BERITAKU, Sumenep – Kabar gembira menghampiri masyarakat berpenghasilan rendah di kawasan kepulauan Kecamatan Raas, Kabupaten Sumenep. Anggota DPR RI daerah pemilihan (Dapil) XI Jawa Timur, MH Said Abdullah, menyalurkan bantuan renovasi Rumah Tidak Layak Tinggal (RTLT) yang bersumber dari dana reses.
Program bantuan kemanusiaan ini menyasar masyarakat kurang mampu di lima desa, yakni Karang Nangka, Alas Malang, Jungkat, Brakas, dan Tonduk. Setiap penerima manfaat mengantongi dana sebesar Rp23 juta untuk memperbaiki kondisi hunian mereka.

Penyerahan bantuan secara simbolis dipusatkan di GOR Desa Brakas, Kecamatan Raas, pada Minggu (18/10/2026). Agenda ini dihadiri Ketua Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Sumenep, H. Ubaid Abdul Hayat, serta tenaga ahli MH Said Abdullah, Slamet Hidayat beserta tim.
Ketua PKDI Sumenep, Ubaid Abdul Hayat, menegaskan bahwa bantuan ini diprioritaskan bagi keluarga kurang mampu yang sangat membutuhkan tempat tinggal layak. Ia mengimbau penerima untuk memanfaatkan dana tersebut secara optimal.
”Kami berharap, dalam waktu satu bulan, proses rehab rumah sudah rampung semua. Penerima juga harus tetap berkoordinasi dengan kepala desa masing-masing sebagai pengawas,” tegas Ubaid Abdul Hayat.
Apresiasi tinggi disampaikan oleh tokoh masyarakat Desa Tonduk, H. Benny Halim. Menurutnya, kepedulian Said Abdullah melalui alokasi dana reses langsung menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat kepulauan.
”Kami sangat bersyukur dan berterima kasih pada Bapak Said Abdullah. Bantuan dana reses ini akhirnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di Kecamatan Raas,” ucap H. Benny Halim.
Rasa haru dan syukur juga diungkapkan oleh Hamima, salah seorang warga penerima bantuan di Kecamatan Raas. Bantuan ini sangat berarti bagi perbaikan kualitas hidup keluarganya.
”Terima kasih kepada Bapak Said Abdullah atas bantuannya. Semoga beliau selalu diberikan kesehatan dan umur yang panjang,” tutur Hamima.
Sebelumnya, Said Abdullah juga telah menyalurkan program serupa bagi warga di 19 dusun di Kecamatan Talango, Sumenep. Kelompok penerimanya mendominasi desil 1–3, yakni kategori masyarakat sangat miskin hingga hampir miskin.
Langkah ini diambil menyikapi data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat persentase rumah layak huni di Madura baru mencapai 71 persen, masih di bawah rata-rata Jawa Timur sebesar 80 persen. Program ini diharapkan dapat memangkas angka 29 persen rumah tidak layak di Madura.














Komentar