Tragedi Pademawu Pamekasan: Diduga Kambuh Gangguan Kejiwaan, Ibu Tega Tusuk Anak Kandung Hingga Tewas

- Penulis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penyidikan Kasus Pembunuhan Anak 10 Tahun di Pamekasan: Polisi Pendalaman Riwayat Medis Pelaku

Penyidikan Kasus Pembunuhan Anak 10 Tahun di Pamekasan: Polisi Pendalaman Riwayat Medis Pelaku

BERITAKU, Pamekasan — Jajaran Satreskrim Polres Pamekasan terus mendalami kasus dugaan penganiayaan berat hingga menewaskan bocah perempuan berinisial TD (10) di Dusun Karang Dalem, Desa Pademawu Barat, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Senin (17/8/2026).

Ibu kandung korban berinisial DA (31) yang telah diamankan kini menjalani pemeriksaan intensif, termasuk pemeriksaan kondisi kejiwaan.

Peristiwa tragis ini bermula sekitar pukul 10.30 WIB ketika DA meminta ibunya (nenek korban) pergi membeli makanan bersama dua anak lainnya. Situasi rumah yang sepi dimanfaatkan pelaku untuk melakukan penusukan terhadap TD.

Sekitar pukul 11.00 WIB, sang nenek yang baru kembali terkejut mendapati cucunya tergeletak bersimbah darah di teras depan. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Pademawu lalu dirujuk ke RSUD Pamekasan, namun nyawanya tidak tertolong.

Saat petugas dan warga mendobrak rumah yang terkunci dari dalam, DA ditemukan berada di lokasi sembari masih memegang sebilah pisau. Petugas bergerak cepat menyergap pelaku beserta barang bukti.

“Warga bersama pihak kepolisian lantas mendobrak pintu dan mendapati terduga pelaku berada di dalam rumah masih memegang sebilah pisau,” ujar Kasi Humas Polres Pamekasan Ipda Yoni Evan Pratama.

Ipda Yoni menambahkan, penyidik tengah mendalami informasi awal keluarga terkait riwayat gangguan kejiwaan pelaku yang dikabarkan sempat kambuh empat hari terakhir. Pihak kepolisian berkoordinasi dengan tim medis dan psikiater untuk memastikan kondisi mental DA secara profesional sebelum menyimpulkan motif resmi.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel beritaku.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringati Hari Parlemen 2026, DPRD Sumenep Gelar ‘Jalan Sehat Politik’ Bertabur Hadiah Rp100 Juta
Gandeng Komisi Informasi, DPC PKDI Sumenep Susun Standar Layanan Informasi Publik Desa
GMNI dan BEM Sumenep Gelar Mimbar Rakyat di DPRD: Tolak Perubahan Nomenklatur dan Tuntut KeberpihakaYn Pengelolaan Migas
Jangkau Wilayah Kepulauan, Pemkab Sumenep Integrasikan SIMPUS ke Ekosistem SATUSEHAT
Mobilitas Tinggi dan Pernikahan Dini Jadi Tantangan Berat Penanganan Stunting di Sumenep
Pastikan Akurasi Program Kesehatan Kerja, DKP2KB Sumenep Validasi Data PJ Kesjaor dan UKK Puskesmas
Partisipasi Posyandu Tembus 95 Persen, Angka Stunting di Sumenep Turun Signifikan Menjadi 11,2 Persen
BNNK Sumenep Gandeng Diskominfo Bekali Relawan Antinarkoba Literasi Digital dan Public Speaking

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Peringati Hari Parlemen 2026, DPRD Sumenep Gelar ‘Jalan Sehat Politik’ Bertabur Hadiah Rp100 Juta

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Gandeng Komisi Informasi, DPC PKDI Sumenep Susun Standar Layanan Informasi Publik Desa

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:57 WIB

GMNI dan BEM Sumenep Gelar Mimbar Rakyat di DPRD: Tolak Perubahan Nomenklatur dan Tuntut KeberpihakaYn Pengelolaan Migas

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Jangkau Wilayah Kepulauan, Pemkab Sumenep Integrasikan SIMPUS ke Ekosistem SATUSEHAT

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:24 WIB

Mobilitas Tinggi dan Pernikahan Dini Jadi Tantangan Berat Penanganan Stunting di Sumenep

Berita Terbaru