“Orang Datang Berobat Bukan Untuk Mati!” Zamrud Khan Desak RS BHC Buka Rekam Medis Firman

Aktivis Hukum Sumenep Desak Keterbukaan Medis Atas Kematian Firman dan Pertanyakan Profesionalitas Manajemen Rumah Sakit.

- Penulis

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:05 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Tokoh hukum sekaligus aktivis Kabupaten Sumenep, Zamrud Khan, memberikan keterangan tegas terkait sorotan publik terhadap penanganan pasien dan manajemen RS Baghraf Health Care (BHC) Sumenep.

Foto: Tokoh hukum sekaligus aktivis Kabupaten Sumenep, Zamrud Khan, memberikan keterangan tegas terkait sorotan publik terhadap penanganan pasien dan manajemen RS Baghraf Health Care (BHC) Sumenep.

BERITAKU, Sumenep – Gelombang kritik terhadap Rumah Sakit Baghraf Health Care (BHC) Sumenep terus bergulir pascameninggalnya Moh. Firman Ramadhani alias Deni. Kali ini, sorotan tajam datang dari tokoh hukum sekaligus aktivis senior Kabupaten Sumenep, Zamrud Khan. Ia meragukan objektivitas proses investigasi internal yang saat ini tengah dilakukan oleh pihak manajemen rumah sakit.

Zamrud menegaskan bahwa RS BHC Sumenep tidak bisa begitu saja berlindung di balik tameng klaim kepatuhan Standar Operasional Prosedur (SOP). Menurutnya, pernyataan sesuai SOP harus dibuktikan secara ilmiah dan terbuka kepada publik, bukan sekadar alibi sepihak di tengah krisis keselamatan pasien.

Baca Juga  Gempur Jaringan Narkoba, Polresta Sumenep Sita 81,53 Gram Sabu Siap Edar di Saronggi dan Bluto

Ada dua poin krusial yang menurut Zamrud wajib dijawab tuntas oleh RS BHC. Pertama, apakah penanganan medis terhadap almarhum Firman sudah dilakukan secara maksimal. Kedua, apakah tim dokter dan perawat yang menangani memiliki kompetensi yang sesuai dengan penyakit pasien.

Selain penanganan medis, Zamrud juga menyentil keras sikap manajemen RS BHC yang dinilai amat tertutup dan sulit diakses media pers. Ia menilai ketertutupan informasi dari fasilitas pelayanan publik seperti rumah sakit justru akan memicu prasangka buruk serta kecurigaan di tengah masyarakat.

Menurut Zamrud, keharusan membuat janji pertemuan tidak boleh dijadikan alasan untuk menghindari konfirmasi wartawan. Ia bahkan menyebut pola pengelolaan manajemen RS BHC Sumenep tidak profesional karena mengabaikan fungsi komunikasi publik dalam isu penting keselamatan jiwa.

Baca Juga  Kemerdekaan Sama Pentingnya dengan Sebungkus Nasi

Zamrud mengingatkan bahwa hak atas pelayanan kesehatan yang layak merupakan bagian dari Hak Asasi Manusia (HAM). Logika sederhananya, setiap warga negara yang datang ke fasilitas medis berikhtiar untuk sembuh, sehingga keselamatan nyawa harus menjadi prioritas utama di atas segalanya.

Mengenai investigasi internal yang sedang berjalan, Zamrud menilai hasilnya berpotensi tidak objektif jika hanya dilakukan oleh pihak internal BHC. Kecenderungannya, kata dia, pemeriksaan internal akan berusaha membenarkan tindakan lembaga itu sendiri tanpa mau mengakui celah kesalahan.

Baca Juga  Gerak Cepat Polsek Kangean Tangkap Pelaku Kekerasan Seksual di Arjasa

Ia juga mempertanyakan lambatnya proses penanganan krisis ini oleh manajemen rumah sakit. Padahal, kepastian informasi sangat dibutuhkan oleh pihak keluarga almarhum di Desa Lenteng Timur agar pertanyaan yang berlarut-larut segera mendapatkan jawaban medis yang pasti.

Di sisi lain, Kepala Dinkes P2KB Sumenep, Ellya Fardasah, sebelumnya menyatakan masih melakukan koordinasi internal sebelum memberikan tanggapan resmi. Hingga kini, publik dan keluarga korban masih menanti keberanian pihak RS BHC untuk memaparkan rekam medis secara transparan.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel beritaku.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terlibat Kasus Sabu 1,75 Gram, Dua Oknum Kades di Sumenep Ditangkap Satresnarkoba Polresta Sumenep
Dinkes P2KB Sumenep Buka Suara Soal Kasus RS BHC: Kami Lakukan Monitoring Seluruh Faskes
Tanggapi Kematian Pasien Lenteng Timur, Oknum Pegawai RS BHC Sebut “Sudah Nyampek Ajalnya”
Jatuh di Air Terjun Robo Harau, Korban Asal Padang Pariaman Ditemukan Meninggal Dunia
Gelapkan Dana Umrah Rp400 Juta Milik 10 Jemaah, Satreskrim Polresta Sumenep Tangkap Pria Asal Batuan
Gugur Terjebak Api Bromo, Korban Jiwa Karhutla Sukapura Bertambah Jadi 4 Orang
Tragedi Karhutla Bromo: 3 Orang Gugur Terjebak Api di Bukit Kembang Sukapura
Serap Aspirasi Warga di Taman Bunga, Kapolresta Sumenep Gelar ‘Ngopi Bareng’ dan Perkuat Silaturahmi Kamtibmas

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:05 WIB

“Orang Datang Berobat Bukan Untuk Mati!” Zamrud Khan Desak RS BHC Buka Rekam Medis Firman

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:55 WIB

Terlibat Kasus Sabu 1,75 Gram, Dua Oknum Kades di Sumenep Ditangkap Satresnarkoba Polresta Sumenep

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Dinkes P2KB Sumenep Buka Suara Soal Kasus RS BHC: Kami Lakukan Monitoring Seluruh Faskes

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:32 WIB

Tanggapi Kematian Pasien Lenteng Timur, Oknum Pegawai RS BHC Sebut “Sudah Nyampek Ajalnya”

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Jatuh di Air Terjun Robo Harau, Korban Asal Padang Pariaman Ditemukan Meninggal Dunia

Berita Terbaru