“Percuma Gedung Seperti Hotel!” Zamrud Khan Semprot Manajemen RS BHC Soal Pelayanan

Praktisi Hukum Sumenep Sentil Manajemen RS Baghraf Health Care yang Tertutup Terkait Kasus Kematian Pasien Moh. Firman Ramadhani.

- Penulis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kemegahan gedung RS Baghraf Health Care (BHC) Sumenep yang kini menuai kritik pedas dari praktisi hukum Zamrud Khan akibat sikap manajemen yang tertutup atas dugaan malpraktik medis.

Foto: Kemegahan gedung RS Baghraf Health Care (BHC) Sumenep yang kini menuai kritik pedas dari praktisi hukum Zamrud Khan akibat sikap manajemen yang tertutup atas dugaan malpraktik medis.

BERITAKU, Sumenep – Sikap manajemen Rumah Sakit Baghraf Health Care (BHC) Sumenep yang dinilai menutup diri dari kejaran wartawan dan publik kembali menuai kritik pedas. Praktisi hukum kenamaan Sumenep, Zamrud Khan, menyayangkan lemahnya transparansi rumah sakit swasta tersebut.

Sorotan tajam ini membuncah menyusul dugaan kejanggalan pada kasus kematian pasien Moh. Firman Ramadhani alias Dani. Pemuda asal Desa Lenteng Timur tersebut diduga meninggal dunia setelah mendapatkan tindakan berupa suntikan obat dari perawat RS BHC Sumenep.

Zamrud menegaskan bahwa keterbukaan informasi publik dari pihak rumah sakit sangat vital untuk menjawab spekulasi yang berkembang. Manajemen seharusnya memberikan ruang bagi jurnalis demi menjamin hak masyarakat mendapatkan berita yang berimbang.

“RS BHC yang tergolong rumah sakit baru di Sumenep harusnya terbuka kepada wartawan dan publik agar kasus ini transparan bukan menutup diri seperti ini,” kata Zamrud.

Ia sangat menyayangkan lambannya manajemen BHC dalam memberikan pemaparan komprehensif mengenai hasil investigasi internal. Menurut Zamrud, keterbukaan merupakan bentuk pertanggungjawaban moral dan hukum utama ketika nyawa pasien menjadi pertaruhan.

Baca Juga  Usut Kematian Pasien BPJS Firman, Komisi IV DPRD Sumenep Akan Panggil Direktur RS BHC dan Kadinkes

Tak berhenti di situ, Zamrud melontarkan sentilan menohok terhadap fasilitas fisik RS BHC Sumenep. Menurutnya, bangunan fisik yang megah tidak boleh sekadar menjadi pajangan tanpa diimbangi oleh profesionalitas medis.

“Percuma jugakan gedung seperti hotel tapi pelayanan berbanding terbalik, kalau seperti ini lebih baik berobat ke tempat lain meski bangunannya biasa saja tapi pelayanan bagus dan terbuka,” ujarnya.

Masyarakat membutuhkan kepastian keselamatan medis, bukan sekadar kenyamanan visual. Sikap tertutup yang ditunjukkan pihak rumah sakit justru dinilai memicu keraguan publik terhadap standar keselamatan berobat di tempat tersebut.

Baca Juga  Tak Kapok Masuk Penjara! Residivis Narkoba di Nonggunong Kembali Diciduk Polisi di Jalan Desa

Hingga saat ini, pihak keluarga almarhum masih gigit jari menanti kejujuran hasil audit internal. Perwakilan keluarga berinisial Y menyebutkan bahwa rombongan manajemen sempat bertandang ke rumah duka pada Jumat (16/10/2026) lalu untuk meminta maaf, tetapi tanpa membawa kepastian medis.

“Mereka belum bisa menjawab. Kata mereka investigasinya belum selesai,” kata Y mengungkap kebuntuan informasi.

Penyebab medis kematian Dani secara pasti masih menyisakan teka-teki. Redaksi media ini terus membuka ruang klarifikasi dan hak jawab selebar-lebarnya bagi manajemen RS BHC Sumenep maupun perawat terkait demi menyajikan fakta yang utuh dan tepercaya.

Baca Juga  Sambut Hari Santri Nasional 2026, Bupati Sumenep Wajibkan ASN Berbusana Santri Selama Empat Hari
Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel beritaku.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Kamtibmas di Kecamatan Guluk-Guluk, Kapolresta Sumenep Gelar Silaturahmi ‘Sambung Roso’ Bersama Tokoh Masyarakat
Sambut Hari Santri Nasional 2026, Bupati Sumenep Wajibkan ASN Berbusana Santri Selama Empat Hari
Pemkab Sumenep Buka Seleksi Calon Komisaris Utama PT Sumekar, Pendaftaran Dibuka Hingga 26 Oktober
Mencuat Narasi ‘Pengalihan Isu’ RS BHC di WhatsApp, Keluarga Dani Tetap Menanti Kejujuran Audit Medis
Dorong Ekosistem Usaha Lokal, Pemkab Sumenep Dampingi UMKM dan Minta Rekomendasi Tertulis dari Sarasehan PWI
Strategi Ranjau Narkoba Terbongkar! Kasat Resnarkoba Kompol Sjaiful Pastikan Proses Hukum Berjalan Tegas
Ikhtiar Batin Pemkab Sumenep: Targetkan Pembacaan Surat Al-Waqi’ah 111.111 Kali!
Sepekan Pasien BPJS Meninggal, Publik Pertanyakan Lambatnya Dinkes Sumenep Turun ke RS BHC

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:34 WIB

Perkuat Kamtibmas di Kecamatan Guluk-Guluk, Kapolresta Sumenep Gelar Silaturahmi ‘Sambung Roso’ Bersama Tokoh Masyarakat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:18 WIB

Sambut Hari Santri Nasional 2026, Bupati Sumenep Wajibkan ASN Berbusana Santri Selama Empat Hari

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Pemkab Sumenep Buka Seleksi Calon Komisaris Utama PT Sumekar, Pendaftaran Dibuka Hingga 26 Oktober

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Mencuat Narasi ‘Pengalihan Isu’ RS BHC di WhatsApp, Keluarga Dani Tetap Menanti Kejujuran Audit Medis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:05 WIB

“Percuma Gedung Seperti Hotel!” Zamrud Khan Semprot Manajemen RS BHC Soal Pelayanan

Berita Terbaru