Usut Kematian Pasien BPJS Firman, Komisi IV DPRD Sumenep Akan Panggil Direktur RS BHC dan Kadinkes

Ketua Komisi IV Mulyadi Tegaskan Bakal Minta Penjelasan Langsung Terkait Audit Medis dan Pelayanan Kesehatan RS Baghraf Health Care.

- Penulis

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua Komisi IV DPRD Sumenep Mulyadi saat memberikan keterangan resmi terkait agenda pemanggilan pihak Dinkes P2KB serta manajemen RS BHC Sumenep.

Foto: Ketua Komisi IV DPRD Sumenep Mulyadi saat memberikan keterangan resmi terkait agenda pemanggilan pihak Dinkes P2KB serta manajemen RS BHC Sumenep.

BERITAKU, Sumenep – Kasus meninggalnya Moh. Firman Ramadhani alias Deni di RS Baghraf Health Care (BHC) Sumenep kini memasuki babak baru. Kasus yang menimpa pasien pemegang kartu BPJS Kesehatan tersebut mulai menyita perhatian serius dari legislatif setempat.

Ketua Komisi IV DPRD Sumenep, Mulyadi, memastikan pihaknya akan segera memanggil Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, dr. Elliya Fardasah, serta Direktur BHC Sumenep, dr. Tedjo Wahyu Putranto.

Langkah ini diambil untuk meminta penjelasan transparan mengenai kronologi penanganan medis yang diberikan kepada almarhum Firman, sekaligus mengevaluasi tindak lanjut pemeriksaan dari instansi terkait.

“Kami mengikuti perkembangan yang pasien meninggal di RS BHC Sumenep. Dalam waktu dekat akan kami panggil Kepala Dinkes P2KB dan Direktur RS BHC Sumenep,” kata Mulyadi saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya, Selasa (20/10/2026) pagi.

Mulyadi menyampaikan bahwa Komisi IV DPRD Sumenep sengaja belum memberikan penilaian atau berspekulasi lebih jauh sebelum mendengarkan keterangan langsung dari kedua belah pihak.

“Untuk saat ini kami tidak bisa berkomentar lebih jauh sebelum memanggil dari kedua belah pihak itu, antara Dinkes P2KB dan pihak RS BHC Sumenep,” ujarnya.

Legislator ini kembali menegaskan komitmen Komisi IV untuk mengusut tuntas persoalan pelayanan kesehatan publik ini demi kepastian hukum dan keadilan bagi keluarga korban.

“Intinya, dalam waktu dekat akan kami panggil,” tegasnya.

Inisiatif Komisi IV DPRD Sumenep ini muncul di tengah buntu dan menggantungnya informasi terkait kematian Firman. Pemuda tersebut diumumkan meninggal dunia pada Selasa (13/10/2026), hanya sehari setelah masuk ruang perawatan akibat keluhan lambung.

Baca Juga  Sisir Tempat Hiburan Malam dan Pelabuhan, Polresta Sumenep Bersama BNNK Gelar Operasi Gabungan

Pihak keluarga melalui perwakilan berinisial Y membeberkan bahwa manajemen RS BHC sempat bertandang ke rumah duka di Desa Lenteng Timur pada Jumat (16/10/2026) untuk meminta maaf, namun belum bisa memaparkan hasil audit medis.

Baca Juga  Jasad Warga Giligenting yang Hilang Ditemukan Mengapung 400 Meter dari Pelabuhan

Langkah konfirmasi jurnalis pada Senin (19/10/2026) lalu juga menemui jalan buntu setelah petugas keamanan BHC, Moh. Fauroq, menyebut jajaran pimpinan rumah sakit sedang bertolak ke Surabaya atas panggilan MH Said Abdullah.

Baca Juga  Siasat Cerdik Terbongkar! Polsek Masalembu Sita 45 Paket Sabu yang Disembunyikan dalam Bohlam Lampu

Hingga kini, penjelasan medis yang utuh baik dari Direktur RS BHC dr. Tedjo Wahyu Putranto maupun Kadinkes P2KB dr. Elliya Fardasah masih sangat dinantikan publik. Pemanggilan oleh DPRD diharapkan mampu membuka tabir fakta secara transparan.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel beritaku.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cegah Permainan Lokal Punah, KKP Sumenep Ajak Pelajar SD/MI Adu Ketangkasan Bal Budhi
Sisir Tempat Hiburan Malam dan Pelabuhan, Polresta Sumenep Bersama BNNK Gelar Operasi Gabungan
Dugaan Pemerasan Rp100 Juta Kasus Sabu: Sipropam Polresta Sumenep Periksa Oknum Polsek Gapura
Ditinggal di Atas Kursi Rusak Pinggir Jalan, Bayi Laki-Laki Ditemukan Warga Prenduan Sumenep
Sepekan Misteri Kematian Firman: Manajemen RS BHC dan Kadinkes Sumenep Sama-Sama Ke Luar Kota!
Sentuh Warga Kepulauan Sumenep, Said Abdullah Kucurkan Bantuan Rp23 Juta Bedah Rumah di Raas!
Soroti Kematian Pasien Firman, Zamrud Khan: Status BPJS Tidak Boleh Kurangi Kualitas Layanan Medis RS BHC
Paris Mencekam! Demo Kenaikan Biaya Hidup Meletus Jadi Kerusuhan Hebat, 1.200 Orang Diangkut Polisi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Cegah Permainan Lokal Punah, KKP Sumenep Ajak Pelajar SD/MI Adu Ketangkasan Bal Budhi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Sisir Tempat Hiburan Malam dan Pelabuhan, Polresta Sumenep Bersama BNNK Gelar Operasi Gabungan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:52 WIB

Usut Kematian Pasien BPJS Firman, Komisi IV DPRD Sumenep Akan Panggil Direktur RS BHC dan Kadinkes

Selasa, 20 Oktober 2026 - 00:53 WIB

Dugaan Pemerasan Rp100 Juta Kasus Sabu: Sipropam Polresta Sumenep Periksa Oknum Polsek Gapura

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Ditinggal di Atas Kursi Rusak Pinggir Jalan, Bayi Laki-Laki Ditemukan Warga Prenduan Sumenep

Berita Terbaru