Mencuat Narasi ‘Pengalihan Isu’ RS BHC di WhatsApp, Keluarga Dani Tetap Menanti Kejujuran Audit Medis

Di Tengah Isu Liar dan Tanggapan Menanti Audit Medis, Keluarga Pasien BPJS Sumenep Mengaku Masih Menyimpan Luka Mendalam Jelang 7 Hari Kematian.

- Penulis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Tangkapan layar unggahan media sosial TikTok akun "Kepo?" yang membeberkan curhatan pilu alasan penghapusan video cekcok dengan perawat RS BHC Sumenep serta penantian kejelasan hasil audit medis.

Foto: Tangkapan layar unggahan media sosial TikTok akun "Kepo?" yang membeberkan curhatan pilu alasan penghapusan video cekcok dengan perawat RS BHC Sumenep serta penantian kejelasan hasil audit medis.

BERITAKU, Sumenep – Perkembangan kasus meninggalnya Moh. Firman Ramadhani alias Dani (22), pasien BPJS yang mengembuskan napas terakhir di RS Baghraf Health Care (BHC) Sumenep pada Selasa (13/10/2026), kian memicu kehebohan di media sosial.

Unggahan terbaru dari akun TikTok “Kepo?” (@dihcuih6) kembali menyita perhatian publik. Akun yang diduga kuat milik kakak kandung almarhum tersebut membeberkan alasan utama mengapa ia memilih menghapus video cekcok panas antara keluarga korban dan perawat RS BHC yang sempat viral.

“kenapa saya ngapus vidio ini karena saya teringat dengan LUKA yang mendalam yang sangat menyayat hati ini,” tulis pemilik akun dalam unggahan bertanggal Senin (19/10/2026).

Sebelumnya, video rekaman amatir pertengkaran hebat antara keluarga pasien dan tenaga medis di ruang perawatan BHC sempat beredar luas. Momen perselisihan itu menyedot empati publik setelah Dani dinyatakan meninggal dunia secara mendadak.

Baca Juga  Sentuh Warga Kepulauan Sumenep, Said Abdullah Kucurkan Bantuan Rp23 Juta Bedah Rumah di Raas!

Di kolom komentar unggahan terbarunya, pemilik akun menyuarakan keputusasaan keluarga yang hingga jelang peringatan 7 hari kepulangan almarhum belum juga menerima kepastian laporan audit medis dari pimpinan rumah sakit.

“Udh mau 7hari dr meninggalnya adekku masih belom ada kepastian dr pihak rumah skitnya,” tulisnya pilu menagih iktikad baik manajemen RS BHC.

Di tengah penantian keluarga akan hasil investigasi medis, jagat media sosial juga diwarnai polemik unggahan status WhatsApp dari sejumlah pihak yang mempertanyakan motif masifnya pemberitaan kasus BHC.

“RS BHC Kembali Tranding, Ini Tranding Untuk Pembenahan atau Untuk Penyelesaian? serius Nanya…,” bunyi salah satu tangkapan layar status WhatsApp yang beredar.

Bahkan, ada pula unggahan yang menyudutkan pemberitaan media dengan menuding adanya oknum penunggang kepentingan, seraya mengklaim pihak keluarga telah berdamai.

“Ada dugaan kepentingan lain dibalik kasus RS BHC, padahal oknum yang diduga korban sudah menerima dan memaafkan. #RS BHC Sudah Sesusi,” tulis akun tersebut.

Meski demikian, klaim perdamaian itu berbanding terbalik dengan pesan yang disampaikan pihak keluarga korban. Pihak keluarga bahkan mengisyaratkan siap menemui insan pers secara terbuka untuk membeberkan kronologi penanganan medis Dani yang sebenarnya.

Baca Juga  "Percuma Gedung Seperti Hotel!" Zamrud Khan Semprot Manajemen RS BHC Soal Pelayanan

Di sisi lain, beredar pula testimonial positif dari keluarga pasien lain yang mengaku puas atas keramahan fasilitas serta pelayanan perawatan RS BHC selama sembilan hari masa inap. Namun, munculnya kepuasan pasien lain tersebut dinilai tidak serta-merta menggugurkan kewajiban rumah sakit untuk menjawab kasus kematian Dani secara ilmiah.

Baca Juga  Sepekan Misteri Kematian Firman: Manajemen RS BHC dan Kadinkes Sumenep Sama-Sama Ke Luar Kota!

Hingga berita ini ditayangkan, manajemen RS BHC Sumenep serta instansi terkait seperti Dinkes P2KB Sumenep masih memilih bungkam dan belum menyampaikan hasil investigasi resmi kepada publik.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel beritaku.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perkuat Kamtibmas di Kecamatan Guluk-Guluk, Kapolresta Sumenep Gelar Silaturahmi ‘Sambung Roso’ Bersama Tokoh Masyarakat
Sambut Hari Santri Nasional 2026, Bupati Sumenep Wajibkan ASN Berbusana Santri Selama Empat Hari
Pemkab Sumenep Buka Seleksi Calon Komisaris Utama PT Sumekar, Pendaftaran Dibuka Hingga 26 Oktober
“Percuma Gedung Seperti Hotel!” Zamrud Khan Semprot Manajemen RS BHC Soal Pelayanan
Dorong Ekosistem Usaha Lokal, Pemkab Sumenep Dampingi UMKM dan Minta Rekomendasi Tertulis dari Sarasehan PWI
Strategi Ranjau Narkoba Terbongkar! Kasat Resnarkoba Kompol Sjaiful Pastikan Proses Hukum Berjalan Tegas
Ikhtiar Batin Pemkab Sumenep: Targetkan Pembacaan Surat Al-Waqi’ah 111.111 Kali!
Sepekan Pasien BPJS Meninggal, Publik Pertanyakan Lambatnya Dinkes Sumenep Turun ke RS BHC

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:34 WIB

Perkuat Kamtibmas di Kecamatan Guluk-Guluk, Kapolresta Sumenep Gelar Silaturahmi ‘Sambung Roso’ Bersama Tokoh Masyarakat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:18 WIB

Sambut Hari Santri Nasional 2026, Bupati Sumenep Wajibkan ASN Berbusana Santri Selama Empat Hari

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:00 WIB

Pemkab Sumenep Buka Seleksi Calon Komisaris Utama PT Sumekar, Pendaftaran Dibuka Hingga 26 Oktober

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Mencuat Narasi ‘Pengalihan Isu’ RS BHC di WhatsApp, Keluarga Dani Tetap Menanti Kejujuran Audit Medis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:05 WIB

“Percuma Gedung Seperti Hotel!” Zamrud Khan Semprot Manajemen RS BHC Soal Pelayanan

Berita Terbaru