Sah! P-APBD Sumenep 2026 Capai Rp2,61 Triliun, Pemkab Fokus Akselerasi Pelayanan Publik

- Penulis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 19:19 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

DPRD dan Pemkab Sumenep Sepakati P-APBD 2026, Defisit Rp317 Miliar Ditutup Pembiayaan

DPRD dan Pemkab Sumenep Sepakati P-APBD 2026, Defisit Rp317 Miliar Ditutup Pembiayaan

BERITAKU, Sumenep — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep kini mengantongi ruang fiskal baru untuk mengakselerasi program pembangunan hingga penghujung tahun anggaran 2026. Hal ini menyusul disahkannya Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2026 dengan total alokasi belanja mencapai Rp2,61 triliun dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sumenep, Senin (24/8/2026).

Berdasarkan postur anggaran yang disepakati, pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp2,29 triliun (Rp2.296.380.038.957,35), sementara kebutuhan belanja daerah ditetapkan sebesar Rp2,61 triliun (Rp2.613.412.996.731,93). Selisih tersebut memunculkan defisit anggaran senilai Rp317,03 miliar yang ditutup secara penuh melalui skema penerimaan pembiayaan.

Wakil Bupati Sumenep, Imam Hasyim, saat membacakan pidato Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) segera mengeksekusi anggaran tersebut menjadi kerja nyata.

“Pemerintah daerah optimistis anggaran perubahan ini memperkuat pelayanan publik, mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, serta memantapkan kesinambungan pembangunan daerah hingga akhir tahun anggaran,” tegas Imam Hasyim.

Pasca-persetujuan bersama legislatif, dokumen P-APBD 2026 kini diteruskan kepada Gubernur Jawa Timur untuk menjalani proses evaluasi sesuai aturan perundang-undangan.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel beritaku.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringati Hari Parlemen 2026, DPRD Sumenep Gelar ‘Jalan Sehat Politik’ Bertabur Hadiah Rp100 Juta
Gandeng Komisi Informasi, DPC PKDI Sumenep Susun Standar Layanan Informasi Publik Desa
GMNI dan BEM Sumenep Gelar Mimbar Rakyat di DPRD: Tolak Perubahan Nomenklatur dan Tuntut KeberpihakaYn Pengelolaan Migas
Jangkau Wilayah Kepulauan, Pemkab Sumenep Integrasikan SIMPUS ke Ekosistem SATUSEHAT
Mobilitas Tinggi dan Pernikahan Dini Jadi Tantangan Berat Penanganan Stunting di Sumenep
Pastikan Akurasi Program Kesehatan Kerja, DKP2KB Sumenep Validasi Data PJ Kesjaor dan UKK Puskesmas
Partisipasi Posyandu Tembus 95 Persen, Angka Stunting di Sumenep Turun Signifikan Menjadi 11,2 Persen
BNNK Sumenep Gandeng Diskominfo Bekali Relawan Antinarkoba Literasi Digital dan Public Speaking

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Peringati Hari Parlemen 2026, DPRD Sumenep Gelar ‘Jalan Sehat Politik’ Bertabur Hadiah Rp100 Juta

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Gandeng Komisi Informasi, DPC PKDI Sumenep Susun Standar Layanan Informasi Publik Desa

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:57 WIB

GMNI dan BEM Sumenep Gelar Mimbar Rakyat di DPRD: Tolak Perubahan Nomenklatur dan Tuntut KeberpihakaYn Pengelolaan Migas

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Jangkau Wilayah Kepulauan, Pemkab Sumenep Integrasikan SIMPUS ke Ekosistem SATUSEHAT

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:24 WIB

Mobilitas Tinggi dan Pernikahan Dini Jadi Tantangan Berat Penanganan Stunting di Sumenep

Berita Terbaru