Viral Video Adu Argumen di RS BHC Sumenep, Pihak Keluarga Tuding Ada Kelalaian Medis

- Penulis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Tangkapan layar video berdurasi 1 menit 30 detik memperlihatkan perawat RS Baghraf Health Care (BHC) Sumenep (depan) didampingi petugas keamanan saat memberikan penjelasan atas pertanyaan keluarga pasien.

Foto: Tangkapan layar video berdurasi 1 menit 30 detik memperlihatkan perawat RS Baghraf Health Care (BHC) Sumenep (depan) didampingi petugas keamanan saat memberikan penjelasan atas pertanyaan keluarga pasien.

BERITAKU, Sumenep — Sebuah rekaman video yang memperlihatkan adu argumen antara keluarga pasien dan Nakes perawat di Rumah Sakit Baghraf Health Care (BHC) Sumenep, Jawa Timur, mendadak viral di platform TikTok dan menuai sorotan publik, Rabu (14/10/2026).

Video berdurasi 1 menit 30 detik yang diunggah oleh akun TikTok @patah.tpi.kuat tersebut memuat rekaman saat pihak keluarga mempertanyakan penanganan medis dan dugaan kelalaian pelayanan terhadap anggota keluarganya yang mengalami pendarahan/muntah hebat hingga berujung maut.

Dalam unggahannya, pemilik akun menuding Nakes meninggalkan pasien saat kondisi krisis terjadi.

“Dari sakit biasa masuk BHC Sumenep berujung maut… kelalaian salah satu pegawainya yang tidak bertanggung jawab. Ketika sedang berjuang dengan cairan yang masuk ke dalam tubuhnya dan cairan yang keluar dari hidung dan mulutnya dalam keadaan infus dimatikan dan perawatnya meninggalkannya,” tulis pemilik akun dalam keterangan videonya.

Adu Argumen Soal Prosedur Pemberian Obat dan Penanganan Infus

Baca Juga  Perkuat Kultur Religius, Pemkab dan Kemenag Sumenep Sinergi Kick Off Pembacaan Surah Al-Waqi’ah

Dalam rekaman video tersebut, terdengar perwakilan keluarga mempertanyakan kondisi awal pasien saat masuk rumah sakit yang diklaim masih sadar penuh dan hanya mengeluhkan sakit perut.

Pihak perawat berseragam biru menjelaskan bahwa pemberian obat pereda nyeri dan anti-muntah telah disesuaikan dengan prosedur medis serta dikomunikasikan kepada pasien terlebih dahulu.

“Setiap saya ngasih obat, saya bilang kepada pasiennya, ini untuk penghilang muntahnya. Sementara obat penghilang nyerinya saya masukkan terakhir,” kata perawat dalam rekaman tersebut.

Adu mulut memuncak ketika keluarga mencecar alasan Nakes mematikan infus dan meninggalkan ruangan saat pasien mengalami muntah cairan.

“Mbak dengan kondisi pasien muntah-muntah, infus dimatikan, lalu mbak tinggalkan? Pasien dalam keadaan muntah, mbak tinggalkan? Maksud mbak gimana jadi perawat? Ayo jawab,” desak pria dalam video.

Mengedepankan Cover Both Sides dan Penelusuran Rekam Medis

Baca Juga  "Jangan Lindungi Tambak Nakal!" GPN Jatim Desak DLH Sumenep Usut Limbah Pesisir

Hingga berita ini diturunkan, dugaan kelalaian pelayanan medis yang disampaikan oleh pihak keluarga melalui media sosial tersebut masih memerlukan pembuktian hukum. Penilaian objektif memerlukan audit medis, pemeriksaan rekam medis, serta evaluasi Standar Operasional Prosedur (SOP) dari komite keperawatan/etik RS.

Baca Juga  Respon Cepat Laporan Warga, Polsek Lenteng Ringkus Pelaku Pencurian Motor Inventaris

Upaya konfirmasi resmi telah dilakukan kepada manajemen dan Humas RS BHC Sumenep guna mendapatkan penjelasan berimbang mengenai kronologi kejadian serta penanganan medis yang diberikan.

Ruang klarifikasi terbuka lebar bagi manajemen rumah sakit untuk memberikan keterangan publik demi transparansi informasi dan kepastian hukum.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel beritaku.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Jadi ke-81 Jatim, Khofifah dan Wabup KH Imam Hasyim Tinjau Sapa Bansos Terpadu di Slopeng
Dorong IPM Pesisir Madura, Khofifah Salurkan Bantuan Kesehatan dan Ekonomi di Pantai Slopeng Sumenep
Sikat Peredaran Sabu di Saronggi, Satresnarkoba Polresta Sumenep Ringkus Pengedar dan Pembeli
Ekonomi Tumbuh 5,84 Persen, Mentan Amran Puji Jawa Timur Sebagai Lumbung Pangan Nomor Satu Indonesia
Cegah Ilegal Logging, Perhutani KPH Madura dan Polsek Kangean Perkuat Sinergi Pengamanan Hutan
Wabup KH. Imam Hasyim Bacakan Nota Keuangan Raperda APBD 2027 Sumenep, Proyeksikan Pendapatan Rp1,89 Triliun
Tundukkan Petinju Filipina di Usia 39 Tahun, Daud Yordan Raih Kemenangan Mutlak dan Bonus Rp1 Miliar
Pascapenindakan Narkoba, Polda Metro Jaya dan Polres Jakbar Gelar Trauma Healing dan Baksos

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:27 WIB

Hari Jadi ke-81 Jatim, Khofifah dan Wabup KH Imam Hasyim Tinjau Sapa Bansos Terpadu di Slopeng

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Dorong IPM Pesisir Madura, Khofifah Salurkan Bantuan Kesehatan dan Ekonomi di Pantai Slopeng Sumenep

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Sikat Peredaran Sabu di Saronggi, Satresnarkoba Polresta Sumenep Ringkus Pengedar dan Pembeli

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Viral Video Adu Argumen di RS BHC Sumenep, Pihak Keluarga Tuding Ada Kelalaian Medis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 00:30 WIB

Ekonomi Tumbuh 5,84 Persen, Mentan Amran Puji Jawa Timur Sebagai Lumbung Pangan Nomor Satu Indonesia

Berita Terbaru