Sambut Hari Santri Nasional 2026, Bupati Sumenep Wajibkan ASN Berbusana Santri Selama Empat Hari

Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo Menerbitkan SE Nomor 41 Tahun 2026 yang Mengatur Penggunaan Sarung dan Baju Kurung Bagi Aparatur Pemerintah.

- Penulis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:18 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengenakan busana santri serba putih lengkap dengan peci hitam saat menyampaikan pidato pengarahan Hari Santri Nasional 2026 di halaman Kantor Bupati Sumenep.

Foto: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengenakan busana santri serba putih lengkap dengan peci hitam saat menyampaikan pidato pengarahan Hari Santri Nasional 2026 di halaman Kantor Bupati Sumenep.

BERITAKU, Sumenep – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai non-ASN di lingkungan pemerintah daerah untuk mengenakan pakaian santri selama peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026.

Aturan unik tersebut tertuang secara resmi dalam Surat Edaran (SE) Bupati Sumenep Nomor 41 Tahun 2026 tentang Peringatan Hari Santri Nasional. Kebijakan ini diberlakukan secara serentak selama empat hari penuh, terhitung mulai tanggal 19 hingga 22 Oktober 2026.

Penerapan busana tradisional santri ini bukan sekadar rutinitas memenuhi ketentuan seragam formal semata. Langkah ini dihadirkan sebagai media pengingat bagi aparatur pemerintah untuk meneladani nilai keikhlasan, kedisiplinan, serta semangat perjuangan dalam melayani masyarakat sehari-hari.

Baca Juga  "Percuma Gedung Seperti Hotel!" Zamrud Khan Semprot Manajemen RS BHC Soal Pelayanan

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan bahwa kebijakan berbusana santri ini merupakan bentuk penghormatan tinggi atas jasa para santri dan ulama yang berperan historis dalam memperjuangkan serta mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

“Peringatan Hari Santri Nasional juga menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat untuk meneladani nilai-nilai keikhlasan, kedisiplinan, dan semangat kebangsaan yang diwariskan para santri dalam kehidupan sehari-hari,” kata Bupati Sumenep Achmad Fauzi, Rabu (21/10/2026).

Berdasarkan SE tersebut, instruksi berpakaian diatur secara teperinci. Bagi pegawai laki-laki diwajibkan mengenakan sarung, baju muslim putih berlengan panjang, serta peci hitam.

Sementara itu, bagi pegawai perempuan diwajibkan mengenakan bawahan sarong bine’, baju kurung polos berwarna putih, serta kerudung atau burgu’ berwarna putih bersih.

Baca Juga  Pemkab Sumenep Buka Seleksi Calon Komisaris Utama PT Sumekar, Pendaftaran Dibuka Hingga 26 Oktober

Meski begitu, aturan berpakaian santri ini memiliki pengecualian bagi pegawai yang menjalankan tugas operasional teknis dan pelayanan darurat.

“Pegawai Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Perhubungan, serta pegawai yang memberikan pelayanan kesehatan di rumah sakit dan puskesmas, tetap mengenakan pakaian dinas sesuai ketentuan yang berlaku,” terangnya.

Pengecualian ini sengaja diberikan agar roda pelayanan publik yang membutuhkan tingkat mobilitas tinggi tetap berjalan optimal tanpa mengganggu tugas operasional masing-masing instansi.

Bupati Fauzi menegaskan kembali bahwa nilai kesederhanaan, kejujuran, kebersamaan, dan kedisiplinan yang melekat padat dalam tradisi pesantren harus menjadi pedoman moral bagi setiap aparatur Pemkab Sumenep.

“Kami mengharapkan melalui kebijakan berpakaian santri ini, nilai kesederhanaan, keikhlasan, kedisiplinan, serta semangat perjuangan para santri bisa menginspirasi seluruh aparatur pemerintah dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, khususnya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.

Puncak peringatan HSN 2026 di Kabupaten Sumenep akan ditandai dengan pelaksanaan upacara bendera yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (22/10/2026) besok di halaman Kantor Bupati Sumenep.

Baca Juga  Mencuat Narasi 'Pengalihan Isu' RS BHC di WhatsApp, Keluarga Dani Tetap Menanti Kejujuran Audit Medis

Peringatan HSN tahun ini mengusung tema besar “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, yang menekankan peran krusial santri dalam memperkokoh ketahanan bangsa dan mengawal cita-cita masa depan Indonesia.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel beritaku.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Kamtibmas di Kecamatan Guluk-Guluk, Kapolresta Sumenep Gelar Silaturahmi ‘Sambung Roso’ Bersama Tokoh Masyarakat
Pemkab Sumenep Buka Seleksi Calon Komisaris Utama PT Sumekar, Pendaftaran Dibuka Hingga 26 Oktober
Mencuat Narasi ‘Pengalihan Isu’ RS BHC di WhatsApp, Keluarga Dani Tetap Menanti Kejujuran Audit Medis
“Percuma Gedung Seperti Hotel!” Zamrud Khan Semprot Manajemen RS BHC Soal Pelayanan
Dorong Ekosistem Usaha Lokal, Pemkab Sumenep Dampingi UMKM dan Minta Rekomendasi Tertulis dari Sarasehan PWI
Strategi Ranjau Narkoba Terbongkar! Kasat Resnarkoba Kompol Sjaiful Pastikan Proses Hukum Berjalan Tegas
Ikhtiar Batin Pemkab Sumenep: Targetkan Pembacaan Surat Al-Waqi’ah 111.111 Kali!
Sepekan Pasien BPJS Meninggal, Publik Pertanyakan Lambatnya Dinkes Sumenep Turun ke RS BHC

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:34 WIB

Perkuat Kamtibmas di Kecamatan Guluk-Guluk, Kapolresta Sumenep Gelar Silaturahmi ‘Sambung Roso’ Bersama Tokoh Masyarakat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:18 WIB

Sambut Hari Santri Nasional 2026, Bupati Sumenep Wajibkan ASN Berbusana Santri Selama Empat Hari

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Pemkab Sumenep Buka Seleksi Calon Komisaris Utama PT Sumekar, Pendaftaran Dibuka Hingga 26 Oktober

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Mencuat Narasi ‘Pengalihan Isu’ RS BHC di WhatsApp, Keluarga Dani Tetap Menanti Kejujuran Audit Medis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:05 WIB

“Percuma Gedung Seperti Hotel!” Zamrud Khan Semprot Manajemen RS BHC Soal Pelayanan

Berita Terbaru