Klaim RS BHC Soal Perdamaian Kasus Dani? Ketua Komisi IV DPRD Sumenep: Kami Tidak Tahu!

RS BHC Sebut Mahmudi Jadi Juru Bicara Keluarga Pasien, Mulyadi Tegaskan Dewan Belum Terima Laporan Tertulis Maupun Dokumen Perdamaian Resmi.

- Penulis

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:21 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua Komisi IV DPRD Sumenep Mulyadi (kiri) dan suasana adu argumen wartawan bersama petugas keamanan RS BHC Sumenep (kanan) saat dihalangi meliput sidak kasus kematian pasien BPJS.

Foto: Ketua Komisi IV DPRD Sumenep Mulyadi (kiri) dan suasana adu argumen wartawan bersama petugas keamanan RS BHC Sumenep (kanan) saat dihalangi meliput sidak kasus kematian pasien BPJS.

Penanganan kasus kematian pasien BPJS Moh. Firman Ramadhani alias Dani (22) di Rumah Sakit Baghraf Health Care (BHC) Sumenep, Jawa Timur, terus bergulir tajam dan menyisakan teka-teki.

Di tengah desakan audit medis dari publik, pihak manajemen RS BHC secara mendadak mengklaim telah berdamai dengan keluarga korban. Namun, klaim manis tersebut justru membingungkan para anggota Komisi IV DPRD Sumenep yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Kamis (22/10/2026).

Ketua Komisi IV DPRD Sumenep, Mulyadi, mengungkapkan bahwa dalam sidak tersebut, jajaran direksi RS BHC membeberkan bahwa pihak keluarga almarhum telah menunjuk seorang juru bicara bernama Mahmudi.

“Saat kami melakukan sidak ke RS BHC, pihak manajemen, yakni direkturnya, bilang bahwa dalam kasus ini dari pihak keluarga sudah ada juru pendamping atau juru bicaranya, di sana melalui Bapak Mahmudi,” kata Mulyadi saat ditemui di gedung parlemen, Kamis (22/10/2026) sore.

Baca Juga  Sentuh Warga Kepulauan Sumenep, Said Abdullah Kucurkan Bantuan Rp23 Juta Bedah Rumah di Raas!

Mulyadi menambahkan, manajemen rumah sakit juga menyampaikan bahwa persoalan dengan keluarga korban sudah mengarah pada jalur perdamaian serta secara tegas membantah adanya dugaan malapraktik medis.

Meski begitu, Mulyadi mengaku tidak memegang bukti fisik mengenai surat perjanjian perdamaian yang diklaim pihak BHC tersebut. Apalagi, keluarga almarhum Dani hingga kini belum mendatangi gedung dewan untuk memberikan laporan resmi.

“Kami tidak tahu apakah perdamaian itu bentuknya tertulis dari BHC ke keluarga korban,” ujar Mulyadi mempertanyakan keabsahan kesepakatan tersebut.

Ketidakjelasan mengenai bentuk fisik kesepakatan itu memantik pertanyaan besar di masyarakat: bagaimana proses perdamaian terjadi dan apakah kejanggalan medis seperti timbulnya busa dari mulut pasien sebelum wafat sudah terjawab secara transparan?

Baca Juga  Dominasi Lomba Tarik Tambang Pemkab Sumenep, Tim Putra-Putri Disdik Rebut Juara Pertama

Di sisi lain, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep terkesan sangat lambat merespons instruksi bupati. Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes P2KB Sumenep, Moh. Nur Insan, menyebut tim investigasi bentukan Kepala Dinkes drg. Elliya Fardasah rencananya baru turun pekan depan.

“Menurut informasinya Bu Kadis, beliau membuat tim untuk investigasi dari Dinkes termasuk Kabid termasuk tim yang lain untuk dilibatkan,” kata Nur Insan saat dikonfirmasi via telepon.

“Rencana kunjungan ke RS BHC itu minggu depan, kan ini rencana, bisa cepat bisa saja minggu depan. Tapi setahu saya insyaallah minggu depan,” tambahnya santai.

Baca Juga  Tragedi Berdarah Pademawu Barat: Anak 10 Tahun Tewas, Ibu Kandung Diringkus Satreskrim Polres Pamekasan

Lambannya tindak lanjut dinas kesehatan dan sikap tertutup RS BHC kian lengkap saat petugas keamanan rumah sakit memblokir wartawan yang diundang resmi oleh dewan untuk meliput sidak.

Adu argumen panas tak terelakkan di pintu masuk ketika jurnalis menagih transparansi kerja pengawasan wakil rakyat.

“Intinya, jika kami dilarang masuk, dasarnya apa? Kami diundang oleh teman-teman dewan,” tutur jurnalis MaduraPost, MH Efendi, di lokasi kejadian.

Sikap saling lempar dan klaim sepihak ini makin menegaskan bahwa kasus kematian santri muda ini membutuhkan penyelidikan independen yang transparan, bukan sekadar janji di atas kertas atau klaim damai di ruang tertutup.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel beritaku.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Modus Titip Paket Antar Pulau Terbongkar! Polsek Kangean Ringkus Pengirim Sabu Menuju Kangayan
2 Pria Lenteng Timur Di Ciduk Satresnarkoba Polresta Sumenep
Sidak Kasus Pasien BPJS oleh DPRD Sumenep Memanas, Satpam RS BHC Halangi Wartawan Meliput
“Saya Pastikan Dinkes Bergerak!” Sentilan Menohok Bupati Fauzi Soal Kasus Kematian Santri di RS BHC
Perkuat Kamtibmas di Kecamatan Guluk-Guluk, Kapolresta Sumenep Gelar Silaturahmi ‘Sambung Roso’ Bersama Tokoh Masyarakat
Sambut Hari Santri Nasional 2026, Bupati Sumenep Wajibkan ASN Berbusana Santri Selama Empat Hari
Pemkab Sumenep Buka Seleksi Calon Komisaris Utama PT Sumekar, Pendaftaran Dibuka Hingga 26 Oktober
Mencuat Narasi ‘Pengalihan Isu’ RS BHC di WhatsApp, Keluarga Dani Tetap Menanti Kejujuran Audit Medis

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:21 WIB

Klaim RS BHC Soal Perdamaian Kasus Dani? Ketua Komisi IV DPRD Sumenep: Kami Tidak Tahu!

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:10 WIB

Modus Titip Paket Antar Pulau Terbongkar! Polsek Kangean Ringkus Pengirim Sabu Menuju Kangayan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:40 WIB

2 Pria Lenteng Timur Di Ciduk Satresnarkoba Polresta Sumenep

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Sidak Kasus Pasien BPJS oleh DPRD Sumenep Memanas, Satpam RS BHC Halangi Wartawan Meliput

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:06 WIB

“Saya Pastikan Dinkes Bergerak!” Sentilan Menohok Bupati Fauzi Soal Kasus Kematian Santri di RS BHC

Berita Terbaru

Foto: Deretan barang bukti berupa dua poket plastik klip sabu, alat isap bong dari botol plastik, pipet kaca, tisu, korek api gas, satu unit ponsel, serta celana jeans yang disita petugas Satresnarkoba Polresta Sumenep dari dua terduga pelaku di Desa Lenteng Timur.

Beritaku

2 Pria Lenteng Timur Di Ciduk Satresnarkoba Polresta Sumenep

Kamis, 22 Okt 2026 - 20:40 WIB