BERITAKU, Sumenep — Penyaluran bantuan aspal drum dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk perbaikan jalan rusak di Kabupaten Sumenep menjadi sorotan publik. Volume bantuan yang hanya berkisar satu setengah truk dinilai perlu dibandingkan dengan besarnya kebutuhan penanganan jalan provinsi di lapangan.
Penyerahan bantuan material perbaikan jalan tersebut dilakukan secara simbolis saat Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menggelar kunjungan kerja di Pantai Slopeng, Kabupaten Sumenep, Rabu (14/10/2026).
Sejumlah pihak menilai jumlah tersebut belum menjawab ancaman titik kerusakan jalan provinsi yang tersebar di berbagai wilayah Sumenep. Lubang jalan yang tersebar berpotensi menghambat mobilitas warga, mengganggu laju logistik, serta meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Menanggapi pertanyaan insan pers mengenai efektivitas dan ketersediaan kuota bantuan aspal tersebut, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa penyaluran telah disesuaikan dengan skema proporsional daerah.
“Laa ilaaha illallah, itu sesuai dengan kebutuhan, Pak. Kalau berkala mungkin tidak membutuhkan, saya banyak kabupaten di Jawa Timur,” kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa usai meninjau kegiatan Baksos di Slopeng, Rabu (14/10/2026).
Masyarakat Butuh Transparansi Data dan Kepastian Pemeliharaan Jalan
Pernyataan Gubernur mengisyaratkan bahwa alokasi material didasarkan pada skala prioritas dan pembagian beban anggaran dengan 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Meski demikian, publik menilai perlu adanya rincian teknis mengenai pemanfaatan bantuan tersebut.
Hingga saat ini, belum ada penjelasan terperinci mengenai:
Dasar Penghitungan Volume: Penetapan besaran alokasi bantuan aspal drum untuk Sumenep.
Skala Prioritas Titik Perbaikan: Lokasi serta panjang ruas jalan provinsi yang akan ditangani.
Kategori Penanganan: Pemisahan antara penambalan darurat (patching) insidental dan program pemeliharaan jalan berkala menyeluruh.
Sinergi dan Perencanaan Berkelanjutan
Efektivitas penggunaan aspal drum sangat bergantung pada metode pengerjaan, tingkat kerusakan, serta daya dukung anggaran daerah. Penanganan infrastruktur jalan di wilayah Sumenep memerlukan transparansi data teknis agar pemeliharaan jalan berjalan terukur, aman, dan tepat sasaran.
Masyarakat Sumenep berharap Pemprov Jatim dan Pemkab Sumenep terus memperkuat sinergi perencanaan pemeliharaan jalan agar konektivitas di wilayah daratan maupun kepulauan dapat terjamin secara berkelanjutan.













Komentar