Bebas dari Desa Tertinggal, Pemkab Sumenep Dorong Kemandirian Ekonomi Desa

- Penulis

Selasa, 1 September 2026 - 11:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Capaian 10 Tahun Pembangunan: Sumenep Kini Miliki 146 Desa Mandiri dan 145 Desa Maju

Capaian 10 Tahun Pembangunan: Sumenep Kini Miliki 146 Desa Mandiri dan 145 Desa Maju

BERITAKU, Sumenep — Pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa di Kabupaten Sumenep mencatatkan lompatan signifikan dalam kurun waktu satu dekade terakhir. Berdasarkan data pemutakhiran Indeks Desa tahun 2026 dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kabupaten Sumenep kini resmi terbebas dari status desa sangat tertinggal maupun desa tertinggal.

Sebagai perbandingan, pada tahun 2016 Sumenep masih mencatat 10 desa sangat tertinggal, 124 desa tertinggal, 186 desa berkembang, dan hanya 10 desa yang berstatus maju. Namun pada 2026, peta status desa bergeser drastis menjadi 39 desa berkembang, 145 desa maju, dan 146 desa mandiri.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menyampaikan capaian tersebut di sela-sela Penandatanganan Berita Acara Pemutakhiran Proyeksi Status Desa di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Jumat (28/8/2026).

“Kondisi desa mengalami perubahan yang sangat signifikan pada 2026, karena saat ini tidak ada lagi desa di Kabupaten Sumenep yang berstatus sangat tertinggal maupun tertinggal. Peningkatan status ini merupakan hasil pembangunan berkelanjutan yang melibatkan pemerintah desa dan masyarakat,” tegas Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo.

Bupati menegaskan bahwa capaian ini bukan sekadar perubahan kategori di atas kertas, melainkan wujud nyata peningkatan kapasitas desa dalam mengelola potensi lokal, memperkuat infrastruktur, serta meningkatkan kesejahteraan warga.

Pemerintah daerah terus mendorong seluruh kepala desa dan perangkat desa untuk berinovasi agar desa yang telah berstatus maju dapat terus ditingkatkan menjadi desa mandiri yang berdaya saing.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel beritaku.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringati Hari Parlemen 2026, DPRD Sumenep Gelar ‘Jalan Sehat Politik’ Bertabur Hadiah Rp100 Juta
Gandeng Komisi Informasi, DPC PKDI Sumenep Susun Standar Layanan Informasi Publik Desa
GMNI dan BEM Sumenep Gelar Mimbar Rakyat di DPRD: Tolak Perubahan Nomenklatur dan Tuntut KeberpihakaYn Pengelolaan Migas
Jangkau Wilayah Kepulauan, Pemkab Sumenep Integrasikan SIMPUS ke Ekosistem SATUSEHAT
Mobilitas Tinggi dan Pernikahan Dini Jadi Tantangan Berat Penanganan Stunting di Sumenep
Pastikan Akurasi Program Kesehatan Kerja, DKP2KB Sumenep Validasi Data PJ Kesjaor dan UKK Puskesmas
Partisipasi Posyandu Tembus 95 Persen, Angka Stunting di Sumenep Turun Signifikan Menjadi 11,2 Persen
BNNK Sumenep Gandeng Diskominfo Bekali Relawan Antinarkoba Literasi Digital dan Public Speaking

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Peringati Hari Parlemen 2026, DPRD Sumenep Gelar ‘Jalan Sehat Politik’ Bertabur Hadiah Rp100 Juta

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Gandeng Komisi Informasi, DPC PKDI Sumenep Susun Standar Layanan Informasi Publik Desa

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:57 WIB

GMNI dan BEM Sumenep Gelar Mimbar Rakyat di DPRD: Tolak Perubahan Nomenklatur dan Tuntut KeberpihakaYn Pengelolaan Migas

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Jangkau Wilayah Kepulauan, Pemkab Sumenep Integrasikan SIMPUS ke Ekosistem SATUSEHAT

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:24 WIB

Mobilitas Tinggi dan Pernikahan Dini Jadi Tantangan Berat Penanganan Stunting di Sumenep

Berita Terbaru