Paris Mencekam! Demo Kenaikan Biaya Hidup Meletus Jadi Kerusuhan Hebat, 1.200 Orang Diangkut Polisi

Paris dan Sejumlah Kota Porak-poranda Akibat Bentrokan Massa dan Polisi, Perdana Menteri Lecornu Sebut Keajaiban Tak Ada Korban Jiwa.

- Penulis

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:21 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Seorang demonstran membentangkan bendera Prancis di dekat kobaran api yang membakar barikade jalanan saat aksi unjuk rasa besar-besaran menuntut penurunan biaya hidup berujung ricuh di Paris.

Foto: Seorang demonstran membentangkan bendera Prancis di dekat kobaran api yang membakar barikade jalanan saat aksi unjuk rasa besar-besaran menuntut penurunan biaya hidup berujung ricuh di Paris.

BERITAKU, Jakarta – Gelombang unjuk rasa menuntut penurunan biaya hidup di Prancis berubah menjadi aksi kekerasan ekstrem yang melumpuhkan berbagai wilayah pada Minggu (18/10/2026). Aksi demo besar-besaran di Paris dan sejumlah kota lainnya berujung ricuh, diwarnai aksi penjarahan massal hingga pembakaran di sepanjang ruas jalan utama.

Guna mengendalikan situasi yang makin tidak kondusif, aparat kepolisian mengerahkan gas air mata dan meriam air (water cannon). Pengerahan tersebut merespons tindakan pengunjuk rasa yang terus melemparkan berbagai benda keras serta menembakkan kembang api ke arah barisan petugas.

Baca Juga  Tak Punya Celah, Satresnarkoba Polresta Sumenep Bongkar Stok Miras di Cafe Lotus

Dampak dari bentrokan sengit tersebut sangat fatal. Sebanyak 1.200 orang demonstran berhasil ditangkap petugas, sementara 150 personel kepolisian dilaporkan mengalami luka-luka. Tragedi memilukan juga terjadi di kota Saint-Etienne, di mana seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun harus kehilangan tangan kanannya akibat ledakan granat pengontrol massa.

Perdana Menteri Prancis, Sebastien Lecornu, mengecam keras intensitas kekerasan yang dinilainya sangat ekstrem dan membahayakan keselamatan umum. Pernyataan tegas itu ia sampaikan saat meninjau langsung para petugas keamanan yang disiagakan di pusat kota Paris usai bentrokan mereda.

“Sebuah keajaiban jumlah korban tidak lebih tinggi dari ini,” ujar Lecornu saat mengunjungi petugas yang dikerahkan di pusat kota Paris usai bentrokan dan penjarahan, dilansir AFP Minggu, (18/10/2026).

Pagi hari pascabentrokan, pemandangan kota Paris tampak porak-poranda dengan puing-puing sisa kebakaran dan penjarahan yang berserakan di mana-mana. Kerusakan parah yang meluas di ibu kota Prancis tersebut turut memicu keprihatinan mendalam dari pemerintah daerah setempat.

Baca Juga  Dua Periode Tak Tersentuh Perbaikan, Pemdes Padike Dinilai Diskriminatif Alokasikan Dana Desa

Seluruh ruas jalan di Paris “telah hancur lebur”, ujar Wakil Wali Kota Paris, Emmanuel Gregoire.

Eskalasi kerusuhan ini pecah setelah berminggu-minggu dipicu aksi protes mahasiswa terkait tekanan ekonomi. Momen krusial ini terjadi hanya enam bulan menjelang gelaran pemilihan umum nasional untuk menentukan sosok pengganti Presiden Emmanuel Macron.

Baca Juga  Polresta Sumenep Gelar Korp Raport Kenaikan Pangkat Pengabdian dan Pelepasan Purna Tugas

Terkait jumlah partisipasi massa, Kementerian Dalam Negeri Prancis mencatat aksi ini diikuti oleh sekitar 550.000 orang di seluruh negeri. Namun, serikat pekerja CGT yang ikut turun ke jalan mengklaim angka yang jauh lebih besar, yakni mencapai 800.000 peserta unjuk rasa.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel beritaku.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Soroti Kematian Pasien Firman, Zamrud Khan: Status BPJS Tidak Boleh Kurangi Kualitas Layanan Medis RS BHC
Tak Kapok Masuk Penjara! Residivis Narkoba di Nonggunong Kembali Diciduk Polisi di Jalan Desa
Ribuan Warga Sumenep Memadati JJS Hari Parlemen, Kehadiran Anggota Dewan Justru Dipertanyakan
“Orang Datang Berobat Bukan Untuk Mati!” Zamrud Khan Desak RS BHC Buka Rekam Medis Firman
Terlibat Kasus Sabu 1,75 Gram, Dua Oknum Kades di Sumenep Ditangkap Satresnarkoba Polresta Sumenep
Dinkes P2KB Sumenep Buka Suara Soal Kasus RS BHC: Kami Lakukan Monitoring Seluruh Faskes
Tanggapi Kematian Pasien Lenteng Timur, Oknum Pegawai RS BHC Sebut “Sudah Nyampek Ajalnya”
Jatuh di Air Terjun Robo Harau, Korban Asal Padang Pariaman Ditemukan Meninggal Dunia

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Soroti Kematian Pasien Firman, Zamrud Khan: Status BPJS Tidak Boleh Kurangi Kualitas Layanan Medis RS BHC

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:21 WIB

Paris Mencekam! Demo Kenaikan Biaya Hidup Meletus Jadi Kerusuhan Hebat, 1.200 Orang Diangkut Polisi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 12:58 WIB

Tak Kapok Masuk Penjara! Residivis Narkoba di Nonggunong Kembali Diciduk Polisi di Jalan Desa

Minggu, 18 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Ribuan Warga Sumenep Memadati JJS Hari Parlemen, Kehadiran Anggota Dewan Justru Dipertanyakan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:05 WIB

“Orang Datang Berobat Bukan Untuk Mati!” Zamrud Khan Desak RS BHC Buka Rekam Medis Firman

Berita Terbaru