Usung Tema Keraton Sumenep, MEC 2026 Jadi Wadah Silaturahmi Bangsawan dan Tokoh Adat Se-Indonesia

- Penulis

Senin, 21 September 2026 - 11:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

MEC 2026 Satukan Kerajaan Nusantara di Sumenep: Dari Lampung, Cirebon, Hingga Maluku Utara

MEC 2026 Satukan Kerajaan Nusantara di Sumenep: Dari Lampung, Cirebon, Hingga Maluku Utara

BERITAKU, Sumenep — Gelaran Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 yang diinisiasi oleh Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS) bekerja sama dengan Pemkab Sumenep menjadi momentum bersejarah. Ajang tahunan ini menjadi titik temu puluhan raja, sultan, pangeran, serta kerabat kerajaan dari berbagai penjuru Nusantara pada Sabtu (19/9/2026) malam di depan Labang Mesem Keraton Sumenep.

Mengusung tema utama “Keraton Sumenep”, perhelatan kali ini menghadirkan tokoh-tokoh penting Kesultanan dan Kerajaan Adat Indonesia. Di antaranya:

Lampung: PYM SPDB Drs. Pangeran Edward Syah Pernong, S.H., M.H. (Sultan Sekala Brak ke-23 / Deklarator MAKN).

Maluku Utara: PYM Ahmad Sjah (Sultan Jailolo, Halmahera Barat).

Kalimantan Timur: PYM Adji Raden Mohammad Bakhrun (Sultan Gunung Tabur).

Cirebon: PYM Pangeran Handi, S.E., M.M. (Raja Kaprabon XI) yang hadir memboyong rombongan penari dan seniman.

Sulawesi Selatan: YM Andi Idris Manginruru A. Idjo Daeng Buang Karaengta Katangka (Kerajaan Gowa) dan YM Andi Mardiani We Padauleng Karaeng Suginna, S.Pd., M.Pd. (KaOpuan Benteng Selayar).

Banten, Gorontalo, & DIY: YM Roswati Lasimpala (Kerajaan Gorontalo), YM Tb Suroso (Kesultanan Banten), YM KRAy T. Roro Fitria (Kesultanan Yogyakarta), serta YM Dra. Hj. KRAy T. Yani WSS Kuswodijoyo (Puro Pakualaman / Sekjen MAKN).

Kesultanan Sumenep: YM R. Yumei Sulistyo, Psi., M.M., MNLP.

Ketua Komunitas Jurnalis Sumenep (KJS), M. Hariri, mengungkapkan bahwa kehadiran para bangsawan Nusantara ini memberikan warna tersendiri sekaligus menegaskan fungsi MEC sebagai wadah diplomasi dan silaturahmi budaya.

“Kehadiran tokoh kerajaan dan kesultanan dari berbagai daerah bukan sekadar menambah kemeriahan, melainkan menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antarkerajaan serta mempertemukan kembali beragam warisan sejarah Nusantara di Kabupaten Sumenep,” ujar M. Hariri.

Rangkaian acara yang berlangsung di sepanjang Jalan Dr. Soetomo, Kelurahan Pajagalan, ini sukses menyedot perhatian ribuan pasang mata dan menempatkan Kabupaten Sumenep sebagai etalase utama pelestarian budaya bangsa.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel beritaku.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringati Hari Parlemen 2026, DPRD Sumenep Gelar ‘Jalan Sehat Politik’ Bertabur Hadiah Rp100 Juta
Gandeng Komisi Informasi, DPC PKDI Sumenep Susun Standar Layanan Informasi Publik Desa
GMNI dan BEM Sumenep Gelar Mimbar Rakyat di DPRD: Tolak Perubahan Nomenklatur dan Tuntut KeberpihakaYn Pengelolaan Migas
Jangkau Wilayah Kepulauan, Pemkab Sumenep Integrasikan SIMPUS ke Ekosistem SATUSEHAT
Mobilitas Tinggi dan Pernikahan Dini Jadi Tantangan Berat Penanganan Stunting di Sumenep
Pastikan Akurasi Program Kesehatan Kerja, DKP2KB Sumenep Validasi Data PJ Kesjaor dan UKK Puskesmas
Partisipasi Posyandu Tembus 95 Persen, Angka Stunting di Sumenep Turun Signifikan Menjadi 11,2 Persen
BNNK Sumenep Gandeng Diskominfo Bekali Relawan Antinarkoba Literasi Digital dan Public Speaking

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Peringati Hari Parlemen 2026, DPRD Sumenep Gelar ‘Jalan Sehat Politik’ Bertabur Hadiah Rp100 Juta

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Gandeng Komisi Informasi, DPC PKDI Sumenep Susun Standar Layanan Informasi Publik Desa

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:57 WIB

GMNI dan BEM Sumenep Gelar Mimbar Rakyat di DPRD: Tolak Perubahan Nomenklatur dan Tuntut KeberpihakaYn Pengelolaan Migas

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Jangkau Wilayah Kepulauan, Pemkab Sumenep Integrasikan SIMPUS ke Ekosistem SATUSEHAT

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:24 WIB

Mobilitas Tinggi dan Pernikahan Dini Jadi Tantangan Berat Penanganan Stunting di Sumenep

Berita Terbaru