BERITAKU, Sumenep – Kasus meninggalnya Moh. Firman Ramadhani alias Deni di RS Baghraf Health Care (BHC) Sumenep kini memasuki babak baru. Kasus yang menimpa pasien pemegang kartu BPJS Kesehatan tersebut mulai menyita perhatian serius dari legislatif setempat.
Ketua Komisi IV DPRD Sumenep, Mulyadi, memastikan pihaknya akan segera memanggil Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, dr. Elliya Fardasah, serta Direktur BHC Sumenep, dr. Tedjo Wahyu Putranto.
Langkah ini diambil untuk meminta penjelasan transparan mengenai kronologi penanganan medis yang diberikan kepada almarhum Firman, sekaligus mengevaluasi tindak lanjut pemeriksaan dari instansi terkait.
“Kami mengikuti perkembangan yang pasien meninggal di RS BHC Sumenep. Dalam waktu dekat akan kami panggil Kepala Dinkes P2KB dan Direktur RS BHC Sumenep,” kata Mulyadi saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya, Selasa (20/10/2026) pagi.
Mulyadi menyampaikan bahwa Komisi IV DPRD Sumenep sengaja belum memberikan penilaian atau berspekulasi lebih jauh sebelum mendengarkan keterangan langsung dari kedua belah pihak.
“Untuk saat ini kami tidak bisa berkomentar lebih jauh sebelum memanggil dari kedua belah pihak itu, antara Dinkes P2KB dan pihak RS BHC Sumenep,” ujarnya.
Legislator ini kembali menegaskan komitmen Komisi IV untuk mengusut tuntas persoalan pelayanan kesehatan publik ini demi kepastian hukum dan keadilan bagi keluarga korban.
“Intinya, dalam waktu dekat akan kami panggil,” tegasnya.
Inisiatif Komisi IV DPRD Sumenep ini muncul di tengah buntu dan menggantungnya informasi terkait kematian Firman. Pemuda tersebut diumumkan meninggal dunia pada Selasa (13/10/2026), hanya sehari setelah masuk ruang perawatan akibat keluhan lambung.
Pihak keluarga melalui perwakilan berinisial Y membeberkan bahwa manajemen RS BHC sempat bertandang ke rumah duka di Desa Lenteng Timur pada Jumat (16/10/2026) untuk meminta maaf, namun belum bisa memaparkan hasil audit medis.
Langkah konfirmasi jurnalis pada Senin (19/10/2026) lalu juga menemui jalan buntu setelah petugas keamanan BHC, Moh. Fauroq, menyebut jajaran pimpinan rumah sakit sedang bertolak ke Surabaya atas panggilan MH Said Abdullah.
Hingga kini, penjelasan medis yang utuh baik dari Direktur RS BHC dr. Tedjo Wahyu Putranto maupun Kadinkes P2KB dr. Elliya Fardasah masih sangat dinantikan publik. Pemanggilan oleh DPRD diharapkan mampu membuka tabir fakta secara transparan.














Komentar