Tanggapi Kematian Pasien Lenteng Timur, Oknum Pegawai RS BHC Sebut “Sudah Nyampek Ajalnya”

- Penulis

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Tampilan luar gedung Rumah Sakit Baghraf Health Care (BHC) Sumenep pada malam hari. Pihak manajemen dan dinas kesehatan didesak segera memaparkan hasil investigasi medis secara transparan.

Foto: Tampilan luar gedung Rumah Sakit Baghraf Health Care (BHC) Sumenep pada malam hari. Pihak manajemen dan dinas kesehatan didesak segera memaparkan hasil investigasi medis secara transparan.

BERITAKU, Sumenep — Tabir kematian Moh. Firman Ramadhani (22), pemuda asal Desa Lenteng Timur, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, yang meninggal dunia secara mendadak di Rumah Sakit Baghraf Health Care (BHC) Sumenep pada Selasa (13/10/2026), hingga kini masih menyisakan teka-teki besar.

Di tengah upaya keluarga menuntut transparansi rekam medis, tanggapan singkat dari salah seorang pegawai RS BHC berinisial I justru memicu polemik baru. Melalui pesan singkat WhatsApp pada Kamis (16/10/2026), pegawai tersebut mengklaim penanganan medis terhadap almarhum telah memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Yang penting BHC sudah sesuai SOP. Iya sudah nyampek ajalnya,” tulis pegawai berinisial I dalam tanggapannya, Sabtu (17/10/2026).

Ia juga menyebutkan bahwa tingkatan pimpinan rumah sakit telah menggelar pertemuan internal pada Kamis. Namun, dirinya mengaku tidak mengetahui hasil maupun keputusan dari rapat manajemen tersebut.

Baca Juga  Pria Lansia Ditemukan Meninggal di Gapura Sumenep, Keluarga Tolak Autopsi dan Ikhlas

Sebelumnya, Manager Humas dan Marketing RS BHC Sumenep, Sandra Rahestri, menyatakan bahwa manajemen belum bisa membeberkan penjelasan teknis medis secara rinci karena masih memfokuskan proses investigasi internal.

“Terkait berita yang sedang beredar, kami dari manajemen belum bisa menyampaikan penjelasan terkait hal ini. Agenda kami pagi ini masih dilakukan investigasi secara internal. Insyaallah bila semua sudah kami investigasi, kami akan melakukan pendekatan dan komunikasi dengan pihak keluarga yang berduka,” sebut Sandra Rahestri, Rabu (14/10/2026).

Kendati demikian, hingga Sabtu (17/10/2026), hasil investigasi internal tersebut belum kunjung dipaparkan secara rinci kepada pihak keluarga maupun publik.

Baca Juga  Kemerdekaan Sama Pentingnya dengan Sebungkus Nasi

Keluarga pasien menilai klaim kepatuhan SOP harus dibuktikan melalui audit medis yang independen dan terbuka. Pihak keluarga hingga saat ini masih mempertanyakan beberapa poin krusial:

Jenis dan Resep Obat: Jenis cairan atau obat suntik yang diberikan oleh perawat beberapa saat sebelum pasien mengalami muntah hebat dan kejang-kejang.

Penghentian Infus: Alasan teknis medis perawat mematikan jalur infus saat pasien dalam kondisi muntah dan meninggalkannya untuk menangani pasien lain.

Baca Juga  Kawal Tata Kelola Pemerintahan Bersih, Naghfir’s Institute Bentuk GMPK Kabupaten Sumenep

Pemeriksaan Tanda Vital: Ada atau tidaknya evaluasi ulang kondisi fisik pasien sebelum tindakan penyuntikan dilakukan.

Penyebab Utama Kematian: Diagnosa medis resmi yang memicu perubahan drastis kondisi pasien yang sebelumnya dinyatakan membaik oleh dokter dan dijadwalkan pulang.

Redaksi telah berulang kali melayangkan permohonan konfirmasi dan klarifikasi lanjutan kepada Manager Humas Sandra Rahestri serta Direktur RS BHC Sumenep, dr. Tedjo Wahyu Putranto, melalui pesan WhatsApp. Namun, hingga berita ini ditayangkan, belum ada respons resmi maupun tanggapan tambahan dari jajaran pimpinan rumah sakit.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel beritaku.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“Orang Datang Berobat Bukan Untuk Mati!” Zamrud Khan Desak RS BHC Buka Rekam Medis Firman
Terlibat Kasus Sabu 1,75 Gram, Dua Oknum Kades di Sumenep Ditangkap Satresnarkoba Polresta Sumenep
Dinkes P2KB Sumenep Buka Suara Soal Kasus RS BHC: Kami Lakukan Monitoring Seluruh Faskes
Jatuh di Air Terjun Robo Harau, Korban Asal Padang Pariaman Ditemukan Meninggal Dunia
Gelapkan Dana Umrah Rp400 Juta Milik 10 Jemaah, Satreskrim Polresta Sumenep Tangkap Pria Asal Batuan
Gugur Terjebak Api Bromo, Korban Jiwa Karhutla Sukapura Bertambah Jadi 4 Orang
Tragedi Karhutla Bromo: 3 Orang Gugur Terjebak Api di Bukit Kembang Sukapura
Serap Aspirasi Warga di Taman Bunga, Kapolresta Sumenep Gelar ‘Ngopi Bareng’ dan Perkuat Silaturahmi Kamtibmas

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:05 WIB

“Orang Datang Berobat Bukan Untuk Mati!” Zamrud Khan Desak RS BHC Buka Rekam Medis Firman

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:55 WIB

Terlibat Kasus Sabu 1,75 Gram, Dua Oknum Kades di Sumenep Ditangkap Satresnarkoba Polresta Sumenep

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Dinkes P2KB Sumenep Buka Suara Soal Kasus RS BHC: Kami Lakukan Monitoring Seluruh Faskes

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:32 WIB

Tanggapi Kematian Pasien Lenteng Timur, Oknum Pegawai RS BHC Sebut “Sudah Nyampek Ajalnya”

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Jatuh di Air Terjun Robo Harau, Korban Asal Padang Pariaman Ditemukan Meninggal Dunia

Berita Terbaru