak Pelajar SD/MI Adu Ketangkasan Bal Budhi

Keluarga menegaskan bahwa esensi utama yang mereka tuntut bukanlah sekadar forum silaturahmi atau wacana perdamaian, melainkan transparansi medis mendasar atas kronologi perburukan kondisi Dani sebelum menghembuskan napas terakhir.

Pihak keluarga hingga saat ini masih memendam kecurigaan mendalam terkait kondisi fisik Dani. Pasalnya, kondisi almarhum sempat dilaporkan membaik secara signifikan, sebelum akhirnya mengalami muntah-muntah hebat tak lama setelah menerima suntikan obat pada pagi hari menjelang kematiannya.

Sepupu almarhum berinisial Y menegaskan bahwa ayah kandung Dani tidak pernah memandatkan atau mengutus pihak mana pun untuk bernegosiasi damai dengan manajemen RS BHC Sumenep.

“Kalau Bapak Mahmudi mengambil inisiatif untuk menjadi penengah, mungkin iya. Paman saya sampai sekarang tidak mengutus siapa pun untuk komunikasi ke sana. Kalaupun ada yang kami utus bertemu pihak RS BHC, itu semata-mata untuk mendapat penjelasan secara medis terkait kematian Dani,” ungkap Y menerangkan posisi keluarga.

Menurut Y, manajemen rumah sakit bahkan belum pernah mengajukan draf atau upaya perdamaian secara resmi kepada pihak keluarga. Sebaliknya, keluarga masih setia menunggu janji pemaparan rekam medis dan hasil investigasi internal.

“Sampai saat ini RS BHC tidak mengeluarkan statement apa pun dan menjelaskan secara medis tragedi ini terjadi,” sesalnya.

Y menceritakan bahwa tatkala jajaran manajemen RS BHC datang bertakziah ke rumah duka beberapa waktu lalu, mereka sempat berjanji akan menyampaikan hasil investigasi internal secara transparan. Namun, hingga penghujung Oktober 2026 ini, janji tersebut dinilai hanya menjadi angin lalu.

“Kami sampai saat ini masih menunggu hasil investigasi dan penjelasan hasilnya secara medis dari RS BHC Sumenep,” imbuh Y.

Di tempat terpisah, upaya konfirmasi berulang terus dilayangkan oleh jurnalis estoria.id dan Madura Post kepada pihak RS BHC pada Sabtu (31/10/2026) sore. Sambungan telepon WhatsApp yang ditujukan kepada Manager Humas dan Marketing RS BHC Sumenep, Sandra Rahestri, tampak berdering namun tidak kunjung mendapat tanggapan maupun penjelasannya hingga artikel ini dipublikasikan.

Baca Juga  Modus Titip Paket Antar Pulau Terbongkar! Polsek Kangean Ringkus Pengirim Sabu Menuju Kangayan
Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel beritaku.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satreskrim Polresta Sumenep Gelar Jumat Berkah di Yayasan Al-Istiqomah
Oknum Perawat Puskesmas Dasuk Diciduk Satresnarkoba Polresta Sumenep
Polantas Jangan Cari-Cari Kesalahan Pengendara, Kapolresta Sumenep Kombes Ariek Siapkan Sanksi Tegas
Polresta Sumenep Gelar Apel Satgas Pre-Emptive Strike ‘Polisi Jogo Sekolah’, Kombes Ariek Tegaskan Pentingnya Pencegahan Dini
Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan, MYZE Hotel Sumenep by ARTOTEL Tanam Ribuan Mangrove di Saronggi
Habis Kesabaran! Keluarga Almarhum Dani Pilih Lapor ke Komisi IV DPRD Sumenep
Siswa Berulang Kali Keracunan MBG, Mendagri Kembali Dorong Satgas Pengawas
Instruksi Bupati Fauzi Diabaikan, Dinkes P2KB Sumenep Belum Juga Periksa Kasus Kematian Dani di RS BHC

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:12 WIB

Reaksi Mengejutkan Ketua DPRD Sumenep Soal Kasus BHC: “Nanti Saya Dimarahi Pak Said!”

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Satreskrim Polresta Sumenep Gelar Jumat Berkah di Yayasan Al-Istiqomah

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Oknum Perawat Puskesmas Dasuk Diciduk Satresnarkoba Polresta Sumenep

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:46 WIB

Polantas Jangan Cari-Cari Kesalahan Pengendara, Kapolresta Sumenep Kombes Ariek Siapkan Sanksi Tegas

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:18 WIB

Polresta Sumenep Gelar Apel Satgas Pre-Emptive Strike ‘Polisi Jogo Sekolah’, Kombes Ariek Tegaskan Pentingnya Pencegahan Dini

Berita Terbaru