Kritik Anggaran Lingkungan di APBD Sumenep, Legislator: Di Dokumen Strategis, Pas Penganggaran Minim!

- Penulis

Kamis, 24 September 2026 - 18:41 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Soroti Galian C hingga APBD, Hosnan Sentil Komitmen Pemkab Sumenep Soal Lingkungan

Soroti Galian C hingga APBD, Hosnan Sentil Komitmen Pemkab Sumenep Soal Lingkungan

BERITAKU, Sumenep — Isu kerusakan lingkungan dan krisis ekologis di Kabupaten Sumenep tak lagi sekadar urusan bentang alam yang rusak, melainkan merembet pada benturan kewenangan perizinan hingga minimnya keberpihakan anggaran daerah.

Hal itu ditegaskan oleh anggota Komisi III DPRD Sumenep, Hosnan Abrari, dalam forum bedah buku “Kebijakan Hukum Pidana Tanpa Kesalahan dalam Delik Lingkungan” karya akademisi Universitas Islam Madura (UIM), Ribut Baidi. Acara tersebut diselenggarakan oleh Pusat Bantuan Hukum Jawa Timur (PBH Jatim) di Kafe Tanean, Bangkal, Sumenep, Kamis (24/9/2026) sore.

Dalam forum yang dihadiri kalangan aktivis, akademisi, dan mahasiswa tersebut, Hosnan blak-blakan menyoroti persoalan galian C liar hingga inkonsistensi Pemkab Sumenep dalam mengawal isu lingkungan.

“Di RPJPD 2025–2045 maupun RPJMD, isu lingkungan selalu dibilang strategis. Tapi begitu masuk ke rancangan APBD, coba kita lihat, apakah fokus dan komitmen anggaran untuk lingkungan itu benar-benar terlihat?” sentil Hosnan di hadapan peserta diskusi, Kamis (24/9/2026).

Hosnan membeberkan, Komisi III kerap menerima aduan masyarakat terkait maraknya tambang galian C. Namun, penanganan di tingkat kabupaten kerap terkendala karena bentrok aturan perizinan yang ditarik ke tingkat provinsi. Tren sentralisasi kebijakan dari pemerintah pusat ini dinilai kian menggerus semangat otonomi daerah.

Di sisi lain, penulis buku, Ribut Baidi, mengapresiasi daya kritis para mahasiswa dan aktivis yang hadir. Ia menegaskan, teori hukum pidana lingkungan dalam bukunya harus terus diuji dengan realitas kerusakan di lapangan.

Sementara itu, Ketua Umum PBH Jatim, Nadianto, mengingatkan para aktivis gerakan agar tak hanya mengandalkan teriakan di jalanan tanpa membekali diri dengan penguasaan regulasi.

“Kalau mahasiswa melakukan audit, investigasi, dan advokasi tapi nol pemahaman hukumnya, itu kacau. Apa yang disuarakan harus punya dasar dan koridor hukum yang jelas,” tegas Nadianto.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel beritaku.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringati Hari Parlemen 2026, DPRD Sumenep Gelar ‘Jalan Sehat Politik’ Bertabur Hadiah Rp100 Juta
Gandeng Komisi Informasi, DPC PKDI Sumenep Susun Standar Layanan Informasi Publik Desa
GMNI dan BEM Sumenep Gelar Mimbar Rakyat di DPRD: Tolak Perubahan Nomenklatur dan Tuntut KeberpihakaYn Pengelolaan Migas
Jangkau Wilayah Kepulauan, Pemkab Sumenep Integrasikan SIMPUS ke Ekosistem SATUSEHAT
Mobilitas Tinggi dan Pernikahan Dini Jadi Tantangan Berat Penanganan Stunting di Sumenep
Pastikan Akurasi Program Kesehatan Kerja, DKP2KB Sumenep Validasi Data PJ Kesjaor dan UKK Puskesmas
Partisipasi Posyandu Tembus 95 Persen, Angka Stunting di Sumenep Turun Signifikan Menjadi 11,2 Persen
BNNK Sumenep Gandeng Diskominfo Bekali Relawan Antinarkoba Literasi Digital dan Public Speaking

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Peringati Hari Parlemen 2026, DPRD Sumenep Gelar ‘Jalan Sehat Politik’ Bertabur Hadiah Rp100 Juta

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Gandeng Komisi Informasi, DPC PKDI Sumenep Susun Standar Layanan Informasi Publik Desa

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:57 WIB

GMNI dan BEM Sumenep Gelar Mimbar Rakyat di DPRD: Tolak Perubahan Nomenklatur dan Tuntut KeberpihakaYn Pengelolaan Migas

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Jangkau Wilayah Kepulauan, Pemkab Sumenep Integrasikan SIMPUS ke Ekosistem SATUSEHAT

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:24 WIB

Mobilitas Tinggi dan Pernikahan Dini Jadi Tantangan Berat Penanganan Stunting di Sumenep

Berita Terbaru