Dinkes P2KB Sumenep Buka Suara Soal Kasus RS BHC: Kami Lakukan Monitoring Seluruh Faskes

- Penulis

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:55 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Tampilan depan kompleks Rumah Sakit Baghraf Health Care (BHC) Sumenep. Desakan keterbukaan rekam medis dan hasil audit internal atas meninggalnya Moh. Firman Ramadhani (22) kian menguat.

Foto: Tampilan depan kompleks Rumah Sakit Baghraf Health Care (BHC) Sumenep. Desakan keterbukaan rekam medis dan hasil audit internal atas meninggalnya Moh. Firman Ramadhani (22) kian menguat.

BERITAKU, Sumenep — Tabir misteri penyebab meninggalnya Moh. Firman Ramadhani (22), pemuda asal Desa Lenteng Timur yang wafat usai menerima suntikan obat di Rumah Sakit Baghraf Health Care (BHC) Sumenep pada Selasa (13/10/2026), belum menemukan titik terang.

Rombongan manajemen RS BHC Sumenep yang dipimpin Manager Humas dan Marketing, Sandra Rahestri, sempat mendatangi rumah duka pada Jumat (16/10/2026) pukul 09.00 WIB untuk menyampaikan belasungkawa serta menyerahkan bantuan sembako. Namun, kunjungan tersebut belum disertai dengan penyampaian jawaban medis atas penyebab pasti kematian almarhum.

“Mereka belum bisa menjawab. Kata mereka investigasinya belum selesai,” ungkap perwakilan keluarga berinisial Y, Jumat (16/10/2026).

Keluarga menyebutkan, pihak rumah sakit menyatakan bahwa penanganan atas temuan indikasi kekeliruan prosedur medis nantinya akan diproses sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.

Baca Juga  Musim Panen 2026, Haji Udik Minta Industri Rokok Utamakan Hasil Panen Tembakau Warga Sumenep

Ketiadaan jawaban definitif ini memicu sorotan dari otoritas kesehatan daerah. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep, Ellya Fardasah, menegaskan bahwa pihanya melakukan monitoring dan evaluasi (monev) menyeluruh terhadap seluruh fasilitas kesehatan di Sumenep.

“Kami masih mau memastikan dulu ke teman-teman di dinas. Mohon maaf belum bisa berkomentar banyak. Kalau kami tidak hanya fokus kepada satu rumah sakit, melainkan ke semua rumah sakit dan Puskesmas, pasti melakukan monitoring dan evaluasi,” tegas Ellya Fardasah.

Keluarga pasien mengungkapkan sejumlah temuan fisik mengkhawatirkan pada detik-detik terakhir sebelum Firman menghembuskan napas terakhir:

Baca Juga  Pamerkan Panel Surya Hingga Bumbu Haji di ICE BSD, Produk Tangsel Curi Perhatian Pembeli Internasional

Mulut Berbusa & Keluar Air Liur: Busa dan air liur dalam jumlah banyak keluar terus-menerus dari mulut pasien pasca-suntikan dan saat kejang-kejang.

Material Serbuk di Hidung: Keluarga menemukan serbuk berbau menyengat mirip obat yang keluar dari rongga hidung pasien.

Perubahan Fisik: Terjadi perubahan warna kulit, bibir, serta gusi pasien yang menghitam sesaat sebelum meninggal dunia.

Keluarga menekankan bahwa Firman sebelumnya berada dalam kondisi sadar penuh, komunikatif, bahkan sempat bermain ponsel pintar (smartphone).

Klaim SOP Oknum Pegawai dan Ruang Klarifikasi RS BHC

Baca Juga  Manjat Lewat Ventilasi, Dua Pemuda Pengangguran di Sumenep Bobol Warung Lalapan dan Rusak CCTV

Di lain sisi, seorang pegawai RS BHC berinisial I kembali menegaskan via WhatsApp bahwa penanganan medis telah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Yang penting BHC sudah sesuai SOP. Kematian Firman sudah nyampek ajalnya,” tulis I, Jumat (16/10/2026).

Hingga berita ini ditayangkan, upaya konfirmasi lanjutan kepada Manager Humas Sandra Rahestri serta Direktur RS BHC Sumenep, dr. Tedjo Wahyu Putranto, belum mendapatkan tanggapan resmi. Redaksi tetap membuka ruang seluas-luasnya bagi manajemen RS BHC Sumenep untuk menyampaikan klarifikasi dan hasil audit medis secara akuntabel demi asas keadilan dan kebenaran informasi publik.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel beritaku.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“Orang Datang Berobat Bukan Untuk Mati!” Zamrud Khan Desak RS BHC Buka Rekam Medis Firman
Terlibat Kasus Sabu 1,75 Gram, Dua Oknum Kades di Sumenep Ditangkap Satresnarkoba Polresta Sumenep
Tanggapi Kematian Pasien Lenteng Timur, Oknum Pegawai RS BHC Sebut “Sudah Nyampek Ajalnya”
Jatuh di Air Terjun Robo Harau, Korban Asal Padang Pariaman Ditemukan Meninggal Dunia
Gelapkan Dana Umrah Rp400 Juta Milik 10 Jemaah, Satreskrim Polresta Sumenep Tangkap Pria Asal Batuan
Gugur Terjebak Api Bromo, Korban Jiwa Karhutla Sukapura Bertambah Jadi 4 Orang
Tragedi Karhutla Bromo: 3 Orang Gugur Terjebak Api di Bukit Kembang Sukapura
Serap Aspirasi Warga di Taman Bunga, Kapolresta Sumenep Gelar ‘Ngopi Bareng’ dan Perkuat Silaturahmi Kamtibmas

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:05 WIB

“Orang Datang Berobat Bukan Untuk Mati!” Zamrud Khan Desak RS BHC Buka Rekam Medis Firman

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:55 WIB

Terlibat Kasus Sabu 1,75 Gram, Dua Oknum Kades di Sumenep Ditangkap Satresnarkoba Polresta Sumenep

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Dinkes P2KB Sumenep Buka Suara Soal Kasus RS BHC: Kami Lakukan Monitoring Seluruh Faskes

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:32 WIB

Tanggapi Kematian Pasien Lenteng Timur, Oknum Pegawai RS BHC Sebut “Sudah Nyampek Ajalnya”

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Jatuh di Air Terjun Robo Harau, Korban Asal Padang Pariaman Ditemukan Meninggal Dunia

Berita Terbaru