Gempa M7,7 Guncang Flores NTT, BMKG Resmi Akhiri Peringatan Dini Tsunami

- Penulis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peringatan Tsunami Flores Dicabut, BMKG Imbau Warga Waspadai Bangunan Retak dan Gempa Susulan

Peringatan Tsunami Flores Dicabut, BMKG Imbau Warga Waspadai Bangunan Retak dan Gempa Susulan

BERITAKU, Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengakhiri Peringatan Dini Tsunami pada Sabtu (15/8/2026) pukul 07.30 WIB, pascagempa tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada pukul 04.58 WIB.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, menjelaskan gempa dangkal berkedalaman 15 km tersebut dipicu oleh aktivitas Flores Back-Arc Thrust. Pusat gempa berada di laut pada koordinat 8,41° LS dan 121,39° BT, atau sekitar 30 km arah timur laut Nagekeo, NTT.

“BMKG tidak lagi mencatat adanya kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat di sepanjang pesisir terdampak. Peringatan dini tsunami dinyatakan berakhir, namun masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada terhadap gempa susulan,” kata Nelly.

Stasiun pemantauan BMKG mencatat gelombang tsunami kecil sempat tiba di sepuluh titik pesisir, dengan ketinggian tertinggi tercatat di Maurole-Ende setinggi 0,94 meter dan Bulukumba setinggi 0,54 meter. Hingga Sabtu pagi, BMKG telah mendeteksi 37 gempa susulan (aftershock) dengan magnitudo berkisar antara M3,6 hingga M6,2.

Guncangan gempa dirasakan kuat pada skala V hingga VI MMI di sejumlah wilayah seperti Ende, Borong, Ruteng, Wolowae, dan Bajawa. Kerusakan dilaporkan terjadi pada bangunan rumah warga di Maumere, Manggarai Barat, dan Labuan Bajo, serta fasilitas umum seperti Pelabuhan Maumere dan Hotel Jayakarta Bajo.

Sementara itu, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB, Berton SP. Panjaitan, mengonfirmasi dua orang dilaporkan meninggal dunia akibat peristiwa ini. Pihaknya bersama BMKG dan Pemda setempat masih terus memverifikasi total dampak kerusakan serta korban jiwa.

BMKG mengimbau masyarakat untuk menjauhi bangunan yang retak atau rusak struktur, serta selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi BMKG (@infoBMKG dan situs bmkg.go.id) untuk menghindari hoaks.

Facebook Comments Box
Follow WhatsApp Channel beritaku.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringati Hari Parlemen 2026, DPRD Sumenep Gelar ‘Jalan Sehat Politik’ Bertabur Hadiah Rp100 Juta
Gandeng Komisi Informasi, DPC PKDI Sumenep Susun Standar Layanan Informasi Publik Desa
GMNI dan BEM Sumenep Gelar Mimbar Rakyat di DPRD: Tolak Perubahan Nomenklatur dan Tuntut KeberpihakaYn Pengelolaan Migas
Jangkau Wilayah Kepulauan, Pemkab Sumenep Integrasikan SIMPUS ke Ekosistem SATUSEHAT
Mobilitas Tinggi dan Pernikahan Dini Jadi Tantangan Berat Penanganan Stunting di Sumenep
Pastikan Akurasi Program Kesehatan Kerja, DKP2KB Sumenep Validasi Data PJ Kesjaor dan UKK Puskesmas
Partisipasi Posyandu Tembus 95 Persen, Angka Stunting di Sumenep Turun Signifikan Menjadi 11,2 Persen
BNNK Sumenep Gandeng Diskominfo Bekali Relawan Antinarkoba Literasi Digital dan Public Speaking

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Peringati Hari Parlemen 2026, DPRD Sumenep Gelar ‘Jalan Sehat Politik’ Bertabur Hadiah Rp100 Juta

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Gandeng Komisi Informasi, DPC PKDI Sumenep Susun Standar Layanan Informasi Publik Desa

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:57 WIB

GMNI dan BEM Sumenep Gelar Mimbar Rakyat di DPRD: Tolak Perubahan Nomenklatur dan Tuntut KeberpihakaYn Pengelolaan Migas

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Jangkau Wilayah Kepulauan, Pemkab Sumenep Integrasikan SIMPUS ke Ekosistem SATUSEHAT

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:24 WIB

Mobilitas Tinggi dan Pernikahan Dini Jadi Tantangan Berat Penanganan Stunting di Sumenep

Berita Terbaru