Breaking News

Ratusan Rudal Hantam Pusat Pembuatan Senjata Biologi Suriah

beritaku.co.id,

Militer gabungan Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis mengklaim sudah melesatkan 105 rudal ke Suriah. Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis, mengatakan AS dan sekutunya telah mengambil "aksi yang tepat" terhadap "infrastruktur senjata kimia" pemerintah Suriah.


Rudal-rudal itu dilesatkan dari sejumlah pesawat jet tempur dan beberapa kapal perang yang berada di Laut Merah, sebelah utara Teluk, dan bagian timur Laut Mediterania.
 

1. Pusat riset dan pengembangan Barzeh, Damaskus


Lembaga ini merupakan cabang dari Pusat Riset dan Kajian Sains (SSRC) yang berada di Distrik Barzeh, sebelah utara ibu kota Suriah.
Menurut Jenderal Dunford, lembaga ini berfungsi sebagai "pusat riset, pengembangan, produksi, serta pengujian teknologi senjata kimia dan biologi".


Letnan Jenderal Kenneth McKenzie selaku direktur Staf Gabungan militer AS mengatakan, sebanyak 76 rudal telah diarahkan ke lokasi tersebut. Rinciannya, 57 rudal jelajah Tomahawk dan 19 rudal yang ditembakkan dari pesawat.


2. Lokasi penyimpanan senjata kimia Him Shinshar, sebelah barat Homs

Ketua Gabungan Kepala Staf AS, Jenderal Joseph Dunford, mengatakan bahwa AS meyakini ini adalah "lokasi utama pembuatan Sarin di Suriah beserta perlengkapan produksi bahan bakunya".


Disebutkan Letnan Jenderal Kenneth McKenzie selaku direktur Staf Gabungan militer AS, sebanyak 22 rudal mengenai lokasi ini dengan rincian sembilan rudal Tomahawk AS, delapan rudal Storm Shadow milik Inggris, serta lima rudal jelajah dan dua rudal SCALP milik Prancis.


Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan fasilitas ini digunakan untuk "menyimpan bahan baku senjata kimia sehingga melanggar kewajiban-kewajiban Suriah di bawah Konvensi Senjata Kimia".
 

Bahan baku senjata kimia di lokasi tersebut ditengarai mampu menghasilkan gas beracun seperti Sarin.

 

3. Ruang bawah tanah senjata kimia Him Shinshar, sebelah barat Homs

Jenderal Dunford mengatakan ruang bawah tanah, yang berada sekitar tujuh kilometer dari lokasi penyimpanan senjata kimia, "berisi fasilitas penyimpanan perlengkapan senjata kimia dan pos komando penting".
 

Menurut Letnan Jenderal Kenneth McKenzie selaku direktur Staf Gabungan militer AS, sebanyak tujuh rudal SCALP diterjunkan dan "sukses mengenai" ruang bawah tanah tersebut.
 

Dia menambahkan, serangan AS, Inggris, dan Prancis "mampu membuat sistem pertahanan udara Suriah kewalahan".
 

"Kami percaya diri bahwa semua rudal kami mencapai targetnya. Pada akhir misi serangan, semua pesawat kembali ke pangkalan dengan selamat," ujarnya.
 

Militer AS memperkirakan lebih dari rudal dari darat ke udara telah diluncurkan pasukan pemerintah Suriah.
 

Namun, "peluncuran-peluncuran itu terjadi setelah rampungnya serangan kami," kata McKenzie.





  

© 2018 beritaku.co.id   

Ke Atas