Jaga Stabilitas Harga, Bos HM Target Beli 1.000 Ton Tembakau Petani Madura di Musim Panen 2026

- Penulis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 12:51 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gudang Daramista Sumenep Mulai Buka, Bos HM Imbau Petani Tidak Petik Tembakau Muda

Gudang Daramista Sumenep Mulai Buka, Bos HM Imbau Petani Tidak Petik Tembakau Muda

BERITAKU, Sumenep — Memasuki musim panen tembakau 2026, pengusaha rokok lokal Sumenep, H. Mukmin alias Bos HM, resmi memulai pembelian perdana tembakau di Gudang Daramista, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, Kamis (20/8/2026).

Pada musim panen tahun ini, Bos HM menargetkan penyerapan hingga 1.000 ton tembakau dari para petani di seluruh wilayah Madura. Langkah penyerapan besar-besaran ini diambil sebagai alternatif pasar sekaligus upaya menjaga harga tembakau tetap stabil di tengah belum bukanya pembelian dari pabrikan rokok nasional.

“Rencana kita beli seribu ton. Pembelian ini menggunakan sistem konsorsium modal bersama. Cakupan kita bukan hanya Sumenep, tapi seluruh Tembakau Madura, termasuk dari Sampang,” ujar Haji Mukmin di lokasi gudang.

Untuk kisaran harga, Bos HM menetapkan tarif berbasis kualitas dan lokasi tanam:
Tembakau Sawah: Dipatok mulai Rp50.000 hingga Rp60.000 per kilogram.
Tembakau Gunung & Tegal Gunung: Dipatok mulai Rp60.000 hingga Rp72.000 per kilogram.

Di sisi lain, Bos HM mengimbau keras agar petani dan penebas tidak terburu-buru memetik tembakau yang masih muda hanya demi mengejar penjualan awal. Menurutnya, pemetikan dini sangat merugikan petani karena mengurangi bobot serta merusak kualitas daun.

Ia juga berharap perusahaan rokok skala besar seperti PT Djarum, Gudang Garam, dan PT HM Sampoerna Tbk. bisa segera membuka gudang pembelian agar seluruh hasil panen petani Madura terserap secara maksimal.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel beritaku.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Cekik, Tendang, dan Ancam Bunuh Istri, Pria di Pandian Sumenep Ditangkap Polresta
Peringati Hari Parlemen 2026, DPRD Sumenep Gelar ‘Jalan Sehat Politik’ Bertabur Hadiah Rp100 Juta
Gandeng Komisi Informasi, DPC PKDI Sumenep Susun Standar Layanan Informasi Publik Desa
GMNI dan BEM Sumenep Gelar Mimbar Rakyat di DPRD: Tolak Perubahan Nomenklatur dan Tuntut KeberpihakaYn Pengelolaan Migas
Jangkau Wilayah Kepulauan, Pemkab Sumenep Integrasikan SIMPUS ke Ekosistem SATUSEHAT
Mobilitas Tinggi dan Pernikahan Dini Jadi Tantangan Berat Penanganan Stunting di Sumenep
Pastikan Akurasi Program Kesehatan Kerja, DKP2KB Sumenep Validasi Data PJ Kesjaor dan UKK Puskesmas
Partisipasi Posyandu Tembus 95 Persen, Angka Stunting di Sumenep Turun Signifikan Menjadi 11,2 Persen

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Diduga Cekik, Tendang, dan Ancam Bunuh Istri, Pria di Pandian Sumenep Ditangkap Polresta

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Peringati Hari Parlemen 2026, DPRD Sumenep Gelar ‘Jalan Sehat Politik’ Bertabur Hadiah Rp100 Juta

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Gandeng Komisi Informasi, DPC PKDI Sumenep Susun Standar Layanan Informasi Publik Desa

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:57 WIB

GMNI dan BEM Sumenep Gelar Mimbar Rakyat di DPRD: Tolak Perubahan Nomenklatur dan Tuntut KeberpihakaYn Pengelolaan Migas

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Jangkau Wilayah Kepulauan, Pemkab Sumenep Integrasikan SIMPUS ke Ekosistem SATUSEHAT

Berita Terbaru