Madura Ethnic Carnival 2026: Wujud Kolaborasi Seni, Tradisi, dan Promosi Wisata Kabupaten Sumenep

- Penulis

Senin, 21 September 2026 - 11:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pukau Pengunjung di Labang Mesem, Wabup Imam Hasyim Sebut MEC 2026 Wadah Warisan Budaya Madura

Pukau Pengunjung di Labang Mesem, Wabup Imam Hasyim Sebut MEC 2026 Wadah Warisan Budaya Madura

BERITAKU, Sumenep — Gelaran tahunan Madura Ethnic Carnival (MEC) 2026 kembali menyedot perhatian publik di Area Labang Mesem Keraton Sumenep, Sabtu (19/9/2026). Ajang ini tidak hanya menjadi panggung parade kreativitas busana dan pertunjukan seni, melainkan benteng pertahanan untuk melestarikan serta mengenalkan kekayaan budaya Kabupaten Sumenep ke kancah yang lebih luas.

Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, menegaskan pentingnya keberadaan acara seperti MEC untuk menjaga identitas daerah di tengah derasnya arus modernisasi.

“Madura Ethnic Carnival ini adalah wadah pelestarian budaya, karena melalui kegiatannya ingin budaya Madura terus hidup, terkenal, dan diwariskan kepada generasi penerus di tengah perkembangan zaman,” tutur KH. Imam Hasyim di sela-sela peninjauan gelaran MEC.

Wabup mengapresiasi tinggi para peserta, seniman, dan komunitas yang berhasil mengemas ekspresi budaya lokal—mulai dari busana adat hingga tradisi khas—secara modern dan atraktif tanpa melunturkan nilai-nilai histori dan tradisionalnya.

Ia pun menaruh harapan besar agar generasi muda mengambil peran aktif sebagai pelaku dan pengembang, bukan sekadar penonton pasif, sehingga warisan leluhur tidak habis ditelan sejarah.

Selain sebagai sarana edukasi dan pelestarian, Pemkab Sumenep memproyeksikan Madura Ethnic Carnival sebagai etalase promosi wisata dan ekonomi kreatif untuk menarik kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga budaya bersama-sama. Jadikan budaya sebagai identitas, kebanggaan, dan kekuatan untuk membangun daerah,” pungkas Wabup Sumenep.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel beritaku.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringati Hari Parlemen 2026, DPRD Sumenep Gelar ‘Jalan Sehat Politik’ Bertabur Hadiah Rp100 Juta
Gandeng Komisi Informasi, DPC PKDI Sumenep Susun Standar Layanan Informasi Publik Desa
GMNI dan BEM Sumenep Gelar Mimbar Rakyat di DPRD: Tolak Perubahan Nomenklatur dan Tuntut KeberpihakaYn Pengelolaan Migas
Jangkau Wilayah Kepulauan, Pemkab Sumenep Integrasikan SIMPUS ke Ekosistem SATUSEHAT
Mobilitas Tinggi dan Pernikahan Dini Jadi Tantangan Berat Penanganan Stunting di Sumenep
Pastikan Akurasi Program Kesehatan Kerja, DKP2KB Sumenep Validasi Data PJ Kesjaor dan UKK Puskesmas
Partisipasi Posyandu Tembus 95 Persen, Angka Stunting di Sumenep Turun Signifikan Menjadi 11,2 Persen
BNNK Sumenep Gandeng Diskominfo Bekali Relawan Antinarkoba Literasi Digital dan Public Speaking

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Peringati Hari Parlemen 2026, DPRD Sumenep Gelar ‘Jalan Sehat Politik’ Bertabur Hadiah Rp100 Juta

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Gandeng Komisi Informasi, DPC PKDI Sumenep Susun Standar Layanan Informasi Publik Desa

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:57 WIB

GMNI dan BEM Sumenep Gelar Mimbar Rakyat di DPRD: Tolak Perubahan Nomenklatur dan Tuntut KeberpihakaYn Pengelolaan Migas

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Jangkau Wilayah Kepulauan, Pemkab Sumenep Integrasikan SIMPUS ke Ekosistem SATUSEHAT

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:24 WIB

Mobilitas Tinggi dan Pernikahan Dini Jadi Tantangan Berat Penanganan Stunting di Sumenep

Berita Terbaru